<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571</id><updated>2012-02-16T10:07:42.695-08:00</updated><category term='TKI Korea'/><category term='TKI Jepang'/><category term='Nirmala Bonat'/><category term='Dalam Negeri'/><category term='TKI Hongkong'/><category term='TKI Arab Saudi'/><category term='Kisah Sukses'/><category term='Fakta'/><category term='TKI Timur Tengah'/><category term='Lain Lain'/><category term='TKI Malaysia'/><title type='text'>TKI Stories</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>59</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-3003135127128659757</id><published>2009-02-16T23:48:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T23:58:56.309-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Malaysia'/><title type='text'>TKW Melahirkan DI Toilet Majikan Di Malaysia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SZpuFAYPmWI/AAAAAAAAA8c/mOBQQUz2pCc/s1600-h/maiddlm.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 285px; height: 173px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SZpuFAYPmWI/AAAAAAAAA8c/mOBQQUz2pCc/s400/maiddlm.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303672543462267234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kuala Lumpur&lt;/strong&gt; - Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia terpaksa melahirkan bayinya di toilet rumah majikannya di Malaysia. Alasannya, dia takut majikannya mengetahui kehamilannya dan memulangkannya kembali ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking takutnya, Yanti bahkan sempat menyembunyikan bayi yang baru dilahirkannya di laci lemari! Namun akhirnya majikan TKI berusia 22 tahun itu mengetahui hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanti melahirkan bayinya di toilet pada Kamis, 12 Februari lalu. "Hanya Tuhan yang tahu kesakitan yang saya alami saat itu. Setelah bayi lahir, saya cepat-cepat membersihkan dia dan menyembunyikannya di laci," tutur wanita muda itu seperti dilansir harian Malaysia, &lt;em&gt;New Straits Times (NST)&lt;/em&gt;, Selasa (17/2/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Minggu, 15 Februari lalu, majikan Yanti mendengar suara tangis bayi dari kamar tidur pembantunya itu. Sang majikan pun menemukan bayi itu dalam lemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanti bekerja untuk perwira wanita polisi senior di markas kepolisian Perlis. Ayah sang bayi yang juga berasal dari Indonesia telah pulang ke tempat asalnya di Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya takut kakak akan memarahi saya karena saya hamil. Karena itulah saya melahirkan di toilet dan menyembunyikan bayi di laci lemari," ujar Yanti yang memanggil majikannya dengan sebutan 'kakak'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menyembunyikan bayinya, Yanti selalu memberikan air putih pada bayinya jika menangis. "Saya beruntung bayinya tidak rewel," tutur Yanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi tersebut saat ini dirawat di rumah sakit. Kondisinya baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2009/02/17/122452/1086042/10/melahirkan-di-toilet,-tki-sembunyikan-bayinya-di-laci-lemari%21"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-3003135127128659757?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/3003135127128659757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/tkw-melahirkan-di-toilet-majikan-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/3003135127128659757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/3003135127128659757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/tkw-melahirkan-di-toilet-majikan-di.html' title='TKW Melahirkan DI Toilet Majikan Di Malaysia'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SZpuFAYPmWI/AAAAAAAAA8c/mOBQQUz2pCc/s72-c/maiddlm.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-5354733183517245635</id><published>2009-02-16T23:47:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T23:48:23.515-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain Lain'/><title type='text'>Bayi TKI yang Lahir di Pesawat Alami Sesak Nafas</title><content type='html'>Medan (ANTARA News) - Bayi Siti Sumarni, tenaga kerja Indonesia yang melahirkan di pesawat Saudi Arabian rute Jeddah-Jakarta, Sabtu terpaksa diberikan alat bantuan pernapasan (Head Book) setelah Minggu pagi mengalami sesak nafas.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Rumiati, perawat di ruang Perinatologi Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi Medan tempat bayi itu dirawat, mengatakan, bayi Sumarni yang belum diberi nama itu menggunakan &lt;i&gt;Head Book&lt;/i&gt; karena belum bisa menggunakan alat bantu pernapasan selang.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;"Penggunaan &lt;i&gt;Head Book&lt;/i&gt; dilakukan juga untuk menghindarkan kemungkinan pendarahan dari hidung kalau menggunakan alat selang," katanya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sementara itu, pemberian makanan untuk bayi perempuan yang lahir dengan berat badan 1,9 kilogram dan panjang 48 centimeter itu dilakukan melalui infus.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pernafasan menggunakan alat bantu itu baru akan dicabut setelah bayi itu tidak sesak lagi, kata Rumianti.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Sementara itu, ibu bayi, Sumarni  asal Jawa Timur tersebut terlihat masih dalam keadaan lemas di ruang V RSU Pirngadi Medan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dia menolak ketika ANTARA News mengajaknya berdialog tentang keadaannya dan menanyakan apakah suaminya juga TKI di Arab Saudi sudah mengetahui tentang kelahiran bayi pertamanya itu.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;"Besok saja ya mas, saya masih lemas," katanya .&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Petugas Balai Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP2TKI) Sumut, Siti Rolijah yang mendampingi Siti Sumarni di rumah sakit itu menyebutkan, Sumarni pulang untuk menghabiskan masa cuti setelah diizinkan majikannya di Arab Saudi, Ali Abdullah Muhammad.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Usia kandungan Sumarni sendiri masih berumur tujuh bulan sehingga dia tidak menduga akan melahirkan dalam pesawat.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;"Kami masih akan terus mendampingi Sumarni hingga kondisinya stabil," katanya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pihak BP2TKI juga sedang menghubungi pihak keluarga Sumarni di Banyuwangi agar mereka mengetahui kondisi dan bisa melihat serta mendampingi Sumarni.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Warga Dusun Belekan RT 002/003 Desa Bajulmati Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur itu melahirkan bayi perempuan di atas Pesawat Saudi ketika berada di toilet sekitar pukul 09.45 Lokal Time.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Akibat kejadian itu, maskapai tersebut melakukan pendaratan darurat di Bandara Polonia dan setibanya di bandara, Sumarni dan bayinya langsung ditangani tim medis dan dibawa ke Rumah Sakit Boloni yang lokasinya tak jauh dari bandara.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Setelah mendapat perawatan di RS itu, Sumarni dan bayinya kemudian dirujuk ke rumah sakit Pirngadi Medan.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/3/4/bayi-tki-yang-lahir-di-pesawat-alami-sesak-nafas/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- google_ad_section_end --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-5354733183517245635?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/5354733183517245635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/bayi-tki-yang-lahir-di-pesawat-alami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/5354733183517245635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/5354733183517245635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/bayi-tki-yang-lahir-di-pesawat-alami.html' title='Bayi TKI yang Lahir di Pesawat Alami Sesak Nafas'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-8374696249365092715</id><published>2009-02-16T23:46:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T23:47:23.515-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain Lain'/><title type='text'>TKW Melahirkan di Toilet Pesawat SAA Mendarat Darurat Di Medan</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Medan - Jika Tuhan sudah berkendak apa pun bisa terjadi dari titik kematian hingga  sebuah keajaiban, hal ini pula yang terjadi pada Siti Sumarni (38) TKW yang selama ini bekerja di Arab Saudi harus membuat sebuah hal yang sangat luar biasa.Ketika  hendak merajut mimpi untuk pulang ke kampung halamannya di Dusun Balekan, Desa Bajulmati RT002/003, Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur terjadi sebuah hal yang tak terduga terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;   Pesawat yang ditumpanginya, Saudi Arabia Airlines Boeing 747-200 harus mendarat darurat di Bandara Polonia-Medan akibatnya sebuah peristiwa yang sangat luar biasa.Siti Sumarni harus melahirkan sang buah hati dalam perjalanan via Singapura-Indonesia(Jakarta) sehingga membuat para kru SAA mendaratkan pesawat di Bandara Polonia-Medan.Sang buah hati diduga dilahirkan di toilet pesawat SAA yang dibantu oleh para kru pesawat SAA.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;    Untuk mendapatkan perawat secara intensif pihak SAA harus melakukan pendaratan darurat(emergency landing) dengan meminta izin terlebih dahulu,pesawat SAA mendarat pada pukul 09.45 wib dan saat itu juga tim Bandara Polonia Medan melakukan persiapan medis sehingga Siti Sumarni dilarikan ke RS.Prof.Boloni yang tidak jauh dari Bandara,namun karena kondisi Siti cukup kritis terutama kondisi bayi maka tim medis merujuk ke RS.Pirgadi Medan terutama status Siti sebagai TKW.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;   Setelah mendapatkan perawatan secara intensif sang bayi harus dirawat diruangan incubator hingga berita ini diturunkan kondisi Siti masih tampak lemah.Disatu sisi salah seorang petugas Bandara  Jamal mengatakan bahwa saat itu pesawat SAA dengan nomor penerbangan 822  meminta izin untuk mendarat darurat di Bandara Polinia, dimana seharusnya pesawat harus melakukan transit di Singapura namun karena emergeny landing maka sebagai langkah untuk  mencari Bandara terdekat pihak pilot SAA memilih Bandara Polinia, Medan. “Saat tim medis memasuki pesawat sesuai dengan laporan para kru SAA bahwa ada seorang penumpang yang akan melahirkan ternyata sang bayi telah lahir dan Siti sendiri melahirkan pada usia kandungan tujuh bulan,”ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;    Untuk kasus ini sendiri menurut Jamal baru ini terjadi di Medan dan biasanya dalam usia kandungan tujuh bulan seorang penumpang boleh melakukan perjalanan.Perlu diketahui kedatangan Siti ke Indonesia dengan tujuan kampung halaman untuk mengambil cuti dan telah mendapat izin dari sang majikan di Arab Saudi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;   Disatu sisi Petugas Balai Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia(BP2TKI) Sumut Siti Rolijah mengatakan bahwa pihaknya terus mengupayakan kontak ke kampung halaman Siti di Bayuwangi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;   Petugas Balai Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP2TKI) Sumut Siti Rolijah yang mendampingi Siti di RS Pirngadi Medan, menyatakan, TKI tersebut pulang karena mengambil cuti.Disatu sisi Kepala Seksi Perlindungan TKI, BP2TKI Sumut Sumadi mengatakan,bahawa pihaknya akan terus   melakukan pendampingan dan memantau kondisi Siti Sumarni di rumah sakit.. .”Kita akan berupaya untuk terus menghubungi keluarga Siti di Bayuwangi dan sambil menunggu kondisinya pulih kita akan terus memantau perkembangannya dan untuk hal kami melakukan kerjasama dengan PT.Angkasa Pura dan untuk biaya sendiri akan ditanggung oleh pihak Saudi Arabia Ailines”ujarnya. Saat ini pihaknya akan terus mendampingi Siti Sumarni hingga kondisinya stabil. Siti Sumarni hingga kini masih dalam pengawasan tim medis di ruang 5 RS Pirngadi, sedangkan bayi perempuannya di ruang Perinatologi lantai empat rumah sakit tersebut&lt;strong&gt;&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.halamansatu.net/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=457"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-8374696249365092715?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/8374696249365092715/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/tkw-melahirkan-di-toilet-pesawat-saa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/8374696249365092715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/8374696249365092715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/tkw-melahirkan-di-toilet-pesawat-saa.html' title='TKW Melahirkan di Toilet Pesawat SAA Mendarat Darurat Di Medan'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-6903553472338390623</id><published>2009-02-16T23:44:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T23:46:09.536-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain Lain'/><title type='text'>Tangis di Terminal 3</title><content type='html'>&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; Nama anak itu Tulus Sucipto. Bulan Oktober 2003, umurnya genap satu tahun. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Anak yang tampak ceria dan tak segan digendong siapa saja ini tumbuh sehat dan aktif. Orang-orang di lingkungannya mengatakan: “Kami mengasuhnya bersama-sama”. Anak komunitas ini, memiliki pengasuh tetap, yang menganggapnya sebagai anak angkat, walaupun tanpa legalitas surat adopsi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Siapa menyangka Tulus yang tumbuh sehat ini memiliki latar-belakang kelam. Ia dilahirkan dari rahim seorang ibu Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang tergopoh-gopoh pulang dari Timur Tengah. Begitu pesawat mendarat di tanah air, ibu yang mengandungnya langsung menuju toilet Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta untuk melahirkannya. Pak Najib, seorang petugas Cargo di Bandara yang kebetulan berada di dekat toilet itu, membantu sebisanya. Setelah sedikit pulih dari persalinan darurat, perempuan itu pun meninggalkan anak yang dilahirkannya, dan membiarkan Pak Najib mengasuhnya. Jelas, anak itu dianggap membawa aib. Anak tak berdosa ini lahir dari ibu yang menderita karena pelecehan seksual, perkosaan, dan penganiayaan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Di toilet Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, setidaknya sudah dua TKW melahirkan di sana. Di perkampungan dekat Bandara Soekarno-Hatta, sudah belasan anak TKW yang diadopsi penduduk setempat--anak-anak terlantar yang sulit mendapatkan pengakuan dari ibu dan bapak biologisnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Inilah gambaran betapa berat taruhan yang harus diambil para Tenaga Kerja Indonesia (TKI), khususnya TKW yang mengais pekerjaan di luar negeri sebagai pembantu rumah tangga. Data yang dihimpun Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia (KOPBUMI), di tahun 2002 tercatat begitu banyak masalah yang menimpa TKI, mulai dari penelantaran (2,478), penipuan (1,685), penyekapan (470), pelecehan seksual (31), pemerkosaan (27) dan bahkan kematian (177). Data Depnakertrans tahun 2002 memperlihatkan, dari 319,029 TKI yang pulang melewati Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, sedikitnya 37,508 (11.75%) mengaku mendapat berbagai masalah, dari penyiksaan, pelecehan seksual, pemerkosaan, PHK sepihak, hingga gaji yg tidak dibayar. Demikian juga laporan Amnesty International tahun 2002 disebutkan, untuk Saudi Arabia saja, setidaknya 19,000 pembantu rumah tangga melarikan diri, yang salah satu sebabnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tindak kekerasan domestik (&lt;i style=""&gt;domestic violence&lt;/i&gt;). Kekerasan demi kekerasan nampaknya mewarnai bisnis tenaga kerja ini. Karena itu, di Bandara Juanda, Surabaya, peti mati pun berdatangan begitu seringnya, walau pun luput dari perhatian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Pemerkosaan, pelecehan seksual, tindak kekerasan yang diterima TKW Indonesia,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membawa trauma luar biasa. Di Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta, arus pasen TKW bergantian keluar masuk untuk mendapatkan perawatan karena gangguan jiwa. Saat Nurcholish Madjid menjenguk, salah satu dari mereka menyanyikan lagu &lt;i style=""&gt;Indonesia Raya&lt;/i&gt;. Suaranya parau, dan tatapannya wajah kosong.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Bandara megah bernama Soekarno-Hatta, menjadi saksi tragisnya derita anak bangsa. Derita ini tampaknya akan terus berlanjut. Di tahun 2003 ini, dari Januari hingga September, data Depnakertrans telah menunjukkan setidaknya 27, 308 TKI (12.14%) yang kembali melalui Terminal 3 mengiba karena ditimpa berbagai masalah. Luka di badan akibat pukulan, siram air panas atau pun cairan kimia, penipuan, perkosaan hingga gaji tak dibayar mewarnai pengaduan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Mereka mengiba dan tanpa tanda-tanda ada pembelaan. Mereka disiksa di negari orang, dan tak jarang masih diperas di negeri sendiri.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Apa dosa negeri ini? Pertama, semua ini terjadi akibat gagalnya negara dalam menciptakan lapangan kerja, khususnya untuk golongan usia muda pada penduduk lapisan bawah. Masa krisis telah meningkatkan jumlah penduduk miskin. Angka pengangguran terbuka menggila, yang pada tahun 2002 diperkirakan mencapai 9.1 juta orang, dan pengaggur terselubung menjapai 33.7 juta (Pidato Presiden di Sidang Tahunan MPR 2003). Angka yang lebih besar bahkan ditunjukkan BAPPENAS. Untuk proyeksi tahun 2003 dan 2004, pengangguran terbuka mencapai 10.13 juta orang (9.85% dari angkatan kerja), dan untuk tahun 2004, 10.83 juta orang (10.32% dari angkatan kerja). Lonjakan angka pengangguran ini terlihat jelas jika di banding angka tahun 1996 semasa Orde Baru, yang hanya mencapai 4.3 juta (4.86% dari angkatan kerja). Carut marutnya situasi ketenagakerjaan ini bisa jadi merupakan masalah warisan yang diciptakan semasa Orde Baru. Namun, harusnya di era reformasi ini, pemerintah membanting tulang memfokuskan diri pada program penciptaan lapangan kerja, sambil secara tegas mengganyang inefisiensi dan praktek-praktek korupsi. Apa akibatnya bila hal ini gagal dilakukan? Tak pelak lagi, arus pencari kerja meledak, dan tuntutan untuk menjadi TKI, betapapun tinggi resiko yang harus dihadapi, akan tetap tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Kedua, meledaknya tuntutan pencari kerja ini mengalami komplikasi akibat gagalnya negara meningkatkan akses dan kualitas pendidikan untuk rakyat. Dalam &lt;i style=""&gt;World Education Forum&lt;/i&gt; di Dakar-Senegal, tahun 2000, Indonesia masuk dalam negara yang disebut gagal menjalankan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun. Akhir-akhir ini, nampaknya situasi semakin buruk terlihat dari banyaknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gedung-gedung sekolah yang roboh, atau terbakar karena konflik-konflik sosial. Itu pun di sana-sini dijumpai korupsi yang parah di dunia pendidikan. Akibat semua ini, tenaga kerja yang kini masuk dalam bursa angkatan kerja adalah tenaga kerja dengan tingkat pendidikan rendah, yang hanya mampu menempati pekerjaan sebagai buruh kasar, seperti pembantu rumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Sialnya, dalam situasi seperti ini, nasib para pekerja menjadi semakin tidak beruntung karena negara juga gagal memberikan perlindungan terhadap mereka. Coba lihat,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;para TKI sejak awal pemberangkatan, hingga penempatan dan pemulangan, hingga kini masih terus menjadi bulan-bulanan sasaran penipuan, eksploitasi, dan penyiksaan. &lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Agar republik ini tidak menjadi republik biadab, mudah-mudahan, DPR dan Pemerintah segera mengesahkan UU Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia. Dalam masa jeda, tak salah bila Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) berlakukan untuk memberikan payung hukum bagi langkah-langkah darurat yang harus secepatnya dilakukan. Minimal, langkah darurat itu meliputi menyelamatan TKI yang saat ini banyak terkatung-katung di luar negeri, baik tersekap di rumah maupun penjara, hingga korban-korban penipuan dan kekerasan yang melewati Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Hari ini kita semua bertanya. Siapa lagi politisi yang mampu menyaksikan kebiadaban berjalan luar biasa. Setiap hari tak henti dipersembahkan untuk bangsa terhormat bernama Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;a href="http://www.nuranidunia.or.id/pers.php?id=57"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-6903553472338390623?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/6903553472338390623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/tangis-di-terminal-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/6903553472338390623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/6903553472338390623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/tangis-di-terminal-3.html' title='Tangis di Terminal 3'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-2231866925520870726</id><published>2009-02-16T23:42:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T23:44:03.152-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain Lain'/><title type='text'>Karena Tabu Membicarakan Seksualitas</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;INI merupakan kasus lebih baru dari perempuan buruh migran asal Indonesia di Arab Saudi setelah kasus Kartini. Saat ini Imas binti Sugandi terancam pidana dengan tuduhan menelantarkan atau membuang anak. Ia masih ditahan, kasusnya tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang.Imas binti Sugandi (27) adalah ibu dua anak, asal Cianjur, yang diperkosa sesama pekerja asal Nepal di Riyadh, Arab Saudi. Ia baru mulai bekerja pada bulan Maret 1999. Majikannya memintanya pulang pada akhir bulan Oktober 1999, karena sang majikan takut ketika tahu Imas hamil tanpa suami. Hukum di Saudi untuk kasus seperti ini sangat berat bagi perempuan. &lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Pada tanggal 1 November Imas bertolak ke Jakarta dengan pesawat Garuda Indonesia. Sekitar satu jam sebelum mendarat, ia merasa ingin buang air kecil. Saat di toilet pesawat itulah ia melahirkan bayi perempuan. Imas sangat kaget karena ia tidak merasakan tanda-tanda akan melahirkan. Ia juga tidak mengalami pendarahan seperti lazimnya perempuan yang melahirkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Imas kemudian mengangkat bayi dari lubang toilet, dan dalam keadaan panik diambilnya tisu untuk membungkus bayi tersebut. Ia makin panik mendengar ketukan pintu toilet dari penumpang lain yang akan menggunakan toilet tersebut. Masih dalam keadaan panik, Imas kemudian memasukkan bayi yang dibungkus tisu ke dalam &lt;i&gt;locker &lt;/i&gt; toilet dan membersihkan bercak-bercak darah, lalu kembali ke tempat duduknya. Ia masih sempat meminjam kain dari beberapa TKW yang duduk di dekatnya untuk membungkus bayinya, tetapi tidak ada yang memberikan, sementara pramugari mengumumkan pesawat segera mendarat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Petugas kebersihan menemukan bayi perempuan dalam &lt;i&gt;locker&lt;/i&gt; pesawat dan langsung menghubungi dokter Bandara. Bayi itu kemudian mendapat perawatan seperlunya, namun karena kondisi tubuhnya lemah, ia dibawa ke Rumah Sakit Asih Tangerang. Imas kemudian ditangkap di terminal khusus untuk TKI (terminal 3), setelah dokter menemukan tanda bahwa ia baru saja melahirkan. Imas dibawa ke RS Asih, kemudian menjadi tahanan Polsek khusus Cengkareng, dengan tuduhan melakukan perbuatan pidana, meninggalkan (membuang) bayi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;"Imas sebenarnya tidak ingin membuang anaknya," ujar Ny Farida Djoko, mahasiswa S-2 Kajian Wanita Universitas Indonesia yang sedang magang pada Lembaga Advokasi Buruh Migran Indonesia- Solidaritas Perempuan (SP-LABMI) LSM yang menangani masalah ini bersama Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempan Indonesia untuk Keadilan (LBH-APIK). "Tetapi, ia panik dan takut karena bayi itu lahir di luar perkawinan, meskipun ia diperkosa."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;center&gt; &lt;h3&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;***&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;/center&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;IMAS adalah satu contoh lagi bagaimana perempuan harus menanggung sendiri akibat dari suatu perbuatan yang tidak ia kehendaki. Dalam masyarakat dengan budaya patriarkhal yang kental, perempuan yang hamil dan melahirkan di luar perkawinan resmi, dengan alasan apa pun, akan selalu disalahkan, dicerca, distigmatisasi, sementara ia sendiri terus didera rasa bersalah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Kisah Imas juga melengkapi kisah-kisah lain yang tak kalah dramatis dari para perempuan buruh migran pekerja rumah tangga asal Indonesia di luar negeri, yang harus melahirkan bayi-bayi di luar perkawinan resmi, yang kemudian harus menanggung beban materi dan psikologis sendiri di kampung asalnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Namun, persoalan yang berkaitan dengan kesehatan perempuan, khususnya kesehatan reproduksi tak hanya terjadinya kehamilan yang tidak dikehendaki. Berbagai jenis penyakit seksual menular, termasuk HIV/AIDS merupakan bagian dari kesehatan reproduksi yang tidak banyak diketahui para pekerja migran. Padahal sebagian besar perempuan buruh migran tergolong dalam angkatan kerja berusia subur (20-39 tahun). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Gambaran ini sangat penting untuk memahami bahwa posisi fungsi reproduksi perempuan sangat strategis. Dalam soal biaya, angka-angka ini seharusnya mampu memotivasi semua pihak bahwa biaya reproduksi tidak kecil dan karenanya harus menjadi biaya sosial, beban bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Ironisnya, dalam pelatihan sebelum diberangkatkan ke luar negeri, pengetahuan tentang reproduksi perempuan tidak termasuk dalam kurikulum pelatihan yang telah dibakukan Departemen Tenaga Kerja, kecuali pelatihan tentang kesehatan lingkungan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Dengan pengetahuan yang serba terbatas mengenai kesehatan dirinya sendiri dan ketiadaan akses pada pelayanan kesehatan di negara penerima, para perempuan buruh migran itu harus menghadapi berbagai persoalan seorang diri. Kalau ia sampai hamil akibat diperkosa atau ditipu dan tak ada pilihan selain harus melahirkan bayinya, dalam jangka panjang hal itu akan menjadi beban sosial, baik bagi anak, bagi keluarga, maupun komunitas di tempat asalnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Berbeda dengan situasi di Filipina, di mana beberapa LSM seperti Batis Center for Women bekerja untuk mencari ayah biologis dari anak-anak berayah Jepang dari para ibu Filipina, yang sebelumnya bekerja sebagai penghibur (karena ditipu atau dipaksa) di Jepang, di Indonesia belum tampak ada upaya serupa. Juga berbeda dengan sikap Pemerintah Filipina yang mencari solusi persoalan ini secara politis, Pemerintah Indonesia tampak tidak mau tahu, karena mungkin menganggap hal ini sebagai aib. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt; &lt;center&gt; &lt;h3&gt;***&lt;/h3&gt; &lt;/center&gt; &lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;RENDAHNYA pengetahuan tentang kesehatan reproduksi tak hanya menjadi monopoli buruh migran asal Indonesia. Seperti dikatakan Aurora Javate de Dios dari Coalition Vs Trafficking of Women (Asia-Pacific) dalam diskusi mengenai Migrasi dan Kesehatan reproduksi di Bangkok, 22-23 Februari 2001, buruh migran dari mana pun berada pada situasi serupa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;"Perempuan menghadapi risiko besar karena pengetahuan mereka mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi relatif rendah," ujarnya. "Hal-hal yang berkaitan dengan masalah seksual tidak dibicarakan secara terbuka di antara perempuan dan negara pengirim tidak memberi perhatian dan informasi yang cukup tentang masalah ini dalam pelatihan sebelum diberangkatkan."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Menurut de Dios, kehamilan dan terinfeksi penyakit seksual menular termasuk HIV/AIDS sangat jauh dari bayangan para buruh migran ketika mereka berangkat. "Kebutuhan akan pelayanan kesehatan secara umum berada pada prioritas terendah karena pikiran mereka dipenuhi oleh bagaimana mendapatkan uang dan bisa mengirimkannya ke rumah," sambung de Dios, seraya melanjutkan, kecuali dinyatakan dalam kontrak kerja, jaminan kesehatan tidak secara umum diberikan kepada perempuan buruh migran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;"Pada umumnya buruh migran tidak mempunyai akses kepada pelayanan kesehatan di negara penerima. Itu belum termasuk hambatan kultural dan bahasa. Tidak adanya keluarga dan jaring dukungan sosial dalam masalah kesehatan membuat perempuan buruh migran semakin tidak berdaya di luar negeri," tambahnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Pada hampir semua negara penerima buruh migran pekerja rumah tangga seperti Singapura, Malaysia, Hongkong, Taiwan, Arab Saudi, majikan langsung menyimpan paspor dan visa kerja para pekerja rumah tangga dan mereka yang bekerja di bidang hiburan. Situasi ini menyebabkan mobilitas mereka terhambat, termasuk dalam situasi darurat menyangkut kesehatannya karena tidak adanya dokumen legal di tangan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Substitusi kontrak merupakan praktik tidak tertulis pada banyak negara penerima ketika buruh migran dibayar lebih kecil dari upah yang dijanjikan dalam kontrak. Situasi ini menyebabkan perempuan mengesampingkan kebutuhan mereka akan pelayanan kesehatan dan pengobatan hanya supaya bisa mengirim uang lebih banyak ke rumah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Kebijakan pemerintah di beberapa negara, seperti Singapura, menuntut perempuan buruh migran melakukan tes kehamilan setiap enam bulan. "Peraturan ini terasa sangat rasis. Tidak ada ketentuan atau hukum yang jelas bagi pemerkosa. Sebaliknya, perempuan yang langsung dideportasi," tegas de Dios. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;De Dios memaparkan, para pemilik bar di Jepang, acapkali memaksa buruh migran yang bekerja sebagai pelayan bar untuk melayani kebutuhan seksual para pelanggan. Mereka yang, karena "pekerjaan tambahan" itu menjadi hamil, tidak diberi bantuan, malah langsung dikeluarkan. Dalam sebuah studi yang dilakukan suatu organisasi migrasi internasional ditemukan 18 persen responden dipaksa melakukan hubungan seks tanpa kondom. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Selain itu, terjadi praktik-praktik yang dilakukan majikan bersama dengan agen-agen rekrutmen untuk memindahkan perempuan dari satu tempat ke tempat lain; sesuatu yang tidak dinyatakan tertulis di dalam kontrak kerja. Dalam proses perpindahan itu, perempuan kehilangan kontrol akan kondisi kerjanya dan secara total menjadi bergantung kepada majikan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Posisi buruh migran, hambatan bahasa dan tidak adanya hukum perburuhan yang jelas, khususnya untuk buruh migran, menyebabkan para pekerja tidak bisa melakukan negosiasi untuk mendapatkan kondisi kerja yang lebih baik. Situasinya bertambah buruk karena biasanya para pemilik bisnis hiburan melibatkan sindikat kriminal seperti Yakuza dalam bisnis mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Di Timur Tengah, pekerja rumah tangga yang lari dari rumah tempatnya bekerja karena tidak tahan terhadap perlakuan kejam majikannya-termasuk upaya perkosaan-langsung dideportasi, tanpa melihat terlebih dulu duduk soalnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Menurut LSM Tenaganita dari Malaysia-LSM yang bekerja untuk buruh migran di Malaysia-sedikitnya 300 pekerja di Malaysia, sebagian besar adalah pekerja rumah tangga asal Filipina, dipenjara oleh berbagai sebab. Di tempat seperti itu pun kekerasan seksual mudah dilakukan, terbukti dengan kehamilan sejumlah perempuan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Beberapa negara penerima lain seperti Malaysia dan Thailand, melakukan tes AIDS terhadap buruh migran tanpa meminta persetujuan terlebih dulu. Mereka yang diketahui positif HIV, langsung dideportasi tanpa bantuan apa pun. Dalam kasus perempuan dan anak-anak yang diperdagangkan dan dijual ke rumah-rumah pelacuran, bantuan kemanusiaan sama sekali tidak ada. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Sekitar 2000 perempuan dan anak gadis asal Nepal yang dalam tes seperti itu diketahui terinfeksi HIV setelah dipaksa (dan ditipu) menjadi pekerja seks di sejumlah rumah bordil di India, langsung dideportasi, sementara Pemerintah Nepal menolak mengakui mereka sebagai warga negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt; &lt;center&gt; &lt;h3&gt;***&lt;/h3&gt; &lt;/center&gt; &lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;HAL paling ironis dalam abad ini barangkali bisa dilihat dari peningkatan dramatik dari standar-standar hak asasi manusia, namun pada saat bersamaan praktik-praktik yang dilakukan, baik oleh negara maupun aktor lainnya, semakin menginjak kemanusiaan manusia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Dalam isu-isu seperti ini tak ada satu pun hal yang bisa dipisahkan satu sama lain; seluruh sistem yang berpilin dalam kebudayaan, sistem dan ekonomi yang tidak memandang perempuan dan anak-anak sebagai manusia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Program intervensi telah dicoba dilakukan oleh berbagai lembaga swadaya masyarakat, di tingkat regional dipimpin oleh Asian Migrant Center (AMC) dan Migrant Forum in Asia (MFA), di antaranya program reintegrasi dan kelompok penabung, mengorganisasi para keluarga migran di tingkat akar rumput, pelatihan untuk membangun kapasitas di tingkat akar rumput dan lain-lain, selain upaya yang terus-menerus untuk mendesak pemerintah menandatangani berbagai konvensi internasional yang berkaitan dengan buruh migran. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Selain itu juga telah terbentuk Regional Conference on Migration (RCM) yang akan berfungsi sebagai lembaga strategis untuk menganalisa berbagai isu migrasi di Asia, kecenderungannya dan memformulasikan strategi ke depan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Namun, persoalan migrasi tak hanya menyangkut pergerakan manusia oleh sebab ekonomi semata. Saat ini terdapat sedikitnya tujuh hal yang menyebabkan terjadinya migrasi secara paksa, yakni konflik bersenjata, konflik etnik dan rasial, model globalisasi ekonomi pasar bebas, bencana alam dan kerusakan lingkungan, pembangunan yang menyebabkan terusirnya sejumlah penduduk dari tempat tinggal asal, penolakan terhadap demokrasi, penyalahgunaan kekuasaan, dan korupsi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Sayang, diskusi di Bangkok tidak mengupas lebih dalam masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;a href="http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0102/26/OPINI/kare30.htm"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-2231866925520870726?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/2231866925520870726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/karena-tabu-membicarakan-seksualitas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/2231866925520870726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/2231866925520870726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/karena-tabu-membicarakan-seksualitas.html' title='Karena Tabu Membicarakan Seksualitas'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-803595203968044633</id><published>2009-02-13T20:52:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T20:53:42.465-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nirmala Bonat'/><title type='text'>Nirmala Bonat Dan Opini Publik</title><content type='html'>&lt;p&gt;Apa yang saya harapkan dari kunjungan Presiden SBY ke Malaysia yang sedang berlangsung dalam kaitan dengan perbaikan nasib TKI di sana? Sangat banyak dan akan saya sampaikan pandangan mengenai akar permasalahan TKI kita di Malaysia. Saya tidak tahu ini kunjungan yang keberapa, tapi setidaknya pertemuan dengan Nirmala Bonat TKI yang mengalami penyiksaan dari majikannya mengirimkan pesan khusus kepada pemerintah Malaysia bahwa Indonesia serius dengan berbagai kasus yang menimpa TKI kita. Meminta pemerintah Malaysia memperhatikan nasib TKI adalah langkah bagus, tapi tanpa pembenahan keruwetan sejak proses rekrutmennya di tanah air seperti mendulang air terpercik muka sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-305"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di bawah ini adalah beberapa hal yang sudah sejak dulu semestinya harus dibereskan oleh pemerintah apabila ingin menjadikan pahlawan devisa bukan hanya sebagai slogan semata. Poin2 ini berdasarkan hasil studi dan wawancara yang saya lakukan dari ujung Utara Malaysia di kota Penang, Selangor, Ipoh, Melaka, hingga Djohor di Selatan.&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Benahi sistem rekrutmen di kantong2 TKI.&lt;/b&gt; Hampir semua TKI dibodohi oleh para sponsor (orang2 yang mencari TKI dan mendapatkan &lt;i&gt;fee&lt;/i&gt;) yang merupakan kepanjang tanganan PJTKI atau Pengerah Jasa Tenaga Kerja. Calon TKI dijanjikan upah tinggi, kerja enak, dan berbagai mimpi peningkatan kehidupan yang lebih layak dinegeri orang. Sponsor sudah menjalin kerjasama seperti layaknya mafia dengan aparat desa, sehingga dengan mudah mereka bisa mendapatkan kartu identitas walaupun masih di bawah umur. Dengan KTP aspal inilah yang nantinya akan dijadikan bekal untuk mendapatkan paspor. Tanpa dukungan sistem kependudukan yang masih jauh dari harapan, banyak pekerja migran yang bisa memperoleh KTP dan paspor walaupun masih di bawah umur. KTP dan paspor adalah dua tiket untuk mewujudkan impian lugu para TKI kita. Banyak diantara dari mereka yang terpaksa menggadaikan atau menjual tanah, rumah, kebun, dan sawah demi bisa menjadi TKI karena sponsor dan oknum PJTKI akan mematok tarif sesuai dengan negara tujuan. Untuk Malaysia, tarif berkisar antara 4 hingga 8 juta rupiah, suatu jumlah yang sangat besar untuk penduduk di desa yang miskin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Sertifikasikan PJTKI&lt;/b&gt;. Buat sistem sertifikasi untuk para PJTKI, bukan oleh pemerintah, tapi oleh lembaga independen yang kredibel seperti SGS / Sucofindo. Sistemnya begini, independent auditor akan melakukan audit terhadap setiap perusahaan PJTKI dari mulai sistem rekrutmen yang mereka lakukan, penampungan, hingga pemberangkatan. Semuanya harus transparan sebagaimana sebuah perusahaan ingin mendapatkan standard seperti ISO. Kalau mereka lulus, PJTKI akan diberikan semacam sertifikat yang hanya berlaku selama enam bulan sebelum diadakan audit lagi. Sertifikat ini akan dilampirkan saat proses rekrutmen hingga pemberangkatan dimana setiap airline tidak dapat menerbangkan TKI tanpa surat tersebut. Dengan sistem seperti ini diharapkan tidak sembarangan orang bisa mendirikan PJTKI karena semuanya harus melalui proses audit yang ketat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tetapkan Biaya Berdasarkan Negara Tujuan&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Secara Terbuka&lt;/b&gt;. Selama ini biaya yang yang harus dibayarkan oleh TKI ditentukan secara sepihak oleh PJTKI, sama sekali tidak ada standard yang berlaku dan diketahui oleh masyarakat secara luas. Negara tetangga kita Filipina mempunyai suatu badan POEA (Phil Overseas Employment Agency) yang menentukan standard pembiayaan yang menjadi rujuan PJTKI, dan jangan coba2 melanggar karena mereka sangat tegas dalam memberikan sanksi kepada agen yang nakal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Buat lembaga lintas departemen.&lt;/b&gt; Belajarlah dari Filipina kalau masalah TKI karena negara ini sangat menghargai buruh migran mereka. Lembaga seperti POEA di atas sengaja untuk melakukan pembelaan terhadap nasib pekerja mereka di luar negeri. Selama ini, boro2 ada koordinasi, masing2 departemen berlomba-loba untuk berebut lahan pengurusan TKI danseringkali terlambat kalau tidak bisa dikatakan pasif saat TKI bermasalah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jangan Mau Didikte Malaysia&lt;/b&gt;. Iya,karena kita punya kartu &lt;i&gt;truf &lt;/i&gt;yang sangat kuat, TKI. Sejak jaman &lt;i&gt;koeli kontrak&lt;/i&gt;, Malaysia selalu mempunyai hubungan khusus dengan TKI karena serumpun dalam masalah budaya dan bahasa. Buruh migran Indonesia merupakan mayoritas di Malaysia dan menjadi favorit para majikan di sana. Telah terbukti betapa terganggunya industri manufaktur dan perkebunan mereka pada saat terjadi pengusiran besar2an TKI ilegal. Apa yang kita harus perjuangkan ? Masalah penahan paspor, pembebasan pembayaran pajak (Levy) yang sangat memberatkan, keringanan pembayaran &lt;i&gt;Employee Provident Fund &lt;/i&gt;(EPV) atau Jamsostek, pengaturan buruh non formal seperti pembantu rumah tangga, dan pemberian pendidikan bagi para anak TKI. Sebenarnya masih banyak lagi, tapi itulah poin penting yang sering dilupakan oleh pemerintah kita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kedubes Adalah Ujung Tombak&lt;/b&gt;. Saya pernah mencari data jumlah tenaga kerja kita di sebuah negara di ASEAN, dan jawaban yang saya peroleh adalah ketiadaan data yang akurat. Yang menyebalkan, mereka menjawabnya secara malas2an dan tanpa usaha sama sekali untuk mencarikan data penting bagi studi yang saya lakukan. Itu hanya satu contoh pribadi, tapi saya menginginkan sebuah perwakilan RI yang berwibawa dalam menelaah setiap kontrak kerja yang dibuat antara majikan dengan buruh di Malaysia. Sekali lagi FIlipina sebagai contoh, setiap kotrak pekerja migran harus di setujui dulu oleh kedubes setempat. Tanpa legalisir, perusahaan lokal tidak diperbolehkan merekrut pekerja mereka. Bagus kan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Benahi Bandara&lt;/b&gt;. Ini laksana gajah dipelupuk mata dan dianggap sebagai kuman. Eksploitasi buruh migran kita seolah selalu dibiarkan dan terjadi secara kasat mata di bandara kebanggaan kita. Para TKI yang lugu dan baru mendarat akan digiring laksana domba ke Terminal 3 ketempat mereka diperas dan ditipu oleh para oknum berseragam maupun para preman. Saya sering menghela nafas saat menyaksikan mereka mulai melakukan aksinya, seperti disuruh menukar valas dengan kurs yang jauh dari harga resmi, diperas di tengah jalan untuk dimintai ongkos yang tidak masuk akal, dan berbagai pungutan yang menyesakan dada. Kalau membereskan bandara saja tidak bisa, bagaimana mau memimpin bangsa ini?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Perjanjian Bilateral Dengan Malaysia&lt;/b&gt;. Saya tidak tahu agenda apa yang dibicarakan oleh Presiden SBY dengan PM Abdullah Badawi dalam kaitan dengan TKI. Sekali lagi ini kesempatan dalam memuluskan butir2 perjanjian kerjasama yang lebih transparan antara kedua negara. Perjanjian ini tentu akan memuat butir2 hak dan kewajiban TKI beserta kedua negara yang hingga saat ini entah bagaimana nasibnya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Masih banyak persoalan yang harus dibenahi terutama di tanah air. Percuma selalu menyalahkan Malaysia apabila kita tidak mau serius memberesi kisruh di rumah sendiri dulu. Sistem apapun boleh dibuat, tapi tanpa goodwill yang kuat akan muncul Nirmala lain di banyak negara dan saya hanya bisa ngenes akan kebodohan negara ini mengurus TKI.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://mypotret.wordpress.com/2008/01/12/nirmala-bonat/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-803595203968044633?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/803595203968044633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/nirmala-bonat-dan-opini-publik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/803595203968044633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/803595203968044633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/nirmala-bonat-dan-opini-publik.html' title='Nirmala Bonat Dan Opini Publik'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-9088956688001318086</id><published>2009-02-13T20:51:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T20:52:33.368-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nirmala Bonat'/><title type='text'>Nirmala Bonat Terbang ke Jakarta Selasa Malam</title><content type='html'>Kuala Lumpur (ANTARA News) - Nirmala Bonat Selasa malam (15/1) terbang ke Jakarta untuk selanjutnya pulang kampungnya di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sambil menunggu panggilan atau keputusan pengadilan Kuala Lumpur, kata Kuasa Usaha Ad-Interim KBRI Kuala Lumpur Tatang B Razak.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;"Malam ini terbang ke Jakarta. Besok siang, Rabu (16/1) akan bertamu ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebelum terbang ke Kupang," kata Tatang, di Kuala Lumpur, Selasa.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pemulangan Nirmala merupakan realisasi dari janji presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika menemuinya di sebuah hotel di Kuala Lumpur. Presiden langsung menemui Nirmala begitu masuk hotel dalam kunjungan kerja konsultasi tahunan dengan PM Malaysia Abdullah Badawi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Nirmala telah menerima kembali paspornya setelah Hakim Akhtar Tahir menerima ke empat tuduhan jaksa Raja Rozela kepada majikan Nirmala, Yim Pek Ha, Kamis (3/1) atas dakwaan melakukan penyiksaan dengan cara menyeterika badan Nirmala, menyiram air panas, memukul dengan hanger dan gelas yang menyebabkan luka para serius.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Nirmala bekerja pada majikannya itu mulai September 2003 hingga Mei 2004. Namun pada suatu hari tahun 2004, petugas sekuriti di Kondomonium Villa Putra, Kuala Lumpur, tempat Yim Pek Ha tinggal, menemukan Nirmala sedang menangis dengan luka-luka parah.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Petugas sekuriti itu kemudian membawa Nirmala ke kantor polisi Dang Wangi yang akhirnya penyiksaan itu membuat gempar di Malaysia dan Indonesia serta dunia internasional. Nirmala dan kerajaan Malaysia menyeret Yim Pek Ha ke pengadilan Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Walau telah menerima semua tuduhan jaksa dan menyatakan Nirmala telah terbukti disiksa majikannya, hakim Akhtar memberikan hak bagi tersangka untuk membela diri dan diperkirakan vonis hukuman akan ditetapkan pada Mei 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.antara.co.id/arc/2008/1/15/nirmala-bonat-terbang-ke-jakarta-selasa-malam/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-9088956688001318086?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/9088956688001318086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/nirmala-bonat-terbang-ke-jakarta-selasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/9088956688001318086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/9088956688001318086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/nirmala-bonat-terbang-ke-jakarta-selasa.html' title='Nirmala Bonat Terbang ke Jakarta Selasa Malam'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-1982388900177286550</id><published>2009-02-13T20:50:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T20:51:40.932-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nirmala Bonat'/><title type='text'>Nirmala Bonat ” Puas Dengan Putusan Pengadilan Malaysia”</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;Kupang ( Berita ) : &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Seorang TKW asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban penyiksaan oleh majikannya Nirmala Bonat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mengatakan sangat puas dengan putusan pengadilan Malaysia yang menjatuhkan hukuman penjara 18 tahun kepada bekas majikannya, Yim Pek Ha (40) di Kuala Lumpur, Kamis (27/11).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-15200"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;“Saya puas mendengar putusan tersebut meski hanya 18 tahun dari tuntutan 68 tahun penjara. Perjuangan bertahun-tahun oleh KBRI di Kuala Lumpur dan para konsultan hukum akhirnya membuahkan hasil dengan menjatuhkan hukuman penjara kepada bekas majikan saya,” kata Nirmala Bonat melalui telepon genggamnya di Kupang, Jumat [28/11].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;Ketika dihubungi, Nirmala Bonat, bekas TKW yang mengalami penyiksaan hebat dari majikannya dengan menyeterika tubuhnya serta disiram dengan air panas, sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya PT Asuransi Bumi Putra Kupang menuju rumahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;“Hukuman penjara 18 tahun itu sudah cukup setimpal dengan perbuatan Yim Pek Ha kepada saya ketika menjadi pembantu rumah tangga di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Jika tidak ada tuntutan ganti rugi atas penyiksaan tersebut, mungkin hukumannya tetap 68 tahun penjara,” ujar Nirmala, wanita asal Timor Tengah Selatan (TTS) itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;Pengadilan Malaysia di Kuala Lumpur, Kamis sore, menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara kepada majikan Nirmala Bonat, Yim Pek Ha (40), karena terbukti melakukan penyiksaan terhadap pembantu rumah tangga asal NTT itu dengan menggunakan setrika dan air panas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;Pengacara Yim Pek Ha, Akbardin Abdul Kader sebagaimana dilaporkan Wartawan Kuala Lumpur, mengatakan, hukuman yang dijatuhkan kepada kliennya terlalu berat, padahal kasusnya hanya penyiksaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;“Kami akan mengajukan banding dan memohon tahanan luar jika proses naik banding berjalan,” katanya menambahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;Ketua Asosiasi Pengerah Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) NTT,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Abraham Paul Lianto yang setia menemani Nirmala Bonat selama proses hukum berlangsung mengatakan, apa yang diputuskan pengadilan Malaysia sudah cukup adil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;“Proses hukum perkara Nirmala Bonat memakan waktu sekitar 4,6 tahun. Sebuah perjalanan yang sangat melelahkan, tetapi akhirnya dapat membuahkan hasil meski majikan Nirmala Bonat hanya dijatuhi hukum penjara 18 tahun,” kata Lianto ketika dihubungi ANTARA secara terpisah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;“Saya sangat berterima kasih kepada KBRI di Kuala Lumpur dan para konsultan hukum Nirmala Bonat dalam memroses perkara ini. Kami sudah pesimis, kasus ini akan hilang karena suami Yim Pek Ha adalah seorang pengurus partai politik di negeri jiran itu,” ujarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;Menurut dia, hukuman yang dijatuhkan pengadilan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; itu merupakan cambuk bagi para majikan di negara itu yang suka menyiksa para pembantu dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial;"&gt;Nirmala Bonat sudah sembuh dari sebuah derita yang panjang akibat penyiksaan yang dilakukan oleh majikannya ketika menjadi pembantu rumah tangga di keluarganya Yap Pek Ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://beritasore.com/2008/11/28/nirmala-bonat-puas-dengan-putusan-pengadilan-malaysia/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-1982388900177286550?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/1982388900177286550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/nirmala-bonat-puas-dengan-putusan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/1982388900177286550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/1982388900177286550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/nirmala-bonat-puas-dengan-putusan.html' title='Nirmala Bonat ” Puas Dengan Putusan Pengadilan Malaysia”'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-7402612850035659481</id><published>2009-02-13T20:49:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T20:50:27.088-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nirmala Bonat'/><title type='text'>Presiden Temui Nirmala Bonat</title><content type='html'>&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Jakarta, Kompas - Presiden didampingi Ny Ani Yudhoyono dan puluhan anggota rombongan berangkat menuju Kuala Lumpur, Malaysia, dengan pesawat kepresidenan dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/1). Setiba di Kuala Lumpur, Presiden pertama-tama menemui Nirmala Bonat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Nirmala Bonat (23) adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang saat ini tengah menuntut keadilan di pengadilan Malaysia terkait penganiayaan yang dilakukan majikannya asal Malaysia tahun 2004. Penganiayaan yang diderita Nirmala antara lain disiram air panas, disetrika tubuhnya, dan dipukul dengan cawan besi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;"Sesampai di Kuala Lumpur, Presiden akan menemui Nirmala Bonat untuk bertanya kemajuan kasusnya. Tujuan Presiden SBY adalah minta perhatian serius Malaysia melindungi warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia sebagaimana kita melindungi warga Malaysia di Indonesia," ujar juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng di Halim Perdanakusuma. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Untuk menemui Nirmala Bonat, Presiden memajukan rencana kunjungannya ke Malaysia satu hari. Rencana sebelumnya, Presiden akan berkunjung ke Malaysia selama dua hari, 11-12 Januari 2008. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Presiden dan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi antara lain juga akan membicarakan masalah perbatasan, kebudayaan, perdagangan, dan perekonomian secara umum. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Karena sifat kunjungannya informal dan hanya ke Malaysia sebagai bagian dari &gt;small 2&lt;asean&gt;small 0&lt;, Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak ikut mengantar keberangkatan Presiden di Bandara Halim Perdanakusuma. "Dalam aturan kita, untuk kunjungan informal dan ke negara &gt;small 2&lt;asean&gt;small 0&lt;, Wapres tidak mengantar," ujar Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, usai mengantar Presiden.  &lt;/asean&gt;&lt;/asean&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Kunjungan balasan&lt;/strong&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Kunjungan ke Malaysia merupakan agenda tahun 2007 yang tidak bisa direalisasikan pada Desember 2007 karena Presiden sedang sibuk dengan agenda Konferensi tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) di Bali. Kunjungan ke Malaysia merupakan balasan atas kunjungan Badawi ke Bukittinggi, Sumatera Barat, 2006. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Menurut Andi, Presiden akan mengangkat permasalahan klaim Malaysia atas sejumlah hasil budaya Indonesia yang menjadi perhatian publik di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;"Pak Lah (PM Badawi) sudah mengerti perhatian kita ke soal itu dan tugas Presiden menyampaikannya dengan bahasa yang baik," ujar Andi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Sejumlah menteri yang mendampingi Presiden antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Boediono, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, dan Kepala Polri Jenderal Sutanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0801/11/Politikhukum/4154846.htm"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-7402612850035659481?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/7402612850035659481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/presiden-temui-nirmala-bonat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/7402612850035659481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/7402612850035659481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/presiden-temui-nirmala-bonat.html' title='Presiden Temui Nirmala Bonat'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-3387701232536287</id><published>2009-02-13T20:48:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T20:49:36.499-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nirmala Bonat'/><title type='text'>Terdakwa Penganiaya Nirmala Bonat Tidak Hadiri Sidang</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;b&gt;TEMPO &lt;i&gt;Interaktif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;: Yim Pek Ha, terdakwa penganiaya seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia, Nirmala Bonat, tidak dapat hadir dalam persidangan pertama kasus tersebut yang berlangsung di Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur. "Dia (Yim Pek Ha) tidak dapat hadir karena sakit asma,” ujar Kepala Bidang Konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur Supeno Sahid saat dihubungi Tempo News Room melalui telepon genggamnya, Senin (26/7). Dia menambahkan, sejak Sabtu (24/7) Yim Pek Ha dirawat di ruang gawat darurat, Damansara Specialist Hospital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Supeno mengungkapkan, agenda sidang pada hari ini adalah mendengarkan keterangan dari terdakwa. Karena terdakwa tidak hadir, kata dia, Hakim Akhtar bin Tahir, menunda persidangan sampai Selasa (27/7) pukul 09:00 waktu setempat. "Sidang hari ini hanya berlangsung selama kurang lebih 15 menit," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menerangkan, sidang hari ini dihadiri Jaksa Penuntut Umum Ahmad Baci, dua orang pengacara terdakwa, Jagjit Singh dan Manjit Singh, dan pengacara Nirmala, Wong Swee-Min. Selain itu, lanjut dia, hadir pula seorang wanita yang mengaku sepupu Nirmala dan tinggal di negara bagian Perak, Aminah Agus. "Tapi dia sudah berganti nama menjadi Premina Agus," jelas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah persidangan dibuka, Supeno menceritakan, pengacara terdakwa menyerahkan surat keterangan dari dokter Hong. Isi surat itu, kata dia, menyatakan bahwa terdakwa Yim Pek Ha tidak dapat hadir di persidangan karena penyakit asmanya kambuh dan diharuskan menginap di rumah sakit sampai sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan pertimbangan selama kurang lebih lima menit, Hakim Akhtar bin Tahir memutuskan sdiang dilanjutkan esok hari. Dia mengatakan, hakim memutuskan agenda persidangan besok adalah Jaksa Baci harus menghadirkan dokter Hong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alasan menderita penyakit tekanan darah tinggi, Yim Pek Ha sudah menjalani tahanan kota setelah dibebaskan dengan uang jaminan sebesar 85 ribu ringgit dari Penjara Wanita, Selangor, Senin (19/7). Yim Pek Ha didakwa melakukan penganiayaan terhadap Nirmala Bonat dengan menggunakan setrika panas, air mendidih, dan cawan yang terbuat dari besi. Dia diancam hukuman maksimal 80 tahun penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2004/07/26/brk,20040726-48,id.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-3387701232536287?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/3387701232536287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/terdakwa-penganiaya-nirmala-bonat-tidak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/3387701232536287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/3387701232536287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/terdakwa-penganiaya-nirmala-bonat-tidak.html' title='Terdakwa Penganiaya Nirmala Bonat Tidak Hadiri Sidang'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-5559148302452416786</id><published>2009-02-13T20:45:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T20:46:14.249-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nirmala Bonat'/><title type='text'>Keputusan Hakim atas Kasus Nirmala Bonat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada tanggal 3 Januari 2008, bertempat di Mahkamah Sesyen Kuala Lumpur, Hakim Akhtar Tahir telah memutuskan bahwa Yim Pek Ha, mantan majikan sekaligus tertuduh penganiayaan atas Pembantu Rumah Tangga asal Indonesia, Nirmala Bonat dinyatakan bersalah. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;div align="justify"&gt;Proses hukum selanjutnya memasuki tahap mendengarkan keterangan dari saksi yang akan dihadirkan pihak Terdakwa. Hakim memberi waktu selama 3 (tiga) bulan kepada pembela Terdakwa untuk menghadirkan saksi dan pada bulan Mei 2008, Hakim akan menjatuhkan putusan akhir terhadap kasus ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hakim menyatakan bahwa kecederaan Nirmala seperti yang dibuktikan dalam foto-foto yang diambil pada tanggal 17 Mei 2004 merupakan tindakan yang disengaja Terdakwa. Hal ini ditambah dengan konsistensi pernyataan Nirmala bahwa satu-satunya pelaku adalah terdakwa. Hakim berpandangan bahwa ini merupakan fakta yang ‘tidak dapat dipertikaikan’.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berdasarkan Seksyen 320 Kanun Keseksaan, Terdakwa Yim Pek Ha terancam dikenai hukuman penjara maksimal 20 tahun, denda atau cambuk jika terbukti bersalah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kedutaan Besar menyambut baik keputusan Mahkamah Sesyen sebagai keputusan yang memenuhi rasa keadilan masyarakat serta siap untuk menghadapi proses hukum selanjutnya. Diharapkan putusan akhir dapat segera dijatuhkan secara adil dan menghukum Terdakwa. Dengan demikian, efek jera terhadap para majikan yang melakukan penganiayaan terhadap Pembantu Rumah Tangga, khususnya dari Indonesia yang sering terjadi di Malaysia akan berdampak luas, sehingga kasus-kasus serupa tidak terulang di masa yang akan datang.  (Sumber: KBRI Kuala Lumpur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=6522&amp;amp;Itemid=683"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-5559148302452416786?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/5559148302452416786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/keputusan-hakim-atas-kasus-nirmala.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/5559148302452416786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/5559148302452416786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/keputusan-hakim-atas-kasus-nirmala.html' title='Keputusan Hakim atas Kasus Nirmala Bonat'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-2717559382663873659</id><published>2009-02-13T20:44:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T20:45:25.723-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nirmala Bonat'/><title type='text'>Tragedi Nirmala Bonat</title><content type='html'>Kasus penganiayaan terhadap Nirmala Bonat hanya puncak&lt;br /&gt;gunung es dari problem yang dihadapi tenaga kerja&lt;br /&gt;Indonesia di luar negeri. Dan meski penganiayaan itu&lt;br /&gt;melibatkan unsur kriminal majikannya di Malaysia,&lt;br /&gt;problem utama sebenarnya terletak pada Pemerintah&lt;br /&gt;Indonesia—-khususnya Departemen Tenaga Kerja dan&lt;br /&gt;Departemen Luar Negeri. Kinerja Pemerintah Indonesia&lt;br /&gt;dalam melindungi warga negaranya yang berkeja di luar&lt;br /&gt;negeri masih terlalu minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Nirmala mendominasi pemberitaan media baik di&lt;br /&gt;Malaysia maupun Indonesia akhir pekan ini. Koran di&lt;br /&gt;Malaysia sendiri menyebut ini sebagai salah satu kasus&lt;br /&gt;paling brutal yang menimpa tenaga kerja asal&lt;br /&gt;Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini menarik mengingat peristiwanya terungkap&lt;br /&gt;hanya dua pekan setelah Menteri Tenaga Kerja Indonesia&lt;br /&gt;Jacob Nuwa Wea menandatangani nota kesepahaman dengan&lt;br /&gt;rekannya dari Malaysia, Datuk Wira Fong Chan Oan,&lt;br /&gt;tentang penempatan tenaga kerja Indonesia di Malaysia.&lt;br /&gt;Nota kesepahaman itu dianggap sebagai “landmark”, atau&lt;br /&gt;sebuah perjanjian penting, yang meliputi perlindungan&lt;br /&gt;lebih baik terhadap tenaga kerja kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berharap nota kesepahaman itu bisa memberi&lt;br /&gt;keadilan kepada Nirmala, dan mencegah peristiwa serupa&lt;br /&gt;berulang. Namun, upaya jauh lebih besar nampaknya&lt;br /&gt;harus dilakukan pemerintah dari sekedar membuat&lt;br /&gt;perjanjian bilateral dan menuntut negeri lain&lt;br /&gt;melindungi tenga kerja kita. Tanggungjawab utama&lt;br /&gt;perlindungan tenaga kerja terletak pada pemerintah&lt;br /&gt;kita sendiri—-eksekutif maupun legislatif. Beberapa&lt;br /&gt;kasus belakangan ini menunjukkan pemerintah belum&lt;br /&gt;berbuat serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan Nirmala menunjukkan bahwa layanan yang&lt;br /&gt;paling dasar pun sebenarnya belum dipenuhi. Nirmala&lt;br /&gt;mengaku telah memperoleh pengakuan buruk sejak&lt;br /&gt;beberapa bulan lalu, namun “tidak tahu kemana harus&lt;br /&gt;mengadu”. Ini artinya dia, dan juga banyak tenaga&lt;br /&gt;kerja lain, tidak dibekali pengetahuan dasar yang&lt;br /&gt;memadai tentang hak-haknya sebelum berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan pengetahuan dasar. Kasus lain menunjukkan&lt;br /&gt;bahwa instansi yang paling berwenang, yakni Direktorat&lt;br /&gt;Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum&lt;br /&gt;Indonesia, Departemen Luar Negeri, tidak punya pusat&lt;br /&gt;informasi dengan data akurat tentang tenaga kerja ini.&lt;br /&gt;Keterlambatan selama berbulan-bulan pengiriman dua&lt;br /&gt;jenasah tenaga kerja Indonesia yang meninggal di&lt;br /&gt;Yordania adalah buktinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan kerja di luar negeri jelas membantu&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia yang kini dihadapkan pada&lt;br /&gt;tinggginya tingkat pengangguran di dalam negeri.&lt;br /&gt;Tenaga kerja yang keluar juga menjadi sumber devisa&lt;br /&gt;lewat pajak yang disedot dari keringat mereka. Meski&lt;br /&gt;mereka umumnya pekerja rendahan, menjadi pembantu&lt;br /&gt;rumah tangga misalnya, mereka sebenarnya layak disebut&lt;br /&gt;pahlawan. Tapi, perlakukan pemerintah kita terhadap&lt;br /&gt;mereka masih sangat buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya pemerintah dari sayap eksekutif yang harus&lt;br /&gt;bekerja keras. Para anggota dewan pun mesti lebih&lt;br /&gt;peduli. Para wakil rakyat itu mesti segera menuntaskan&lt;br /&gt;pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang&lt;br /&gt;Perlindungan Tenaga Kerja ke Luar Negeri. Selama ini,&lt;br /&gt;pengaturan pengaturan penempatan mereka hanya&lt;br /&gt;didasarkan pada Keputusan Menteri atau perjanjian&lt;br /&gt;bilateral setingkat menteri belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://fgaban.blogspot.com/2004/06/tragedi-nirmala-bonat.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-2717559382663873659?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/2717559382663873659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/tragedi-nirmala-bonat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/2717559382663873659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/2717559382663873659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/tragedi-nirmala-bonat.html' title='Tragedi Nirmala Bonat'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-7563269385172069413</id><published>2009-02-13T20:40:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T20:44:13.955-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nirmala Bonat'/><title type='text'>Nirmala Bonat Kecewa Pengadilan Malaysia</title><content type='html'>&lt;div class="f_18"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                               &lt;div class="back_gray fleft m5_rb"&gt;    &lt;div&gt;&lt;img src="http://www.inilah.com/data/berita/foto/65592.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div class="m5"&gt;Nirmala Bonat&lt;br /&gt;(&lt;i&gt;Ist&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;                                            &lt;p&gt;&lt;b&gt;INILAH.COM, Kupang - Nirmala Bonat (24), TKI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mendapat penyiksaan di Malaysia beberapa tahun lalu, menyatakan kecewa dengan kebijakan Pengadilan Malaysia yang mengizinkan tahanan luar terhadap bekas majikannya Yim Pek Ha (40) dari penjara negara itu.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Saya sangat puas ketika mendengar kabar bahwa pengadilan Malaysia sudah menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara kepada Yim Pek Ha tetapi setelah itu merasa sangat kecewa karena mengabulkan izin tahanan luar atas bekas majikannya itu. Ini sama halnya dengan tidak dipenjara karena sudah memberi uang jaminan," kata Nirmal di Kupang, Senin (1/12).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Yim Pek Ha divonis hukuman penjara 18 tahun oleh pengadilan Malaysia pada Kamis (27/11) lalu karena terbukti menyeterika tubuh Nirmala Bonat serta menyiramnya dengan air panas ketika bekerja sebagai pembantu rumah tangga.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun, hakim Akhtar Tahir yang menjatuhkan vonis penjara terhadap Yim Pek Ha menyetujui tahanan luar setelah keluarga terhukum memberikan uang jaminan 200.000 ringgit atau sekitar Rp 660 juta, dan mengeluarkan Yim Pek Hak dari penjara wanita Kajang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hakim Akhtar Tahir, menurut Kantor Berita Bernama, akhirnya menyetujui tahanan luar tersebut karena pengacara terhukum juga mengajukan banding ke Mahkamah Rayuan atau semacam Pengadilan Tinggi di Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut UU Malaysia, seorang terpidana punya hak untuk mengajukan banding ke Mahkamah Rayuan hingga ke Mahkamah Agung.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nirmala Bonat mengatakan, setelah mendengar kabar bahwa bekas majikannya mendapat izin tahanan luar dari pengadilan Malaysia, ia langsung mengirim pesan singkat (SMS) ke pihak KBRI di Kuala Lumpur untuk meminta ganti rugi material atas penyiksaan yang dialaminya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Saya sudah kirim SMS ke pak Teguh dan pak Tatan di KBRI Kuala Lumpur, namun belum juga ada jawaban sampai sekarang soal ganti rugi material dimaksud," kataa wanita kelahiran Desa Tuapakas, Timor Tengah Selatan (TTS) pada 27 Agustus 1984.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut dia, ganti rugi material atas dirinya dari majikan tersebut harus di atas 200.000 ringgit karena bisa diizinkan untuk tahanan luar setelah memberi uang jaminan sebesar 200.000 ringgit.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Soal ganti rugi material memang belum kami bicarakan dengan pihak KBRI dan para konsultan hukum, tetapi yang pantasnya harus di atas angka 200.000 ringgit," kata anak pertama dari dua bersaudara pasangan Daniel Bonat dan Martha Toni itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Wakil Dubes RI untuk Malaysia Tatang B Razak mengatakan, KBRI akan berjuang terus agar rasa keadilan yang sudah diterima Nirmala Bonat tetap terus digenggam.&lt;/p&gt;  "Para konsultan hukum Nirmala Bonat akan mengajukan gugatan ganti rugi atas penyiksaan itu ke Pengadilan Perdata di Kuala Lumpur," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.inilah.com/berita/politik/2008/12/01/65592/nirmala-bonat-kecewa-pengadilan-malaysia/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-7563269385172069413?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/7563269385172069413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/nirmala-bonat-kecewa-pengadilan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/7563269385172069413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/7563269385172069413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/nirmala-bonat-kecewa-pengadilan.html' title='Nirmala Bonat Kecewa Pengadilan Malaysia'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-5213715367445782166</id><published>2009-02-13T19:22:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T19:30:19.237-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dalam Negeri'/><title type='text'>TKW True Love</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SZY6n9TJnaI/AAAAAAAAA8M/hHhqRORernE/s1600-h/kinaryoshi-20081105-013-budi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 100px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SZY6n9TJnaI/AAAAAAAAA8M/hHhqRORernE/s200/kinaryoshi-20081105-013-budi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302490069419531682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi film yang mengangkat tema Tenaga Kerja Wanita dari Indonesia.Selama ini, tak banyak film yang mengangkat soal kehidupan TKW. Kali ini sebuah film bertajuk &lt;i&gt;TKW TRUE LOVE&lt;/i&gt; diluncurkan yang mengisahkan tentang lika-liku kehidupan TKW. Film baru ini mendapuk &lt;a href="http://selebriti.kapanlagi.com/kinaryosih" title="Lihat Biografi Kinaryosih" class="bluelink"&gt;&lt;b&gt;Kinaryosih&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; sebagai tokoh utamanya. Pemotongan tumpeng untuk launching film ini dilakukan oleh menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Eman Soeparno, di Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (04/11).&lt;p&gt;Film yang naskahnya ditulis Joel Bahar dan Menteri Daerah Tertinggal, Ir. H.M Lukman Edy, Msi ini merupakan hasil kerjasama Joel Bahar Vitrya Music dan Film Industry dengan Departemen Tenaga Kerja dan transmigrasi serta Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Film ini akan mengambil lokasi syuting di daerah Pantura, Hong Kong dan di beberapa negara Timur Tengah. Proses pembuatan film ini sedianya bakal mulai syuting pada akhir November ini dan sesuai jadwal bakal ditayangkan Maret 2009 nanti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SZY6u4U699I/AAAAAAAAA8U/Ne-Eqy4sHtk/s1600-h/kinar_d.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 285px; height: 350px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SZY6u4U699I/AAAAAAAAA8U/Ne-Eqy4sHtk/s400/kinar_d.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302490188343867346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Di film ini &lt;b&gt;Kinaryoshi&lt;/b&gt; berperan sebagai Lasty, seorang TKW dari daerah terpencil di Pacitan, Jawa Timur. Lasty pergi menjadi TKW ke Hong Kong semata-mata karena ingin memperbaiki kehidupan ekonomi keluarganya. Di dalam perjalanannya Lasty jatuh cinta kepada Ricky sukarelawan dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang bertugas memberikan penyuluhan kepada buruh migran. Film ini menyuguhkan lika-liku kehidupan Lasty sebagai seorang TKW dan kisah cintanya bersama Ricky.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-5213715367445782166?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/5213715367445782166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/tkw-true-love.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/5213715367445782166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/5213715367445782166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/tkw-true-love.html' title='TKW True Love'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SZY6n9TJnaI/AAAAAAAAA8M/hHhqRORernE/s72-c/kinaryoshi-20081105-013-budi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-1917316308630306316</id><published>2009-02-12T19:51:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T19:52:02.438-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fakta'/><title type='text'>Purwanti, Kisah Sedih Seorang TKW</title><content type='html'>&lt;div class="main"&gt;  &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Purwanti, Ini bukanlah judul sinetron semacam Intan, Wulan, Mawar, Candy, Soleha, Aisya, Entong ataupun Eneng. Purwanti adalah nama seorang wanita dari Lampung, cantik iya, tapi sungguh ironis kehidupannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dimulai ketika saya bertandang ke rumah salah seorang teman saya, Mas Deddy di daerah Kebagusan Ragunan. Mas Deddy memperlihatkan foto-foto ketika dia ke Hongkong, dalam rangka menjenguk, mengadvokasi, dan membantu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;para TKW yang sedang “bermasalah”.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Kemudian saya terpaku dengan sosok perempuan muda, cantik, putih dan berjilbab. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Ini siapa, Mas?”&lt;/em&gt; tanya saya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Oh itu, Namanya Purwanti, dari Lampung&lt;/em&gt;” Jawab Mas Deddy&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Umurnya berapa&lt;/em&gt;” tanya saya lagi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Sekitar 25an lah, emang kenapa, San? Cantik ya&lt;/em&gt;?” Mas Deddy balik nanya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Iya…”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Mas Deddy-pun bercerita….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Diceritakan Purwanti adalah salah seorang TKW dari Indonesia yang bekerja di Hongkong. Purwanti kalau bekerja di majikannya lepas jilbab, majikan dia melarang Purwanti mengenakan jilbab, ironisnya Purwanti sholat di kamar mandi (atau tempat tak layak lain, itupun selagi ada kesempatan) majikan Purwanti sangat sangat melarang Purwanti untuk sholat. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Tapi ketika dia keluar rumah untuk bertemu dengan teman-teman TKW lain, Purwanti mengenakan jilbab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;”&lt;em&gt;Terakhir aku ketemu dia, dia lagi ada masalah dengan tuannya lhoo…”&lt;/em&gt; Tambah Mas Deddy, ”&lt;em&gt;Selain itu dia juga sering membantu BMI (bahasa lain TKW di Hongkong) lain yang sedang bermasalah&lt;/em&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Itulah gambaran kecil tentang TKW di luar sana, mungkin ini bukanlah cerita baru, tapi kali ini saya baru dengar dari teman saya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Apalagi beberapa hari kemarin, ketika saya di Angkot D.01 (Bayoran – Ciputat) saya mendengar dari mantan TKW sendiri, sebut saja Winda. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Winda 15 bulan di Malaysia, 3 Bulan bekerja, 12 bulan dia berusaha melarikan diri dari majikan dan kembali ke Indonesia. Saya diperlihatkan bekas lukanya di lengan kanannya, goresan merah yang masih nampak jelas jahitannya. Winda dianiaya majikannya karena dia memakai sarung tangan ketika mengiris daging babi. Majikannya marah dan menggores tangan Winda dengan pisau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Itulah salah dua dari contoh TKW-TKW. Saya kemudian membayangkan tidak hanya Winda dan Purwanti yang mengalamai kejadian itu, bahkan lebih parah. Bagaimana tanggapan Pemerintah tentang TKW ini? Sudah bukan hal yang baru ketika TKW pulang kembali ke Indonesia karena dianiaya majikan, bahkan pulang ke Indonesia tinggal dikubur aja, &lt;em&gt;Astaghfirullah….&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-1917316308630306316?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/1917316308630306316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/purwanti-kisah-sedih-seorang-tkw.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/1917316308630306316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/1917316308630306316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/purwanti-kisah-sedih-seorang-tkw.html' title='Purwanti, Kisah Sedih Seorang TKW'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-3973997504844564083</id><published>2009-02-12T19:48:00.001-08:00</published><updated>2009-02-12T19:49:31.416-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain Lain'/><title type='text'>TKW Palsukan Umur</title><content type='html'>&lt;img src="http://arsip.pontianakpost.com/images/BOKSTkw-f.jpg" alt="MELAPOR : Laelathul Mukaromah melaporkan penganiayaan dirinya ke Poltabes. Foto Jumadi/Pontianak Post" align="left" border="1" vspace="2" /&gt;    &lt;span style="color: rgb(0, 102, 153);"&gt;&lt;b&gt;Pontianak,-&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  Kisah duka menambah rentetan catatan kelam para Tenaga Kerja Indonesia di negeri Jiran. Bocah belasan tahun, asal Jawa Barat, memalsukan usianya untuk bekerja sebagai buruh migran. Alasan klasik, memperbaiki kehidupan dan membantu meringankan beban orangtua kembali terdengar. Untung tak dapat diraih, buntung tangan didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Aseanty W Pahlevi, Pontianak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAELATHUL Mukaromah kini hanya bisa merenungi nasibnya. Saat ditemui, dia hanya banyak diam. Matanya sesaat kosong, dan lebih kerap menekuri lantai. Dia lebih sibuk membuat goresan maya di lantai Poltabes Pontianak, ketimbang memperhatikan beberapa pewarta dan polisi dihadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bibirnya, bocah yang mengaku baru berusia 14 tahun tersebut, terungkap kedatangannya ke Brunai Darussalam sebagai TKW, berkat bantuan seorang agen. Lantaran usianya yang tidak sesuai paspor, masuknya Laela terindikasi illegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menggunakan visa kunjungan untuk sampai ke Brunai Darussalam. Sang agen, yang saat ini tengah dicari keberadaannya oleh pihak kepolisian, Laela dijanjikan gaji sebesar $200 Brunai setiap bulannya. Tergiur bayaran yang besar, Laela pun menyanggupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laela pun bekerja sebagai pembantu di salah satu keluarga di sana. Walau berat, Laela yang terbiasa dengan pekerjaan kasar di rumah, kini dihadapkan dengan seperangkat alat elektronik. Berat dirasa, namun keletihan dan sakit hati akibat perlakuan majikan, kerap terpupus jika ingat kampung halaman. Laela pun menguatkan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu ketika. Medio Maret 2007, Laela disuruh sang majikan untuk memotong rumput, pukul 11.00 waktu setempat. Karena banyak kerjaan, Laela baru memotong beberapa saat kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hal ini mengundang murka sang majikan. Tak puas hanya mengomeli Laela, sang majikan membabi buta mengambil gunting pemotong rumput. “Majikan marah dan memotong jari tengah saya dengan gunting pemotong rumput,” kenang korban dengan muka tertunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ayal, Laela menjerit-jerit kesakitan. Si majikan tampaknya tak juga terbit belas ibanya. Laela malah dibiarkan mengerang seraya memegang jari yang telah berlumuran darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah saat itu, tetangga sang majikan bersedia membawanya ke rumah sakit. “Jari saya itu dimasukan ke dalam botol oleh rumah sakit Brunai, tapi lupa saya bawa,” timpal korban, ketika ditanya apakah ada upaya penyambungan jarinya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laela pun memutuskan berhenti. Malang tak hanya sampai disini merundungnya. Upah letihnya selama delapan bulan bekerja, juga tak dibayarkan. Ketika mau pulang, Laela hanya diberi ongkos ke Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasat Reskrim Poltabes Pontianak, Kompol Sekar Maulana, mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan Komnas HAM dan Komisi Perlindungan Anak Daerah Kalbar. “Jika memungkinkan, kita akan membawa kasus ini hingga ke Brunai, agar korban mendapatkan keadilan,” tambahnya.**&lt; Kisah duka menambah rentetan catatan kelam para Tenaga Kerja Indonesia di negeri Jiran. Bocah belasan tahun, asal Jawa Barat, memalsukan usianya untuk bekerja sebagai buruh migran. Alasan klasik, memperbaiki kehidupan dan membantu meringankan beban orangtua kembali terdengar. Untung tak dapat diraih, buntung tangan didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Aseanty W Pahlevi, Pontianak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAELATHUL Mukaromah kini hanya bisa merenungi nasibnya. Saat ditemui, dia hanya banyak diam. Matanya sesaat kosong, dan lebih kerap menekuri lantai. Dia lebih sibuk membuat goresan maya di lantai Poltabes Pontianak, ketimbang memperhatikan beberapa pewarta dan polisi dihadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bibirnya, bocah yang mengaku baru berusia 14 tahun tersebut, terungkap kedatangannya ke Brunai Darussalam sebagai TKW, berkat bantuan seorang agen. Lantaran usianya yang tidak sesuai paspor, masuknya Laela terindikasi illegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menggunakan visa kunjungan untuk sampai ke Brunai Darussalam. Sang agen, yang saat ini tengah dicari keberadaannya oleh pihak kepolisian, Laela dijanjikan gaji sebesar $200 Brunai setiap bulannya. Tergiur bayaran yang besar, Laela pun menyanggupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laela pun bekerja sebagai pembantu di salah satu keluarga di sana. Walau berat, Laela yang terbiasa dengan pekerjaan kasar di rumah, kini dihadapkan dengan seperangkat alat elektronik. Berat dirasa, namun keletihan dan sakit hati akibat perlakuan majikan, kerap terpupus jika ingat kampung halaman. Laela pun menguatkan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu ketika. Medio Maret 2007, Laela disuruh sang majikan untuk memotong rumput, pukul 11.00 waktu setempat. Karena banyak kerjaan, Laela baru memotong beberapa saat kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hal ini mengundang murka sang majikan. Tak puas hanya mengomeli Laela, sang majikan membabi buta mengambil gunting pemotong rumput. “Majikan marah dan memotong jari tengah saya dengan gunting pemotong rumput,” kenang korban dengan muka tertunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ayal, Laela menjerit-jerit kesakitan. Si majikan tampaknya tak juga terbit belas ibanya. Laela malah dibiarkan mengerang seraya memegang jari yang telah berlumuran darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah saat itu, tetangga sang majikan bersedia membawanya ke rumah sakit. “Jari saya itu dimasukan ke dalam botol oleh rumah sakit Brunai, tapi lupa saya bawa,” timpal korban, ketika ditanya apakah ada upaya penyambungan jarinya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laela pun memutuskan berhenti. Malang tak hanya sampai disini merundungnya. Upah letihnya selama delapan bulan bekerja, juga tak dibayarkan. Ketika mau pulang, Laela hanya diberi ongkos ke Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasat Reskrim Poltabes Pontianak, Kompol Sekar Maulana, mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan Komnas HAM dan Komisi Perlindungan Anak Daerah Kalbar. “Jika memungkinkan, kita akan membawa kasus ini hingga ke Brunai, agar korban mendapatkan keadilan,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://arsip.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Utama&amp;amp;id=147063"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-3973997504844564083?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/3973997504844564083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/tkw-palsukan-umur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/3973997504844564083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/3973997504844564083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/tkw-palsukan-umur.html' title='TKW Palsukan Umur'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-8010980073683522591</id><published>2009-02-12T18:59:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T19:02:03.055-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain Lain'/><title type='text'>TKW Hongkong Rhapsody</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dalam film yang diproduseri Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe, vokalis kelompok musik Letto itu, Lola selain dipercaya sebagai sutradara, ia sekaligus jadi tokoh utama. Lasti, tokoh wanita berusia 22 tahun yang diperankan Lola ini, berprofesi sebagai tenaga kerja wanita (TKW).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Harus main. Padahal saya nggak mau main. Tapi entah lah kenapa, bisa tanya saja ke produser langsung, kenapa saya juga yang dipasang sebagai pemain. Entah apa sekalian honornya? Saya juga nggak ngerti," ujar Lola, tentang perannya film ini, Senin (27/10), di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sebagai sutradara film ini, Lola mengaku telah melakukan berbagai riset sejak pertengahan 2008, termasuk mewawancarai TKW yang masih mengadu nasib di Hong Kong. "Riset kita di antaranya wawancara dengan beberapa TKW, baik itu legal, illegal, bahkan ada juga yang lesbian. Berbagai macam TKW dari beragam jenis problematika mereka," ujar Lola.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Ada beberapa kisah nyata yang kita ambil, namun juga kita campur dengan beberapa kisah fiksi juga," tambah Lola, mengenai cerita film yang 80 persen bakal syuting di Hong Kong itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sepengetahuannya, hingga kini, para sineas Indonesia belum pernah menggarap sebuah film yang mengambil kisah dari para pahlawan devisa tersebut. Kendati demikian, kata Lola, film ini tidak hanya menceritakan sisi buruk dari para TKW, maupun majikan mereka. "Yang pasti berimbang," tanggapnya singkat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Karena di Hong Kong sendiri banyak sekali yang bisa diangkat masalah-masalahnya (ke film ini). Tidak cuma kekerasan. Karena kekerasan sama sekali nol koma sekian persen di Hong Kong," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Hong Kong itu, majikannya semua baik, gaji paling tinggi, dan ada liburnya. Dan para TKW di Hong Kong itu, paling pinter dibanding yang lain. Karena salah satu contoh persyaratan, pendidikan mereka minimal harus SMA. Mereka juga kalau libur ada yang les bahasa inggris atau les komputer atau belajar hal-hal yang lain," Lola, menjelaskan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Lola mengaku harus mempersiapkan diri untuk memerankan seorang TKW. Setelah didandani, "katanya sih lebih TKW dari TKW. Pokoknya TKW banget lah, karena TKW di Hong Kong kan modis-modis. Jadi bajunya keren-keren. Gaya rambutnya pun keren-keren, jadi nggak kayak orang kampung lah," kata Lola sambil tertawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Film ini akan memulai syuting di Jakarta dan Hong Kong pada Januari 2009, dan rencananya akan rilis pada Agustus 2009. [EL]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://walayah.multiply.com/journal/item/42"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-8010980073683522591?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/8010980073683522591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/tkw-hongkong-rhapsody.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/8010980073683522591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/8010980073683522591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/tkw-hongkong-rhapsody.html' title='TKW Hongkong Rhapsody'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-4630184252818863125</id><published>2009-02-12T18:53:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T18:56:13.821-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fakta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain Lain'/><title type='text'>Luka di Champs Elysees</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SZThENzZ78I/AAAAAAAAA7U/2sR3V7-5jGs/s1600-h/Cover+Luka+di+CE.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 257px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SZThENzZ78I/AAAAAAAAA7U/2sR3V7-5jGs/s400/Cover+Luka+di+CE.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302110123862912962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul novel: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Luka di Champ,s Elysees&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis    : Rosita Sihombing&lt;br /&gt;Penerbit   : Lingkar Pena Publishing House, Jakarta,  2008&lt;br /&gt;Tebal      : 190 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PARIS. Menara Eiffel. Kota impian semua orang. Di negeri penuh gemerlapan ini ternyata tak selamanya indah. Terutama bagi tenaga kerja wanita asal Indonesia yang berteduh di sana. Bukankah TKW Indonesia disedot oleh negara Timur-Tengah, Malaysia, Korea, dan Hongkong? Memang ada TKW di Eropa? Novel perdana karya Rosita Sihombing akan menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini adalah kisah nyata seorang TKW asal Indonesia yang malang-melintang di Paris. Sikrit sapaan akrab Rosita tidaklah sulit menemui mereka. Selain jumlahnya banyak, mereka memiliki komunitas sendiri. Pada tanggal tertentu berkumpul di bawah Menara Eiffel, lambang kota Paris. Arisan, curhat, dan saling berbagi. Gaya dan dandanan mereka unik menyesuaikan dengan tren mode di kota Paris. Wow&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosita membutuhkan waktu empat tahun menyelami kehidupan para TKW di negeri pusatnya mode dunia ini. Kehidupan TKW Indonesia penuh dengan haru-biru. Penyebab utamanya, keberadaan mereka ilegal. Mereka, sebenarnya TKW di Timur Tengah. Beruntung memiliki majikan kaya-raya membawa liburan pelesir ke Paris. Kesempatan itu dimanfaatkan para TKW melarikan diri. Mereka ingin terlepas dari penyiksaan, pemerkosaan, rodi, dan upah tak dibayar dari majikan. Selanjutnya berharap bisa menata hidup lebih baik. Tapi, kenyataannya semakin memprihatinkan. Terlunta-lunta di negara kaya-raya, nan ketat dengan aturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel Luka di Champ,s Elysees berkisah tentang Karimah --Muslimah Indonesia yang bekerja di Riyadh. Karimah sebagai baby sitter, mengasuh Nassar (4 tahun) dan Omar (11 bulan). Majikan pria pengusaha sukses sering ke luar kota dan luar negeri. Sedangkan majikan perempuan, parasnya cantik, tapi malas bekerja. Yang menyakitkan, dia sering main tangan hingga menimbulkan bekas. Kekasaran panggilan majikan perempuan- yang membekas di hati Kari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim semi 2005, majikan pria, Alkahtani mengajak sekeluarga liburan ke Paris. Dari tiga tenaga kerja di rumahnya, Kari yang dipilih mendampingi majikan. Sejak masih di Riyadh, Kari sudah merencanakan kabur setiba di Paris. Dia berharap bisa bertemu teman sekampungnya yang lebih dulu kabur ke Negara Napoleon itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Paris, Kari mulai ancang-ancang mencari waktu yang tepat. Momen yang tepat, saat kedua majikannya sibuk memilih mainan untuk Nassar, Omar terlelap di kereta bayi. Kari melepaskan kerudungnya, menyelinap di antara pembeli yang memadati toko pusat mainan. Berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terus berlari melewati Jalan Champ,s Elysees, di kawasan favorit wisatawan. Berlari entah ke mana. Dia tersungkur, terguling-guling, darah menetes dari kaki kanannya. Kakinya sulit digerakkan. Minta tolong dengan siapa? Jangankan mengucapkan kata-kata, mendengar bahasanya saja sulit dimengerti. Pelarian terhenti di Stasiun Metro Charles de Gaulle Etoile. Kari pingsan hingga ditemukan Hamed. Selanjutnya, Hamed menjadi dewa penolong sekaligus teman hidup Kari. Dia warga negara Aljazair yang hidup ilegal pula di Paris. Kerjanya serabutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sisi nyata yang ingin digambarkan Rosita. Kehidupan TKW ilegal Indonesia memilih hidup bersama dengan pria-pria Magreb (warga keturunan Aljazair, Maroko, Tunisia), India, atau Pakistan. Namanya menumpang, mereka harus melayani apa pun keinginan teman hidup bersamanya. Tak jarang kekerasan fisik dan hinaan menghinggapi para TKW. Namanya pendatang ilegal, pekerjaan yang didapat pun ilegal. Menjadi cleaning service, pembantu, baby sitter, atau perempuan jalanan. Getir-getir kesedihan tak seindah gemerlap lampu-lampu di Menara Eiffel di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan bertambah ketika Kari mengandung hasil hubungan dengan Hamed. Malam dingin menusuk, bayi bergerak-gerak ingin segera keluar. Tanpa Hamed, Kari tertatih-tatih menelusuri jalan, naik metro menuju rumah sakit. Sakit perut dan kegundahaan terus melanda. Bagaimana jika bertemu polisi, menanyakan identitasnya? Di rumah sakit petugas administrasi pasti menanyakan pula identitas dirinya. Bagaimana jawabnya, nanti saja. Yang pasti si orok sudah berontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahirlah si cantik Maharani. Bayi mungil ini membawa kebahagiaan. Hamed datang ketika semuanya sudah beres. ''Ke mana saja kamu selama ini?!'' Hamed meminta maaf. Tapi, tak ada artinya. Pertengkaran kembali memuncak. Hamed tidak terima nama anaknya didaftarkan tanpa mencantumkan nama 'ayah'. Alasan Kari lebih karena emosi, kemana 'ayah'-nya saat dia bertaruh nyawa mengeluarkan bayi mungil dari rahim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerit tangis Maharani tak meredakan keegoisan kedua orangtuanya. Hamed semakin emosi, mendorong Kari yang sedang menggendong Maharani. Ibu dan anaknya terjatuh tersungkur. Tangis Maharani terhenti, dan tak bergerak lagi. Bayi cantik itu meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan masih terus bergelayut. Kari memutuskan berpisah dengan Hamed. Dia menumpang dengan sobatnya Enah yang tinggal bersama dengan pria asal India. Setiap Enah pergi, Kari ikut pergi. Dia tak mau ditinggal bersama pasangan Enah yang 'nakal'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik kebahagiaan tiba ketika Kari bertemu Imel, WNI legal yang tinggal di Paris. Imel sebagai dewi penyelamat yang bisa mengembalikan kebahagiaan Karimah. Kari kembali berkerudung, berkumpul dengan suami aslinya, Pardi, dan anak semata wayangnya, Tari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selembar surat terselip di saku baju Kari. Dari Hamed, isinya ungkapan maaf dan pengakuan dirinya selama ini sudah memiliki istri dan anak di Aljazair. Ternyata Hamed lebih jujur dibandingkan Kari yang juga meninggalkan anak dan suami di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran novel Luka di Champ,s Elysees, Ahad (14 Desember 2008). Rosita sengaja terbang dari Paris menuju Jakarta. Menurut dia, di novel ini ia sengaja mematikan Maharani dan membuat Karimah berbahagia di akhri cerita. Walaupun kenyataan kata bahagia jauh dari harapan para TKW: Kehidupan ibu dan anak di Paris sama-sama menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel yang dihiasi kata-kata Prancis ini cukup sederhana, namun menarik. Bahasanya mengalir, enak dibaca, dan penuh makna. Banyak pengetahuan berkenaan Paris yang diketahui dari novel ini. Pembaca pun bisa belajar kalimat-kalimat sederhana Prancis. Tergambarkan kalau Rosita sangat menguasai hingga detail lekuk-lekuk Paris. Nama-nama jalan, taman, rute-rute bus mencerminkan kalau penulis lama berkecimpung di Paris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosita memang tinggal di Paris. Dia menetap di Paris, sejak menikah dengan suaminya Patrick Monlouis, asal Paris. Kini dikarunia seorang putra berusia 3,5 tahun. Bagi Rosita, Paris menjadi kota kedua, setelah Tanjungkarang, Lampung, kota kelahirannya. vie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Republika&lt;/span&gt;, Minggu, 04 Januari 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-4630184252818863125?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/4630184252818863125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/luka-di-champs-elysees.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/4630184252818863125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/4630184252818863125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/luka-di-champs-elysees.html' title='Luka di Champs Elysees'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SZThENzZ78I/AAAAAAAAA7U/2sR3V7-5jGs/s72-c/Cover+Luka+di+CE.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-5271345231466164132</id><published>2009-02-12T18:47:00.001-08:00</published><updated>2009-02-12T18:47:45.629-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fakta'/><title type='text'>Kisah Si Mbak TKI</title><content type='html'>&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Hummmh, hari gini kok ngelamun aja ya?? Padahal harusnya gw udah mulai sibuk do somethin new.. Tapi gw bersyukur sampai saat ini, gw masih bisa enjoy with my daily activities..Thanx God, gw udah punya ponakan yang lucu banget, jadinya di rumah ga sepi2 amat… ^.^&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Ngomong-ngomong soal lowongan kerjaan, mengapa banyak bener yang harus experienced gituh…sekalinya yang nerima fresh graduate kebanyakan outsourcing.. Tapi gw masih bersyukur lagi, soalnya gw masih bisa kok nikmatin jadi job seeker ^.^ Alhasil buat ngisi waktu, gw ambil kelas English lagi de hueheu..masih blebetan iki aku mas mbak…you know I know What do I do miss u very much lah…ngerti ta artine??? Ok, kembali ke LAPTOP!(mas tukul hwebat!) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Oia, gw kemaren baru dapet info baru dari tetangga gw tentang modus kriminal baru yang dialamin sama TKI di Arab sana. Mungkin kalian udah banyak yang tau, gini nih katanya disana udah mulai banyak TKI yang jadi korban perampokan tingkat tinggi. Awalnya, si mbak TKI yang notabene background pendidikannya pas-pasan banget dikasih minum sama majikannya. Padahal di minuman itu udah dikasih obat, nah otomatis mbak TKI itu kan pusing-pusing gitu. Terus si Mbak TKI dibawa ke RS deh sama majikannya, dan setelah diperiksa sama dokter katanya si Mbak TKI itu kena penyakit cancer dan harus cepet-cepet dioperasi. Nah Mbak TKI yang liat tulisan CANCER itu bingung dan takut dong, akhirnya si majikan dengan baik hatinya menawarkan ke Mbak TKI untuk membantu membiayai semua prosesnya. Akhirnya Mbak TKI setuju! Kemudian teman-teman sebangsa dan setanah air, setelah sadar si Mbak TKI dikasih tau oleh seorang suster yang baik hati bahwa sebenarnya si Mbak TKI itu sehat wal’afiat dan operasi tadi adalah proses perampokan besar-besaran. Gimana nggak besar-besaran, lha wong ternyata ginjalnya si Mbak TKI itu diangkat trus diambil buat dijual sama majikannya tanpa ijin gitu. Dan alhasil si Mbak TKI terkapar tak berdaya serta tak berduit ketika kembali ke tanah air Indonesia. Si majikan nggak ngasih gaji, alesannya gajinya udah dipake buat biayain operasi si Mbak TKI itu. Betapa malang si Mbak TKI itu, berniat untuk menambah pemasukan keluarga justru menambah pengeluaran keluarga. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;          &lt;/span&gt;Miris rasanya hati gw denger kabar seperti itu, Indonesia oh Indonesia…. Tapi gw sendiri juga belom bisa berbuat sesuatu untuk Negeriku… lebih miris ternyata..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://rima-ki2.blog.friendster.com/"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-5271345231466164132?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/5271345231466164132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/kisah-si-mbak-tki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/5271345231466164132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/5271345231466164132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/kisah-si-mbak-tki.html' title='Kisah Si Mbak TKI'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-7958764520147678082</id><published>2009-02-12T18:39:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T18:44:39.124-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Malaysia'/><title type='text'>ADA AIR MATA DI NEGERI JIRAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SZTeTAtUAnI/AAAAAAAAA7M/KSZEhFQRBqE/s1600-h/tki.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 369px; height: 219px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SZTeTAtUAnI/AAAAAAAAA7M/KSZEhFQRBqE/s400/tki.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302107079510852210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TKI Meninggal Terbanyak di Malaysia&lt;br /&gt;Sumber: www.myRMnews.com&lt;br /&gt;Rabu, 02 Januari 2008, 08:32:03 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, myRMnews. Malaysia tercatat sebagai negara dengan kasus kematian tenaga kerja Indonesia (TKI) terbanyak pada 2007. LSM Migrant Care mencatat, 71 TKI meninggal di negeri jiran itu sepanjang tahun lalu. Artinya, 35 persen dari total 206 kasus kematian TKI di 27 negara yang ditempati terjadi di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah, kasus kematian buruh migran di Malaysia jauh melebihi kasus di Taiwan (36 orang), Arab Saudi (31 orang), Korea Selatan (18 orang), Singapura (15 orang), Jordania (12 orang), dan beberapa negara lain, seperti Hongkong, Kuwait, Jepang, Brunei Darussalam, dan Mesir.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab utama kematian buruh migran adalah kecelakaan kerja (25 persen), sakit (24 persen), kematian misterius (24 persen), jatuh dari ketinggian (13 persen), kekerasan (11 persen), dan sisanya bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia juga tercatat sebagai negara yang paling banyak menerapkan hukuman mati bagi buruh migran Indonesia. Saat ini 297 WNI terancam hukuman mati di Malaysia. “Delapan di antaranya sudah dijatuhi vonis mati, tinggal menunggu eksekusi,” ungkap Anis saat dihubungi koran ini kemarin (Selasa, 1/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah WNI yang terancam hukuman mati di Malaysia juga melebihi negara-negara penempatan TKI lain. Yakni, Arab Saudi (4 orang), Singapura (1 orang), dan Mesir (1 orang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya kasus kematian buruh migran di Malaysia antara lain disebabkan keberadaan 1,6 juta TKI di negara tersebut. Selain itu, lemahnya perjanjian penempatan TKI membuat Malaysia tidak mengimplementasikan perlindungan HAM untuk TKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meski Malaysia anggota Dewan HAM PBB, pada 2007 sudah mengesahkan UU Antiperdagangan Manusia, dan saat ini membahas RUU Perlindungan Pekerja Asing, tidak ada bukti nyata bahwa Malaysia memberi proteksi terhadap buruh migran asal Indonesia,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Migrant Care menuding pemerintah Malaysia sengaja melanggengkan ketidakadilan dan diskriminasi terhadap TKI. Itu terbukti dengan pembiaran kerajaan Malaysia terhadap stigmatisasi pekerja Indonesia yang dilazim disebut Indon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Asosiasi umum bagi Indon adalah uneducated (tak berpendidikan), low skilled labour (pekerja kasar), dan mau dibayar murah untuk mengerjakan pekerjaan berbahaya,” papar Anis. Selain kepada TKI, sebutan Indon disematkan pada buruh migran asal India, Pakistan, Sri Lanka, dan Bangladesh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi berbeda dialami buruh migran Filipina. Mereka mendapat penghormatan karena lebih lancar berbahasa Inggris dan mendapat perlindungan ketat dalam MoU penempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam MoU, pemerintah Filipina menerapkan syarat lebih ketat bagi bidang pekerjaan yang boleh dilakukan buruh, jam kerja, hari libur dan cuti, besaran gaji, dan kriteria majikan yang boleh mempekerjakan mereka. jpnn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pink-stories.blogspot.com/2008/07/ada-air-mata-di-negeri-jiran.html"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-7958764520147678082?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/7958764520147678082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/ada-air-mata-di-negeri-jiran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/7958764520147678082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/7958764520147678082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/02/ada-air-mata-di-negeri-jiran.html' title='ADA AIR MATA DI NEGERI JIRAN'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SZTeTAtUAnI/AAAAAAAAA7M/KSZEhFQRBqE/s72-c/tki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-6265711459871322121</id><published>2009-01-25T22:38:00.001-08:00</published><updated>2009-01-25T22:38:48.561-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dalam Negeri'/><title type='text'>XL Luncurkan Layanan untuk TKI</title><content type='html'>18 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Provider komunikasi seluler, PT Excelcomindo Pratama Tbk, meluncurkan layanan XL Sukses yang memudahkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi di sela peluncuran XL Sukses di Jakarta Rabu menyatakan, XL sukses diluncurkan tidak semata-mata mempertimbangkan pasar potensial, tetapi sekaligus memfasilitasi pemerintah dalam melindungi TKI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memberikan layanan mudah dan murah kepada TKI, XL menggandeng anak perusahaan TM International Bhd, Celcom Malaysia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan ini antara lain memberikan kemudahan melalui kartu perdana gratis, akses komunikasi internasional yang murah, kemudahan transfer dana ke Indonesia, transfer pulsa, layanan SMS broadcast dan VAS (Value Added Services). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Utama BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Edy Sudibyo mengharapkan, layanan XL Sukses tidak hanya diberikan kepada TKI di Malaysia, tetapi juga di negara-negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data BNP2TKI disebutkan TKI telah menyumbang devisa kurang lebih 480 miliar dolar AS selama 2007. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan XL Sukses dapat diperoleh calon TKI di lokasi-lokasi pemberangkatan TKI, dengan masing-masing akan mendapatkan dua kartu gratis, XL Prabayar dan Celcom Sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu dekat, XL Sukses akan dilengkapi layanan XL Transfer Instan yang memungkinkan TKI di Malaysia mengirimkan uang kepada keluarganya di Indonesia. Layanan transfer ini XL menyajikannya melalui kerjasama dengan BNI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan XL Sukses juga akan dilengkapi dengan fitur transfer pulsa dan VAS berupa jadwal sholat, info dari BNP2TKI dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: ANTARA News&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-6265711459871322121?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/6265711459871322121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/xl-luncurkan-layanan-untuk-tki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/6265711459871322121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/6265711459871322121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/xl-luncurkan-layanan-untuk-tki.html' title='XL Luncurkan Layanan untuk TKI'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-8005556297738238134</id><published>2009-01-25T22:34:00.000-08:00</published><updated>2009-01-25T22:35:55.491-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dalam Negeri'/><title type='text'>Vila Mewah Penampungan TKI Ilegal Digerebek</title><content type='html'>BOGOR - Sebuah vila mewah di Kampung Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Puncak, Bogor yang dijadikan penampungan TKI ilegal digerebek petugas dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada Rabu 7 Januari malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penggerebegan tersebut, petugas hanya mengamankan seorang tersangka, sedangkan 35 TKI ilegal berhasil melarikan diri. Petugas hanya mendapati makanan yang hendak disantap para TKI ilegal tersebut, barang barang milik TKI dan sepatu serta sendal yang ditinggal TKI. Meski demikian, petugas berhasil mengamankan seorang tersangka bernama Dadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasubdit Pengamanan BNP2TKI Kombes Pol Yurnalim Munir, Kamis (8/1/2009), mengatakan penggerebegan tersebut berawal dari adanya laporan seorang TKI yang tidak juga diberangkatkan ke Korea meski sudah menyetor uang puluhan juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut petugas, rata-rata para calon TKI ini telah memberikan uang sebanyak Rp 40 juta hingga Rp80 juta agar bisa dipekerjakan ke negeri ginseng ini. Para TKI yang tertipu berasal dari daerah Lampung, Cirebon dan Brebes. Petugas kini masih memburu seorang tersangka utama.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://news.id.msn.com/local/okezone/article.aspx?cp-documentid=2008845"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-8005556297738238134?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/8005556297738238134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/vila-mewah-penampungan-tki-ilegal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/8005556297738238134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/8005556297738238134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/vila-mewah-penampungan-tki-ilegal.html' title='Vila Mewah Penampungan TKI Ilegal Digerebek'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-9089872691618032883</id><published>2009-01-25T22:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-25T22:01:55.324-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain Lain'/><title type='text'>Kisah si Mbak TKI</title><content type='html'>Hummmh, hari gini kok ngelamun aja ya?? Padahal harusnya gw udah mulai sibuk do somethin new.. Tapi gw bersyukur sampai saat ini, gw masih bisa enjoy with my daily activities..Thanx God, gw udah punya ponakan yang lucu banget, jadinya di rumah ga sepi2 amat… ^.^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Ngomong-ngomong soal lowongan kerjaan, mengapa banyak bener yang harus experienced gituh…sekalinya yang nerima fresh graduate kebanyakan outsourcing.. Tapi gw masih bersyukur lagi, soalnya gw masih bisa kok nikmatin jadi job seeker ^.^ Alhasil buat ngisi waktu, gw ambil kelas English lagi de hueheu..masih blebetan iki aku mas mbak…you know I know What do I do miss u very much lah…ngerti ta artine??? Ok, kembali ke LAPTOP!(mas tukul hwebat!) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Oia, gw kemaren baru dapet info baru dari tetangga gw tentang modus kriminal baru yang dialamin sama TKI di Arab sana. Mungkin kalian udah banyak yang tau, gini nih katanya disana udah mulai banyak TKI yang jadi korban perampokan tingkat tinggi. Awalnya, si mbak TKI yang notabene background pendidikannya pas-pasan banget dikasih minum sama majikannya. Padahal di minuman itu udah dikasih obat, nah otomatis mbak TKI itu kan pusing-pusing gitu. Terus si Mbak TKI dibawa ke RS deh sama majikannya, dan setelah diperiksa sama dokter katanya si Mbak TKI itu kena penyakit cancer dan harus cepet-cepet dioperasi. Nah Mbak TKI yang liat tulisan CANCER itu bingung dan takut dong, akhirnya si majikan dengan baik hatinya menawarkan ke Mbak TKI untuk membantu membiayai semua prosesnya. Akhirnya Mbak TKI setuju! Kemudian teman-teman sebangsa dan setanah air, setelah sadar si Mbak TKI dikasih tau oleh seorang suster yang baik hati bahwa sebenarnya si Mbak TKI itu sehat wal’afiat dan operasi tadi adalah proses perampokan besar-besaran. Gimana nggak besar-besaran, lha wong ternyata ginjalnya si Mbak TKI itu diangkat trus diambil buat dijual sama majikannya tanpa ijin gitu. Dan alhasil si Mbak TKI terkapar tak berdaya serta tak berduit ketika kembali ke tanah air Indonesia. Si majikan nggak ngasih gaji, alesannya gajinya udah dipake buat biayain operasi si Mbak TKI itu. Betapa malang si Mbak TKI itu, berniat untuk menambah pemasukan keluarga justru menambah pengeluaran keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Miris rasanya hati gw denger kabar seperti itu, Indonesia oh Indonesia…. Tapi gw sendiri juga belom bisa berbuat sesuatu untuk Negeriku… lebih miris ternyata..&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://rima-ki2.blog.friendster.com/2007/03/kisah-si-mbak-tki/"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-9089872691618032883?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/9089872691618032883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-si-mbak-tki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/9089872691618032883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/9089872691618032883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-si-mbak-tki.html' title='Kisah si Mbak TKI'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-870851312370280063</id><published>2009-01-25T21:36:00.000-08:00</published><updated>2009-01-25T21:38:06.012-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dalam Negeri'/><title type='text'>Kapal TKI Tenggelam Setelah Dihantam Ombak</title><content type='html'>Kamis, 15 Januari 2009 | 15:34 WIB&lt;br /&gt;IDI, KAMIS — Kapal tongkang yang mengangkut 45 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Aceh dan Jakarta dari Malaysia dilaporkan tenggelam akibat dihantam ombak besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal tersebut tenggelam di perairan Peureulak, Aceh Timur, Senin (12/1) sekitar pukul 21.30 WIB. Sedikitnya 20 orang dari total penumpang plus awak kapal dinyatakan hilang. Sejauh ini, baru 16 orang yang berhasil diselamatkan oleh nelayan Idi dan satu korban meninggal, seorang perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus tenggelamnya kapal pengangkut TKI ilegal itu terkesan ditutup-tutupi sehingga banyak kalangan yang kelabakan mencari kebenaran peristiwa tersebut. Selain itu, pencarian terhadap korban yang hilang terlambat dilakukan sehingga sampai Rabu malam masih ada sekitar 20 penumpang yang belum ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi, kapal pengangkut TKI tersebut berangkat dari Pulau Penang, Malaysia, dan akan melego jangkar di perairan Aceh Timur. Namun, sesampainya di Selat Malaka, tepatnya di lepas pantai Peureulak, kapal tersebut tenggelam dihantam ombak besar. Sebelum karam, mesin kapal itu mendadak mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengakuan Bukhari, salah seorang TKI yang selamat, penumpang lainnya yang dia tahu selamat adalah Muliadi (29), warga Kecamatan Bandar Baru, Pidie, Amir (30) dan Muhammad (29), keduanya warga Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bukhari, 45 TKI asal Aceh tersebut berangkat dari Pulau Penang, Malaysia, pada Minggu (11/1). Dalam perjalanan dari lepas pantai Malaysia menuju perairan Aceh Timur, menjelang dua jam sebelum berlabuh, mesin kapal tiba-tiba mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kesibukan awak buah kapal (ABK) memperbaiki mesin, sekonyong-konyong ombak besar menghantam badan boat. Air laut masuk ke dalam boat, lalu perlahan-lahan boat tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebagian penumpang yang tidak sempat menyelamatkan diri langsung digulung ombak. Kami yang sempat berenang akhirnya menyelamatkan diri dengan berpegangan di atas pelampung selama 13 jam lebih di laut lepas,” kata Bukhari didampingi anggota keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, 16 orang di antara mereka diselamatkan sebuah kapal nelayan dari Kuala Idi yang kebetulan melintas. “Kami masih beruntung karena diselamatkan oleh nelayan dari Idi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mendarat di kawasan Idi Cut dalam keadaan lemah dan sebagian tidak lagi berpakaian lengkap. Para TKI yang diselamatkan itu kemudian diberikan sarapan di warung kopi salah seorang warga di Idi Cut. Pada saat itulah mereka baru mampu mengabarkan kepada keluarganya bahwa kapal yang mereka tumpangi dari Malaysia tenggelam di kawasan Peureulak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekitar pukul 08.00 WIB saudara mereka pun datang menjemput,” kata salah seorang warga, seraya mengatakan bahwa 13 orang lainnya yang selamat merupakan warga Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sejauh ini masih belum jelas identitas para korban, baik yang selamat maupun yang masih dinyatakan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulitnya mendapat informasi mengenai kejadian itu, selain terkesan ditutup-tutupi, baik oleh para korban yang selamat maupun pemilik dan awak kapal, juga karena para nelayan di kawasan Aceh Timur sudah beberapa hari ini tidak melaut, berhubung ombak sedang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, sampai Rabu malam, nama para korban yang belum ditemukan itu masih belum diketahui. Namun, korban yang ditemukan selamat sebagian besar warga Aceh Utara dan Peureulak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kapolres Aceh Timur AKBP Drs Ridwan Usman melalui Pol Air, Aiptu Zainir, yang dihubungi Serambi, Rabu (14/1) sekitar pukul 18.30 WIB, mengaku telah menerima informasi tentang tenggelamnya kapal pengangkut TKI dari Malaysia itu. Namun, pihaknya belum mengantongi identitas para TKI, baik yang selamat maupun yang tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, setelah informasi tersebut didapat, pihaknya bersama masyarakat nelayan langsung melakukan pencarian. Tak lama kemudian, seorang penumpang berjenis kelamin perempuan kemarin sore ditemukan dalam keadaan tak lagi bernyawa. “Satu orang telah ditemukan, tapi tidak ada identitasnya,” kata Zainir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Polisi Air, sambung Zainir, terus melakukan pencarian bersama masyarakat nelayan untuk menemukan sekitar 20 TKI asal Aceh dan Jakarta yang dinyatakan hilang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://kompas.co.id/read/xml/2009/01/15/15344961/kapal.tki.tenggelam.setelah.dihantam.ombak"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-870851312370280063?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/870851312370280063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kapal-tki-tenggelam-setelah-dihantam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/870851312370280063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/870851312370280063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kapal-tki-tenggelam-setelah-dihantam.html' title='Kapal TKI Tenggelam Setelah Dihantam Ombak'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-2989569538881587075</id><published>2009-01-25T21:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-25T21:29:14.188-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dalam Negeri'/><title type='text'>PHK Mulai Ancam TKI</title><content type='html'>PHK Mulai Ancam TKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 14 Januari 2009  18:34 WIB&lt;br /&gt;BANTUL, RABU - Krisis global mulai mengancam keberadaan tenaga kerja Indonesia atau TKI, terutama sektor pabrikan. Beberapa Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta atau PPTKIS mulai menerima pemberitahuan rencana PHK dari perusahaan klien mereka di luar negeri.&lt;br /&gt;Sapto Priyono, staf administrasi PT Dian Yogya Perdana, Rabu (14/1) mengatakan, sejumlah perusahaan kliennya di Malaysia sudah menginformasikan rencana PHK selama bulan Januari-Maret. "Memang jumlah pastinya belum ada, tetapi kemungkinan berkisar 1.200 orang," katanya.&lt;br /&gt;Sebagian besar perusahaan tersebut bergerak di bidang industri otomotif dan elektronik yang berorientasi ekspor ke negara-negara Eropa dan Amerika. Kebijakan PHK ditempuh perusahaan karena order produksi mereka terus berkurang, sehingga jumlah karyawan terpaksa dikurangi.&lt;br /&gt;Menurut Sapto, pihaknya tengah mengurus asuransi PHK dengan salah satu perusahaan asuransi yang menjadi mitranya. "Kami sudah mempersiapkan klaim asuransi jauh-jauh hari sebelumnya, supaya pencairannya lebih mudah. Sesuai perjanjian, untuk masa kerja 1-2 tahun, besarnya klaim asuransi yang akan diterima TKI berkisar Rp 5-6 juta," katanya.&lt;br /&gt;Selain ancaman PHK, krisis global juga membuat pesanan TKI yang diterima PPTKIS tahun ini turun drastis. Pada awal tahun lalu, PT Dian Yogya Perdana sudah menerima pesanan TKI sebanyak 400 orang, tetapi sekarang meski sudah masuk pertengahan bulan Januari, belum satu pun pesanan masuk.&lt;br /&gt;Menanggapi masalah tersebut, Kepala Subdinas Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (disnakertrans) Kabupaten Bantul, Bambang Sugiyantoro memperkirakan gelombang PHK TKI akan terus bertambah bila situsi ekonomi dunia tidak segera membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/14/18341367/phk.mulai.ancam.tki"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-2989569538881587075?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/2989569538881587075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/phk-mulai-ancam-tki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/2989569538881587075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/2989569538881587075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/phk-mulai-ancam-tki.html' title='PHK Mulai Ancam TKI'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-1616393903480938880</id><published>2009-01-24T23:22:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T23:23:35.385-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Timur Tengah'/><title type='text'>TKW Umi Saodah Yang Terjebak di Jalur Gaza, Telah Berhasil Dievakuasi ke Cairo</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setelah melalui koordinasi yang cukup intens antara KBRI Cairo dengan pihak-pihak terkait di Indonesia, Mesir dan Palestina, akhirnya pada Kamis (22/01/09), Sdri. Umi Saodah, TKW yang terjebak di Jalur Gaza, berhasil di evakuasi oleh Tim KBRI Cairo. Pada pukul 18.00 waktu setempat, Umi Saodah diserahterimakan dari Mr. Abu Ja’far (Komite Rekonsiliasi Palestina/Ikatan Ulama Palestina) kepada Counsellor KBRI Cairo, Muhammad Abdullah di pintu perbatasan Rafah Mesir.&lt;/div&gt;  &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dengan komunikasi yang cukup panjang antara pihak KBRI Cairo dengan Bulan Sabit Merah Palestina, dan setelah memperhatikan situasi yang dinilai cukup kondusif dengan berlakunya gencatan senjata di Gaza, Dubes RI Cairo memerintahkan tim evakuasi untuk segera menuju Rafah, Mesir pada Selasa (20/01/09). Rencananya, tim bermaksud untuk memasuki Jalur Gaza Palestina, namun aparat berwenang Mesir tidak mengijinkan karena alasan keamanan. Hal ini memaksa KBRI Cairo melakukan koordinasi kembali dengan berbagai pihak terutama untuk memastikan lokasi keberadaan Umi Saodah dan melakukan negosiasi kemungkinan evakuasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinasi intens juga dilakukan dengan pihak kehakiman di Gaza guna memastikan ijin evakuasi, mengingat status Umi Saodah masih dalam proses hukum dan tidak memiliki dokumen perjalanan. Dalam proses ini, nama harum Indonesia sebagai pendukung tradisional Palestina, berikut tingginya solidaritas dan semangat masyarakat Indonesia dalam membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina menjadi salah satu kunci yang memudahkan evakuasi Umi Saodah ke Cairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama proses evakuasi tersebut, KBRI Cairo dibantu berbagai pihak antara lain Bulan Sabit Merah Palestina, Bulan Sabit Merah Mesir, Aparat Keamanan dan Kehakiman Gaza di Palestina, dan MER-C Indonesia. (Sumber: KBRI Cairo)Ss&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=9113&amp;amp;Itemid=683"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-1616393903480938880?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/1616393903480938880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/tkw-umi-saodah-yang-terjebak-di-jalur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/1616393903480938880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/1616393903480938880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/tkw-umi-saodah-yang-terjebak-di-jalur.html' title='TKW Umi Saodah Yang Terjebak di Jalur Gaza, Telah Berhasil Dievakuasi ke Cairo'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-204487681574055581</id><published>2009-01-24T23:21:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T23:22:34.526-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Timur Tengah'/><title type='text'>Umi Saodah Segera Dipulangkan ke Tanah Air</title><content type='html'>GIANYAR - Umi Saodah, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terjebak di Jalur Gaza, Palestina, dalam waktu dekat akan dapat berkumpul kembali dengan keluarganya di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda usai melakukan rapat guna membahas Bali Democracy Forum (BDF) di Istana Tampaksiring, Gianyar, Sabtu, (24/1/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sudah mendapat laporan dari Dubes Mesir bahwa yang bersangkutan sedang dalam proses pemulangan ke Indonesia," tegasnya di Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, imbuh Wirajuda, perlindungan terhadap warga negara Indonesia di tengah perang yang berkecamuk di Palestina dapat dilaksanakan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin dalam beberapa hari ini, TKI kita (Umi Saodah) sudah dapat pulang dan berkumpul dengan keluarganya kembali," harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, Umi Saodah adalah TKI yang bekerja di Jalur Gaza dan sempat ditangkap kepolisian Palestina dan ditahan karena melanggar kontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kasus ini dapat diselesaikan dengan baik dan kini yang bersangkutan telah berada di bawah perlindungan Kedutaan Besar Indonesia yang ada di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/01/24/1/186053/umi-saodah-segera-dipulangkan-ke-tanah-air"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-204487681574055581?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/204487681574055581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/umi-saodah-segera-dipulangkan-ke-tanah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/204487681574055581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/204487681574055581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/umi-saodah-segera-dipulangkan-ke-tanah.html' title='Umi Saodah Segera Dipulangkan ke Tanah Air'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-157304156897840529</id><published>2009-01-24T23:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T23:21:13.676-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Timur Tengah'/><title type='text'>TKW Terjebak Di Jalur Gaza</title><content type='html'>&lt;div class="illustrasi"&gt;   &lt;img src="http://www.detiknews.com/images/content/2009/01/13/10/umi.dlm.jpg" vspace="0" border="0" hspace="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;      &lt;/strong&gt;   &lt;/div&gt;         &lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; - Keberadaan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang terjebak di jalur Gaza, Umi Saodah, hilang bak ditelan bumi. Bahkan hingga saat inipun pemerintah belum bisa menemukan jejak TKW asal Semarang itu. Hanya terakhir Umi diketahui ada di penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Komunikasi di sana (Palestina-red) semuanya terputus. Kondisi obyektif di sana tidak mudah ditempuh," kata Menakertrans, Erman Suparno, saat menemui keluarga korban di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa, (13/1/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna menelusuri kebaradaan Umi, Depnakertrans terus melakukan kontak dengan mediator yang berada di Palestina bekerjasama dengan PMI. Pemerintah mengetahui keberadaan Umi terakhir, pada 6 Januari 2009, berada di penjara di Saraya Reform and Rehabilitation Center di Gaza City dengan tuduhan pencurian. Tapi kini penjara itu sudah dikosongkan Israel. "Yang pasti, kabar terakhir Umi masih selamat," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemui Menakertrans, keluarga sangat berharap banyak terhadap usaha pemerintah. Paman Umi,Hanafi, mengaku keluarganya hanya bisa berdoa. "Kami sekeluarga hanya bisa berdoa tapi yang bisa berusaha hanya pemerintah. Ibu Umi sehari-hari menangis apalagi sekarang di sana sedang perang," ungkapnya seraya menahan tangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi Saodah adalah TKW asal Tlawongan, RT 6/5 Karang Tengah, Tuntang, Semarang. Sejak 2004 majikan tidak menggajinya. Kabar terakhir Umi bekerja kepada keluarga Suhaib Kamal di Jalur Gaza dengan alamat surat PO BOX 1439 Gaza, Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuduhan pencurian oleh majikannya diduga guna meloloskan kewajiban dari membayar gaji yang ditunggak selama 5 tahun masa kerja, "kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah di tempat yang sama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-157304156897840529?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/157304156897840529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/tkw-terjebak-di-jalur-gaza.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/157304156897840529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/157304156897840529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/tkw-terjebak-di-jalur-gaza.html' title='TKW Terjebak Di Jalur Gaza'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-1873188001204524778</id><published>2009-01-24T23:17:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T23:18:34.979-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Timur Tengah'/><title type='text'>Umi Saodah: Saya Selamat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Liputan6.com, Jakarta:&lt;/strong&gt; Umi Saodah, tenaga kerja wanita yang terjebak di Palestina akibat agresi Israel, kini kondisinya baik. "Baik semua," kata Umi kepada reporter Ariyo Ardi melalui sambungan telepon di Liputan 6 Petang, Jumat (23/1). Saat ini, Umi berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo, Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi mengaku bisa keluar dari Gaza berkat bantuan polisi Palestina, Palang Merah Internasional, serta KBRI di Mesir. Wanita berusia 33 tahun ini belum tahu kapan kembali ke Indonesia. "Baru diusahakan. Insya Allah secepat mungkin," ucap Umi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, keinginan Umi adalah bertemu dengan orangtua dan keluarganya. "Jangan berpikir banyak, karena saya selamat," pesan Umi kepada orangtua dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan sebelumnya, wanita asal Salatiga, Jawa Tengah, itu sudah delapan tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Palestina. Menurut Umi, dia pernah mau pulang ke Indonesia, tetapi sang majikan bilang tidak ada paspor. "Malah saya dituduh mencuri dan dimasukkan ke penjara," kata Umi. "Dia (juga) tidak mau kasih gaji saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.liputan6.com/news/?id=171820&amp;amp;c_id=9"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-1873188001204524778?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/1873188001204524778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/umi-saodah-saya-selamat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/1873188001204524778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/1873188001204524778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/umi-saodah-saya-selamat.html' title='Umi Saodah: Saya Selamat'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-7977634382117593511</id><published>2009-01-24T23:15:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T23:17:18.413-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain Lain'/><title type='text'>Definisi TKI versi Tololpedia</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Tenaga Kerja Indonesia&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;TKI&lt;/b&gt; singkatnya, adalah bahan latihan tinju yang sangat efektif bagi penduduk &lt;a href="http://tolololpedia.wikia.com/wiki/Malaysia" title="Malaysia"&gt;Malaysia&lt;/a&gt;, Singapura, Hongkong, Taiwan dan Arab Saudi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahkan terkadang tidak hanya untuk tinju saja, tetapi juga digunakan untuk latihan menampar yang bertujuan agar dapat menampar dengan baik, menendang yang bertujuan agar dapat menendang dengan baik, menyodok yang bertujuan agar dapat menyodok dengan baik, pemerkosaan yang bertujuan agar dapat memperkosa orang lain dengan baik sehingga memiliki pengalaman, siksaan, setruman, siraman air raksa, dan segala macam pelecehan lainnya. Jadi, secara tidak langsung TKI telah membantu mereka untuk menjadi orang yang bermoral hewani serta menjadi pembunuh berdarah merah (alih-alih berdarah hijau) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih lanjut, TKI juga membantu mengurangi kasus pornografi serta maraknya pelacuran di negara-negara tersebut. Dengan adanya TKI tidak perlu untuk mencari serta membayar mahal karena di rumah ada pembantu yang bisa diperkosa. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;a name="Keuntungan_yang_diperoleh_dengan_menjadi_TKI"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://tolololpedia.wikia.com/index.php?title=Tenaga_Kerja_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=1" title="Sunting bagian: Keuntungan yang diperoleh dengan menjadi TKI" rel="nofollow"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; Keuntungan yang diperoleh dengan menjadi TKI &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bagi para calon TKI ke Malaysia: Kursus lompat gedung serta panjat tembok gratis, dan tidak perlu membayar untuk latihan Rappelling dengan gorden. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bonus lain bagi para calon TKI ke Malaysia: Papan alas setrika, agar sang majikan tidak menyetrika pakaiannya di punggung para TKI tersebut. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi para calon TKI ke Arab Saudi: 365 Masker pelindung gratis tiap tahunnya untuk melindungi wajah dari siraman air raksa cambukan penuh kasih sayang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi semua TKI: Tugas-tugas tambahan yang diantara lainnya adalah mengurus anak hasil perkosaan majikan, serta dapat lebih mengenal dukun aborsi di negara-negara lain, ada kemungkinan mereka ingin memperluas usahanya keIndonesia. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi semua TKI: Peti mati diberikan gratis pada akhir masa kontrak, serta mendapat gelar almarhum. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;a name="Keuntungan_yang_diperoleh_dengan_menjadi_calo_TKI"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://tolololpedia.wikia.com/index.php?title=Tenaga_Kerja_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=2" title="Sunting bagian: Keuntungan yang diperoleh dengan menjadi calo TKI" rel="nofollow"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt; Keuntungan yang diperoleh dengan menjadi calo TKI &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bagi calo TKI bonus bervariasi, calo dikampung dapat Rp100,000 sampai Rp500,000 per kepala akan ditawarkan oleh Perusahaan PJTKI. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi PJTKI sendiri harga jual TKI ke Agen negara setempat juga bervariasi, di Malaysia minimal RM300 dan dari agen setempat baru ke tuan rumahnya. Bagi PJTKI ini belum termasuk dengan uang yang harus dibayar oleh TKI itu sendiri ketika mendaftar sebagai calon TKI, dan bagi agen dinegara pengguna masih ada bagi hasil dari gaji 1 sampai 2 bulan gaji sang TKI. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Masih banyak lagi yang mendapat keberuntungan dari TKI ini termasuk namun tidak terbatas pada:  &lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ketua RT sampai pak Camat,  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;kepala imigrasi dan koperasi imigrasi pembuat paspor karena harus beli lembar map dan 1 pena dengan harga minimal Rp20,000, dan harus tembak paspor dengan harga minimal Rp750,000 (harga paspor yang tertera adalah Rp300,000) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jasa mengisi formulir imigrasi sebesar Rp20,000 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jasa tekong dari Johor ke Tanjung Pinang secara gelap RM300 perorang (harga sebelum Malaysia menaikkan harga BBM, sekarang harga pasti sudah naik) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jasa mengamankan kejaran polisi Indonesia (jika tertangkap kembali ke Indonesia tanpa paspor) tinggal nego. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jasa penjual tiket di PT pelni pelabuhan Kijang-Kepulauan Riau Rp20,000 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jasa meminjamkan kasur di kapal Pelni oleh awak kapal Rp1000 perhari, padahal seharusnya kasur adalah gratis. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jasa sopir taksi di pelabuhan tujuan (harga tidak tentu, sukur-sukur tidak diracun dan dibuang di jalan) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jasa pengamanan oleh petugas di Bandara atau pelabuhan (lihat saja ditiap bandara pasti ada petunjuk tempat penampungan TKI) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;a name="Kesimpulan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://tolololpedia.wikia.com/index.php?title=Tenaga_Kerja_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=3" title="Sunting bagian: Kesimpulan" rel="nofollow"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Betapa Ironisnya kehidupan para Tenaga Kerja Wanita Indonesia yang dikirim ke Luar Negeri bila dibandingkan dengan kehidupan Tenaga Kerja yang masih menetap di sini. Hanya dengan iming-iming kesuksesan semata yang memang belum pasti, mereka harus mendapatkan bonus-bonus gratis yang tersebut di atas. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kasian, sudah miskin harta, miskin ilmu, dan dimiskinkan dan diperkosa oleh pemerintahnya serta masyarakatnya dan bangsanya sendiri. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diharapkan bagi para pembaca, selain terhibur dengan humor yang disediakan, harap Anda mengambil hikmah dari setiap humor yang tersaji. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ingat kejahatan tidak terjadi karena ada niat tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah........... Waspadalah&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://tolololpedia.wikia.com/wiki/Tenaga_Kerja_Indonesia"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-7977634382117593511?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/7977634382117593511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/definisi-tki-versi-tololpedia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/7977634382117593511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/7977634382117593511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/definisi-tki-versi-tololpedia.html' title='Definisi TKI versi Tololpedia'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-8285412326917260273</id><published>2009-01-24T23:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T23:15:42.845-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fakta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dalam Negeri'/><title type='text'>Potret Buram TKI</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sudah jatuh tertimpa tangga. Demikian ungkapan yang paling pas untuk menggambarkan nasib buruh migran kita di luar negeri. Mereka menjadi korban tiga kali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertama, mendapat tindak kekerasan. Kedua, tiada kebebasan untuk melakukan perlawanan. Ketiga, tak adanya atau minimnya jaminan perlindungan, baik dari negara tujuan maupun pemerintah Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kekerasan demi kekerasan terhadap para buruh tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri sepertinya menjadi cerita panjang yang tak pernah usai. Kasus terbaru menimpa Sukasih, TKI asal Jatim, yang terjatuh dari balkon lantai empat sebuah apartemen di Tengkera, Malaka, Malaysia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti di lansir harian Malaysia The Star (23/9/2008), Sukasih terjun bebas dan sebuah apartemen. Dia terpeleset saat memanjat pagar balkon. Jatuhnya Sukasih ini diduga lantaran menghindari kejaran polisi Diraja Malaysia karena yang bersangkutan tidak memiliki dokumen resmi. Sukasih dilarikan ke Malacca Hospital. Namun, dua jam kemudian nyawanya tidak tertolong lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selang beberapa muncul kasus baru, yakni terkatung-katungnya nasib jenazah TKI Jatim yang belum bisa dipulangkan ke Indonesia. Adalah Siti Tarwiyah, seorang TKI asal Bilitar, yang kematiannya diduga tidak wajar. Menurut Direktur Migran Care, Anis Hidayah, Siti Tarwiyah sudah meninggal 50 hari lalu. Namun, sampai saat ini belum bisa dipulangkan karena terbentur birokrasi di Arab Saudi yang ribet dan berbelit-belit. Sudah meninggal saja para TKI kita sangat diperlakukan tidak manusiawi, apalagi ketika masih hidup (Radar Surabaya, 24/9/2007) Korban kekerasan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari sekian banyak TKI yang bekerja di luar negeri, sebagian besar TKI berpotensi menjadi korban kekerasan, baik itu kekerasan fisik, psikis, dan ekonomi. Dan memang sebagian besar korban kekerasan terhadap TKI di luar negeri adalah kaum perempuan. Dan saat ini sudah ada ratusan, bahkan ribuan TKI, yang menjadi koran tindak kekerasan di luar negeri, baik TKI yang masih bertahan di luar negeri maupun yang sudah kembali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagian besar TKI yang pulang akibat tindak kekerasan majikannya dalam kondisi fisik dan psikis yang sangat memprihatinkan. Bahkan, ada yang sampai meninggal dunia. Berangkat dalam keadaan hidup, pulang dalam kondisi meninggal. Nasib TKI sungguh sangat mengenaskan. Namun, semakin banyak kasus kekerasan terhadap TKI, sepertinya bagaikan tontonan yang tak pernah mendapatkan perlakuan dan perlindungan yang memadai dari pihak Pemerintah Provinsi Jatim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persoalan perlindungan terhadap TKI di luar negeri dinilai masih sangat rendah. Ini ditunjukkan dengan munculnya berbagai persoalan yang menimpa TKI di luar negeri tanpa mendapat advokasi dan perlindungan yang memadai. Bahkan, perbagai persoalan yang menimpa TKI cenderung dibiarkan begitu saja. Yang paling parah menimpa TKI.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain masalah upah yang tak dibayar atau tidak sesuai standar ketenagakerjaan, persoalan yang sering kali dialami adalah masalah kekerasan. Sebagian besar TKI mendapat perlakuan dan tindakan kekerasan, baik kekerasan fisik, psikologis, maupun kekerasan seksual dari keluarga majikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut catatan Migran Care, pada tahun 2007 ada sekitar 61 TKI yang meninggal di luar negeri, sebanyak 28 TKI mengalami perlakuan tindak kekeraan, dan 56 TKI terancam hukuman cambuk atau mati. Bahkan, ada beberapa TKI yang dituduh membunuh majikannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, perlu diingat bahwa pembunuhan tersebut dalam rangka membela diri. TKI yang bersangkutan sebelumnya terus menjadi korban kekerasan dari majikan dan anaknya, terutama kekerasan seksual (baca: pemerkosaan).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pahlawan devisa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengakuan akan sumbangan besar TKI bagi perekonomian tak mampu mengubah nasib mereka, terutama para TKI yang tidak terdidik dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Kondisi para TKI tak terdidik di luar negeri bagaikan "budak" yang mudah dipermainkan dan diperlakukan sewenang-wenang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ironisnya, kasus kekerasan terhadap TKI di luar negeri ini tak pernah berhenti atau setidaknya berkurang, justru kasusnya semakin membengkak. Kekerasan terhadap TKI di luar negeri akhirnya menjadi "menu bulanan" kita. Dan yang paling memprihatinkan lagi, perlindungan dari pemerintah yang dinilai sangat rendah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah seperti mau enaknya saja dalam memperlakukan para TKI di luar negeri. TKI bagaikan habis manis sepah dibuang. Hanya ambil manisnya, ampasnya dibuang. Padahal, secara ekonomi, sumbangan devisa TKI di luar negeri sangat besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut catatan Migran Care, secara ekonomi dalam setahun sumbangan devisa TKI diperkirakan Rp 68 triliun. Angka itu luar biasa besarnya, tetapi perlindungannya luar biasa kecilnya. Untuk Jawa Timur, pada tahun 2006 jumlah kiriman uang dari TKI Jatim di luar negeri mencapai Rp 2,565 triliun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meskipun sudah ada perjanjian bilateral antara pemerintah dan negara tujuan penempatan TKI, mengapa tindak kekerasan terhadap TKI tak kunjung berhenti atau setidaknya berkurang. Selama ini pemerintah masih sebatas atau sekadar melakukan perjanjian pada tahap "penempatan" saja, belum menyentuh secara konkret terkait persoalan sosial dan hukum yang menimpa para TKI, terutama masalah perlindungan atau advokasi sosial dan hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, ke depan, Pemerintah Indonesia harus tegas dan jelas dalam melakukan perjanjian bilateral terkait dengan pengiriman TKI. Perlu ada jaminan dan perlindungan hukum yang konkret di atas kertas. Selain itu, juga perlu ada seleksi yang lebih ketat dalam masalah pengiriman TKI, terutama dalam hal kualitas SDM.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Rofi&amp;apos; Munawar Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, dari PKS&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/20/16323632/potret.buram.tki."&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-8285412326917260273?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/8285412326917260273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/potret-buram-tki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/8285412326917260273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/8285412326917260273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/potret-buram-tki.html' title='Potret Buram TKI'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-248422545005407968</id><published>2009-01-24T23:11:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T23:14:26.186-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Arab Saudi'/><title type='text'>Pembunuhan Brutal 2 TKI di Arab, Hadiah 17-an HUT RI 62</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Masih seputar tujuhbelasan. Tepat di hari perayaan kemerdekaan kemarin &lt;a href="http://hrw.org/english/docs/2007/08/17/saudia16699.htm" title="Berita dari HR News" target="_blank"&gt;&lt;em&gt;Human Right News&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; menghadiahi berita pembunuhan brutal yang dialami 2 TKI di Arab Saudi: Siti Tarwiyah Slamet, 32 tahun, dan Susmiyati Abdul Fulan, 28 tahun. Sementara dua rekannya, Ruminih Surtim, 25 tahun, and Tari Tarsim, 27 tahun, masuk unit gawat darurat di rumah sakit Riyadh Medical Complex.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-180"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Mereka mengalami penyiksaan sadis karena dituduh menyantet anak laki-laki majikan mereka. Tiga bulan lalu, seorang TKI di provinsi al-Qasim dihukum 10 tahun penjara dan 2000 hukuman cambuk sebagai ganti dari hukuman mati. Kedutaan Indonesia di sana, konyolnya, baru mengetahui peristiwa itu satu bulan sesudahnya. Tidak ada pendampingan atau upaya pembelaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Menurut catatan, terdapat sekitar dua juta perempuan dari Indonesia, Sri Lanka dan Pilipina yang sekarang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Arab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Berita ini menambah barisan pahlawan devisa yang pulang tinggal nama. Bukan di medan perang. Tetapi di sebuah Negara terhormat Arab Saudi. Sekaligus kasus barbarian ini menunjukkan kegagalan kedua pemerintahan baik Indonesia maupun Arab untuk melindungi warga negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;TKI, pahlawan devisa atau apapun istilahnya adalah julukan terhormat, sekaligus menutup-nutupi realita dan fakta bahwa mereka “cuma” babu, pembantu rumah tangga yang tidak punya harga. Pekerjaan mencuci piring, mengepel dan membersihkan kakus rupanya telah menjadi pekerjaan kelas kambing. Pekerjaan-pekerjaan kasar semacam itu tidak bisa lagi dilakukan oleh warga negara aristokrat, di negara yang berlimpah minyak dan dolar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Apa yang dirasakan keluarga Siti, Susmiyati, Ruminih dan Tari mendengar berita semacam ini? Ada linangan air mata yang tidak tahu kapan akan berakhir. Mimpi buruk yang akan menghantui mereka selama bertahun-tahun. Perasaan marah yang tak punya saluran pelampiasan. Dan barangkali sedikit penghiburan dari tetangga dan sanak saudara. Menaruh sejumput uang tanda duka cita. Lalu melupakannya sebagai sebuah kisah sedih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Saya tidak yakin, apakah akan ada aksi sejuta umat, aksi sejuta tanda tangan, kedutaan yang di demo. Karena cerita tentang empat sekawan ini adalah aib di muka sendiri. Sebuah propaganda yang mengganggu agenda-agenda politis mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Rakyat dan umat, jangan disodori cerita beginian dong ah! Maluuuuuu ana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Tragis! (Maaf, kata “Merdeka” tak layak diteriakkan di sini)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;a href="http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/18/tki/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-248422545005407968?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/248422545005407968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/pembunuhan-brutal-2-tki-di-arab-hadiah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/248422545005407968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/248422545005407968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/pembunuhan-brutal-2-tki-di-arab-hadiah.html' title='Pembunuhan Brutal 2 TKI di Arab, Hadiah 17-an HUT RI 62'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-5310357908202653213</id><published>2009-01-24T23:09:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T23:10:53.173-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fakta'/><title type='text'>Definisi TKI Wikipedia</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Tenaga Kerja Indonesia&lt;/b&gt; (disingkat &lt;b&gt;TKI&lt;/b&gt;) adalah sebutan bagi warga negara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; yang bekerja di luar negeri dalam hubungan kerja untuk jangka waktu tertentu dengan menerima &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Upah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Upah (belum dibuat)"&gt;upah&lt;/a&gt;. Namun demikian, istilah TKI seringkali dikonotasikan dengan pekerja kasar. TKI perempuan seringkali disebut &lt;b&gt;Tenaga Kerja Wanita&lt;/b&gt; (TKW).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;TKI sering disebut sebagai pahlawan devisa karena dalam setahun bisa menghasilkan devisa 60 trilyun rupiah (2006) &lt;a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/6/17/tki-sumbang-devisa-rp60-triliun-tahun-2006/" class="external autonumber" title="http://www.antara.co.id/arc/2007/6/17/tki-sumbang-devisa-rp60-triliun-tahun-2006/" rel="nofollow"&gt;[1]&lt;/a&gt;, tetapi dalam kenyataannya, TKI menjadi ajang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pungli" title="Pungli" class="mw-redirect"&gt;pungli&lt;/a&gt; bagi para pejabat dan agen terkait. Bahkan di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Soekarno-Hatta" title="Bandara Soekarno-Hatta" class="mw-redirect"&gt;Bandara Soekarno-Hatta&lt;/a&gt;, mereka disediakan terminal tersendiri (terminal III) yang terpisah dari terminal penumpang umum. Pemisahan ini beralasan untuk melindungi TKI tetapi juga menyuburkan pungli, termasuk pungutan liar yang resmi seperti punutan Rp.25.000,- berdasarkan Surat Menakertrans No 437.HK.33.2003, bagi TKI yang pulang melalui Terminal III wajib membayar uang jasa pelayanan Rp25.000. (saat ini pungutan ini sudah dilarang)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada 9 Maret 2007 kegiatan operasional di bidang Penempatan dan Perlindungan TKI di luar negeri dialihkan menjadi tanggung jawab &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/BNP2TKI" title="BNP2TKI" class="mw-redirect"&gt;BNP2TKI&lt;/a&gt;. Sebelumnya seluruh kegiatan operasional di bidang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri dilaksanakan oleh Ditjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=PPTKLN&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="PPTKLN (belum dibuat)"&gt;PPTKLN&lt;/a&gt;) &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Depnakertrans" title="Depnakertrans" class="mw-redirect"&gt;Depnakertrans&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Kasus&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Beberapa kasus yang melibatkan TKI:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Ceriyati" id="Ceriyati"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h4&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Ceriyati&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Ceriyati adalah seorang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/TKW" title="TKW" class="mw-redirect"&gt;TKW&lt;/a&gt; di malaysia yang mencoba kabur dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Apartemen" title="Apartemen"&gt;apartemen&lt;/a&gt; majikannya. Ceriyati berusaha turun dari lantai 15 apartemen majikannya karena tidak tahan terhadap siksaan yang dilakukan kepadanya. Dalam usahanya untuk turun Ceriyati menggunakan tali yang dibuatnya sendiri dari rangkaian kain. Usahanya untuk turun kurang berhasil karena dia berhenti pada lantai 6 dan akhirnya harus ditolong petugas &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemadam_Kebakaran&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Pemadam Kebakaran (belum dibuat)"&gt;Pemadam Kebakaran&lt;/a&gt; setempat. Tetapi kisahnya dan juga gambarnya (terjebak di lantai 6 gedung bertingkat) menjadi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Headline&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Headline (belum dibuat)"&gt;headline&lt;/a&gt; surat kabar Indonesia serta &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia" title="Malaysia"&gt;Malaysia&lt;/a&gt;, dan segera menyadarkan pemerintah kedua negara adanya pengaturan yang salah dalam pengelolaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/TKI" title="TKI" class="mw-redirect"&gt;TKI&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Pungutan_Liar_di_KBRI.2FKJRI_Malaysia" id="Pungutan_Liar_di_KBRI.2FKJRI_Malaysia"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h4&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Pungutan Liar di KBRI/KJRI Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Para warga negara Indonesia yang ingin memperoleh pelayanan keimigrasian dimana kebanyakan dari mereka adalah TKI yang bekerja di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia" title="Malaysia"&gt;Malaysia&lt;/a&gt;, dibebani tarif pungutan liar. Modusnya adalah terbitnya SK/&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Surat_Keputusan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Surat Keputusan (belum dibuat)"&gt;Surat Keputusan&lt;/a&gt; ganda, untuk SK pungutan tinggi ditunjukan sewaktu memungut biaya, sedangkan SK pungutan rendah digunakan sewaktu menyetor uang pungutan kepada negara. Pungli ini berawal dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PPATK" title="PPATK" class="mw-redirect"&gt;PPATK&lt;/a&gt; yang mencium aliran dana tidak wajar dari para pegawai negeri di Konjen Penang pada Oktober 2005, dikemudian hari terungkap, pungutan serupa juga terjadi di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/KBRI" title="KBRI" class="mw-redirect"&gt;KBRI&lt;/a&gt; Kuala Lumpur. Pungli ini menyeret para pejabat ke meja hijau, termasuk mantan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Duta_Besar" title="Duta Besar"&gt;Duta Besar&lt;/a&gt; Indonesia untuk Malaysia &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadi_A_Wayarabi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Hadi A Wayarabi (belum dibuat)"&gt;Hadi A Wayarabi&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Erick_Hikmat_Setiawan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Erick Hikmat Setiawan (belum dibuat)"&gt;Erick Hikmat Setiawan&lt;/a&gt; (kepala KJRI Penang) dan M Khusnul Yakin Payapo (Kepala Subbidang Imigrasi Konjen RIPenang).&lt;a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/05/tgl/23/time/173452/idnews/784200/idkanal/10" class="external autonumber" title="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/05/tgl/23/time/173452/idnews/784200/idkanal/10" rel="nofollow"&gt;[2]&lt;/a&gt; Erick Hikmat Setiawan divonis 20 bulan penjara.&lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0609/30/Politikhukum/2994285.htm" class="external autonumber" title="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0609/30/Politikhukum/2994285.htm" rel="nofollow"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Pemotongan_Gaji_Ilegal" id="Pemotongan_Gaji_Ilegal"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h4&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Pemotongan Gaji Ilegal&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Hampir semua TKI atau buruh migran Indonesia mengalami potongan gaji secara ilegal. Potongan ini disebutkan sebagai biaya penempatan dan "bea jasa" yang diklaim oleh PJTKI dari para TKI yang dikirimkannya. Besarnya potongan bervariasi, mulai dari tiga bulan sampai tujuh, bahkan ada yang sampai sembilan bulan gaji. Tidak sedikit TKI yang terpaksa menyerahkan seluruh gajinya dan harus bekerja tanpa gaji selama berbulan-bulan. Praktik ini memunculkan kesan bahwa TKI adalah bentuk perbudakan yang paling aktual di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-5310357908202653213?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/5310357908202653213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/definisi-tki-wikipedia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/5310357908202653213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/5310357908202653213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/definisi-tki-wikipedia.html' title='Definisi TKI Wikipedia'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-5132524350412509713</id><published>2009-01-18T00:30:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T00:31:55.111-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain Lain'/><title type='text'>Cerita Bersama TKI</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: left; font-family: arial,helvetica,sans-serif;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;18 Januari 2008.. tepat pukul 11.30 siang, aku berada di Bandara International &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0pt 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; cursor: pointer;" class="yshortcuts"&gt;Taipei&lt;/span&gt; … &lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt; senang sekali bisa pulang ke &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; , setelah beberapa lama harus bertempur dengan kuliah yang sangat melelahkan… Setelah mengurus segala sesuatunya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;finally &lt;/span&gt;aku segera menuju gate yang telah ditentukan.. . &lt;i&gt;Fiuh&lt;/i&gt;, aku kemudian duduk di ruang tunggu.. kudengar beberapa lelaki dan seorang wanita bersenda gurau dalam bahasa Indonesia , ke dekati dan kusapa mereka.. ternyata mereka adalah TKI yang akan pulang ke &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; , tapi kenapa wanita yang satu ini kelihatan agak pucat ya?? Setengah bingung.. aku bercerita dengan Mbak yang kelihatannya sakit ini.. dari berbagai pertanyaanku, meluncurlah berbagai jawaban yang menyedihkan. . “&lt;i&gt;Saya itu dipulangkan Mas.. karena saya nggak bisa kerja, abisnya jatuh dari tangga, tapi majikan nggak mau bertanggungjawab&lt;/i&gt;”, itulah isakan tangis yang paling kuingat saat itu… Kuberikan sedikit semangat kepada Mbak ini..&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ku semangati dia dengan terus berusaha sabar dan ikhlas dengan apa yang terjadi… Akhirnya kulihat senyum di wajah wanita berusia 25 tahunan ini.. &lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left; font-family: arial,helvetica,sans-serif;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pukul 13.10 siang, petugas bandara meminta para penumpang untuk menuju pesawat. &lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, terbang juga, ujarku dalam hati.. Setelah tepat di atas awan, makan siangpun di bagikan.. Lumayan &lt;i&gt;nih &lt;/i&gt;bisa makan siang fikirku dalam hati… Kulihat judul box makanan ini “&lt;b&gt;Tainan&lt;/b&gt;&lt;b&gt; Fried Shrimp&lt;/b&gt;..” kubuka perlahan.. &lt;i&gt;Astagfirullah&lt;/i&gt;, ternyata &lt;i&gt;plastic label&lt;/i&gt; ini ada tulisan lanjutannya yaitu &lt;b&gt;“… &amp;amp; fried pork”&lt;/b&gt;… Setengah berteriak.. aku beritahu Mbak yang berada di sebelah kursiku dan juga Mbak yang berada di depanku yang kuketahui menggunakan jilbab, belakangan aku baru &lt;i&gt;tau&lt;/i&gt; kalau nama mereka adalah Mbak Indah dan Mbak Lia…&lt;/span&gt;&lt;span id="more-97"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: left; font-family: arial,helvetica,sans-serif;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mereka berdua tampak kaget dan langsung bertanya-tanya kepadaku, dari mana aku tau kalau makanan itu ada unsur babi-nya. Kujelaskan dengan seksama, tulisan pork yang berarti daging &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts"&gt;babi&lt;/span&gt;.. mereka seperti terhenyak.. kaget dan &lt;i&gt;finally&lt;/i&gt; memberitahukan beberapa TKI Muslim lainnya.. &lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt; beberapa dari mereka akhirnya tidak memakan barang haram itu, tapi ada beberapa TKI yang &lt;i&gt;out of coverage&lt;/i&gt;, sehingga mereka “harus” menelan daging haram yang sangat merugikan kesehatan itu… aku marah, kecewa, sedih.. campur aduk rasanya persaan ini, ketika aku tak sanggup mencegah semuanya itu.. Ya Allah ampunilah dosa hambaMu ini..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: left; font-family: arial,helvetica,sans-serif;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dua jam di atas awan.. dilanjutkan dengan transit di Hongkong selama satu jam, itulah info yang kuterima dari pengumuman yang diberikan.. Aku kemudian keluar dari pesawat.. Beberapa TKI segera mengikutiku. . Mereka bilang.. Mas kan mahasiswa, harus jadi pimpinan kami dan bantu kami ngapain-ngapain aja”, &lt;i&gt;Insya Allah&lt;/i&gt; ujarku.. Di pusat perbelanjaan &lt;i&gt;Airport&lt;/i&gt;, banyak TKI yang bingung, karena seperti biasanya “lapar mata”, membuat sebagian besar dari mereka harus berani mengorbankan uangnya demi kesenangan sanak famili dan keluarga… Hebat, kata hatiku berucap!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: left; font-family: arial,helvetica,sans-serif;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;“Mas, beli barang disini bisa nggak ya pake NT”??&lt;/i&gt; Kujelaskan bahwa harga yang tertera dalah menggunakan kurs Dollar Hongkong.. &lt;i&gt;Finally&lt;/i&gt;, karena raut muka mereka agak kecewa, kuberikan solusi kepada mereka untuk menukarkan uang mereka di &lt;i&gt;money changer.&lt;/i&gt; &lt;i&gt;“Tukerin ya Mas, kami ini nggak bisa Bhs Inggris”, Oke, tapi saya cari dulu money changer terdekat”&lt;/i&gt; ujarku. &lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt; perjuanganku &lt;i&gt;nggak &lt;/i&gt;sia-sia, alhasil, aku jadi juru bicara para TKI hari itu, hehehehe… tapi ada yang aneh dari salah seorang TKI , ketika menukarkan uang tadi?? Dia melepas sepatu dan kaos kakinya, yang ternyata berlapis tiga… Setelah usai menukar uang, aku tanyakan hal tersebut. TKW yang belakangan aku ketahui bernama Mely ini, ternyata takut uangnya diambil para petugas yang akan menjemputnya di Cengkareng.. “&lt;i&gt;agent ku reseh Mas, kalo nggak gini, bisa lenyap ni duit”&lt;/i&gt;, itulah kalimat yang meluncur dari mulut wanita asal Subang ini…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="text-align: left; font-family: arial,helvetica,sans-serif;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suasana yang santai, agak ramai ketika salah seorang TKI, Mbak Indah (yang berjilbab dan duduk di depan kursiku) bercerita kepadaku bahwa ada serombongan Ibu-Ibu TKI tujuan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts"&gt;Abu Dhabi&lt;/span&gt;, yang sedang kebingungan, karena &lt;i&gt;nggak&lt;/i&gt; tahu harus berada di &lt;i&gt;gate&lt;/i&gt; mana, sementara mereka kesemuanya tidak bisa berkomunikasi menggunakan bhs asing..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left; font-family: arial,helvetica,sans-serif;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kudekati rombongan Ibu-Ibu berjilbab ini, kutanyakan apa kesulitan mereka.. &lt;i&gt;Ehm &lt;/i&gt;rupanya mereka sejak jam 3 jam yang lalu sudah berada di bandara ini dan tidak ada satupun perwakilan agen yang mengurus keberangkatan mereka alias ditelantarkan begitu saja..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: left; font-family: arial,helvetica,sans-serif;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akhirnya kupinjam passport dan tiket salah seorang ibu yang seperti jadi pimpinan rombongan itu, akupun melangkah ke &lt;i&gt;security&lt;/i&gt;, kutanyakan segala sesuatunya&lt;i&gt;.. Security&lt;/i&gt; tampak acuh.. lalu aku cari &lt;i&gt;information centre&lt;/i&gt;.. Setengah berlari, aku (yang sudah mirip kepala pasukan rebana, hehehehe.. karena diikuti Ibu-Ibu berjilbab dan beberapa diantara mereka menggunakan seragam) bertanya mengenai permasalahan yang dialami oleh Ibu-Ibu tersebut, sang petugas dengan tenangnya menjawab.. &lt;i&gt;I don’t know.. &lt;/i&gt;Setengah marah&lt;i&gt; akupun berujar “how come you don’t know?? This is International Airport , but the service is so bad”&lt;/i&gt;.. Si petugas tampak diam , aku tau dia fikir mungkin.. “&lt;i&gt;ah, cuma TKI aja sok tanya-tanya? ??”&lt;/i&gt; tak kehabisan akal, kulanjutkan kalimatku dengan ucapan, “&lt;i&gt;I am a Student of Master Program in &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;  and lawyer in &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; ”.. Alhamdulillah&lt;/i&gt;, sang petugas sepertinya agak kaget juga.. dia langsung meminta maaf kepadaku berulang kali dan berusaha terus untuk menjelaskan, tapi karena sudah jengkel, kutinggalkan petugas menyebalkan, yang terus mengejarku itu…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: left; font-family: arial,helvetica,sans-serif;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Waduh&lt;/i&gt;, para penumpang CA yang transit sudah dipanggil kembali menuju pesawat, aku nekat, ingin meneruskan usahaku ini, kutanyakan kepada petugas &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts"&gt;China Airlines&lt;/span&gt; tentang tulisan yang ada di tiket &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts"&gt;Cathay Pacific&lt;/span&gt; tujuan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts"&gt;Abu Dhabi&lt;/span&gt; itu (kebetulan pake Bhs &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts"&gt;China&lt;/span&gt;.. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wo bu dong&lt;/span&gt;… kalo urusan Tulisan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts"&gt;China&lt;/span&gt; , &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hehehehe&lt;/span&gt;). Petugas CA ini dengan sangat rinci menjelaskan kepadaku tentang segala sesuatu yang tertera di tiket, lengkap dengan segala tetek bengek prosedurnya, termasuk perkiraan gate yang biasa dilalui… tapi ada yang mencengangkan. . ternyata jam keberangkatan Ibu-Ibu paruh baya ini adalah pukul 23.30 alias jam 11.30 malam, padahal mereka sudah tiba di bandara sejak pukul 12.30.. &lt;i&gt;haaaaaaa??? Whats, 11 jam nunggu??? Ya Allah&lt;/i&gt;, betapa menderitanya mereka ini ya &lt;i&gt;Allah… Astagfirullah…&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Alhamdulilllah&lt;/i&gt;, setelah mendapatkan info dari petugas CA, kujelaskan hasil “perjuanganku” kepada Ibu-Ibu yang wajahnya sudah sangat resah itu, aku tunjukkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gate&lt;/span&gt; yang di arahkan petugas CA tadi.. dan aku meminta mereka untuk duduk di tempat tersebut sembari terus mengecek TV Info dan menyesuaikan nomor pesawat sesuai dengan yang tertera di tiket.. Kujelaskan tulisan yang ada di TV Information itu.. Kuminta mereka bersabar dengan mengutip bunyi ayat “&lt;i&gt;Fa&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;Innama ‘al ‘usriyusroon, innama ‘al ‘usriyusroo” &lt;/i&gt;(dibalik kesulitan pasti disertai kemudahan…) &lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, mereka gembira, kulihat muka yang tadinya agak layu, lelah, capek.. kini bersemangat kembali.. “Baik Ibu-Ibu, saya pamit dulu, harus segera menuju pesawat.. &lt;i&gt;Assalamu’alaikum WW&lt;/i&gt;”, menutup pembicaraan… Mereka serempak menjawab salamku dengan wajah sangat ceria.. &lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, walaupun masuk pesawat terakhir, tapi setidaknya aku puas.. bahagia bisa melakukan , “sesuatu”.. &lt;i&gt;Ya Allah Ya Robbi&lt;/i&gt;, betapa luar biasanya penderitaan para TKI ini, tapi mereka berani mengorbankan apapun demi keluaga… demi anak, orang tua, kakak, adik dan handai taulan lainnya… Masih terngiang di telingaku ucapan Mbak Tatik, salah seorang TKW asal Cirebon dengan logat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngapak&lt;/span&gt;nya berujar.. “&lt;i&gt;menderita nang kene ya ra papa Mas.. asal keluarga neng Indo ki ya bahagia”… Subhanallah. ..&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;a href="http://telagahati.wordpress.com/2008/02/25/cerita-bersama-tki/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-5132524350412509713?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/5132524350412509713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/cerita-bersama-tki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/5132524350412509713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/5132524350412509713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/cerita-bersama-tki.html' title='Cerita Bersama TKI'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-7376988787548641561</id><published>2009-01-18T00:28:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T00:29:53.216-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Korea'/><title type='text'>Saya Sudah Digaji Rp 10 Juta</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pada bulan Februari 2008, masa kontrak Syarif (29), salah seorang tenaga kerja Indonesia di Ansan, Korea Selatan, sudah tiga tahun dan akan segera jatuh tempo. Namun, ia tidak mau pulang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Syarif tidak akan pulang ke kampung halamannya di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, jika tidak ada jaminan dari Pemerintah Indonesia terhadap dirinya untuk bisa kembali lagi bekerja di Korea Selatan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;"Loh ngapain pulang, saya sekarang sudah mendapat gaji 1 juta won per bulan (sekitar Rp 10 juta). Pulang ke kampung, belum tentu saya mendapat pekerjaan, malah mungkin nganggur. Mendingan di sini (Korsel), perusahaan sudah percaya sama saya. Kerja sudah enak, saya bisa nabung dan kirim uang ke Indramayu," ujar Syarif, ketika ditemui Kompas di sebuah Warung Indonesia di daerah Ansan, awal Agustus lalu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Lain cerita Syarif, lain pula penuturan pasangan suami istri Udin-Ny Markesot (bukan nama sebenarnya). Keduanya sudah tinggal di Suwon sekitar 10 tahun. Dua sejoli yang sudah memiliki satu anak ini termasuk TKI yang sudah melewati masa tinggal di Korsel (overstay). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Anehnya, kedua warga Indonesia ini tidak dideportasi oleh Pemerintah Korea. Warga Indonesia khususnya TKI yang bekerja di Korea dikenal sebagai orang yang gampang diatur, tidak neko-neko, dan tidak malas seperti halnya tenaga kerja asal negara lain. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;"Makanya, setiap ada operasi dari imigrasi Korsel, kami selalu ’dilindungi’ karena orang Korsel mengetahui benar karakter orang Indonesia," ujar Udin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Namun, adakalanya para TKI ini justru kesal dengan ulah oknum pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul terutama yang menangani paspor. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Para TKI ini sering dijadikan obyek oleh mereka yang ingin mencari keuntungan tambahan. "Masak pengurusan perpanjangan paspor di KBRI resminya 30.000 won bisa melonjak hingga 200.000 won. Untungnya pejabat tersebut sekarang sudah dipindahkan," ungkap Udin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Tutup mata&lt;/strong&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Sebaliknya, petugas imigrasi di Korea justru sering "tutup mata" terhadap sejumlah TKI yang overstay. Meski secara administratif suami-istri itu bermasalah, mereka masih tetap bekerja di perusahaan kabel di Suwon. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;"Malah kalau ada operasi ke pabrik, misalnya, TKI yang overstay diminta petugas imigrasi untuk keluar lebih dulu agar tidak terkena operasi," kata Udin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Ia menyimpulkan, perusahaan dan Pemerintah Korea sebenarnya sangat membutuhkan tenaga kerja manual yang terampil, tetapi mereka juga membutuhkan pekerja yang baik dan bisa diatur. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;"Masalah TKI sering terjadi pada saat pengiriman dari Indonesia karena banyaknya pungutan dan birokrasi di dalam negeri," ungkap Udin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Sementara Syarif yang bekerja di Ansan datang ke Korsel tahun 2004 dan termasuk salah satu TKI yang mengikuti sistem government to government (G to G), yakni mekanisme pengiriman TKI yang didasarkan pada perjanjian antara Pemerintah Indonesia dan pemerintah negara penempatan TKI, yakni Pemerintah Korsel. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Saat ini Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengirim sejumlah TKI lalu diterima oleh Pemerintah Korsel. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Selanjutnya, Pemerintah Korea menawarkan dan menyalurkan TKI kepada perusahaan Korea yang membutuhkan. Sebelumnya, pengiriman TKI dilakukan perusahaan swasta, tetapi sering menimbulkan banyak masalah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Kuota TKI&lt;/strong&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Ditemui di sela-sela kegiatan Promosi Investasi yang diselenggarakan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Seoul, Korsel, 6-7 Agustus 2007, Duta Besar Indonesia untuk Korsel Jakob Tobing menjelaskan, kuota TKI yang bisa bekerja di Korea jumlahnya 9.000 orang, tetapi kuota tersebut belum bisa dipenuhi seluruhnya. Pasalnya, masih ada beberapa persoalan dalam proses persiapan dan pengiriman TKI dari Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Salah satu persoalan adalah sogok-menyogok. Seperti dituturkan Syarif, temannya dari Indramayu yang sudah memiliki paspor, visa, dan tiket pesawat nyaris tidak bisa berangkat ke Korea karena ada TKI lain yang berani menyogok petugas hingga Rp 40 juta agar bisa bekerja di Negeri Ginseng ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Jakob Tobing bisa memahami kondisi TKI seperti itu, namun yang ditangani KBRI di Seoul lebih pada manajemen kedatangan TKI. Di Korsel TKI lebih dihargai, tetapi di negeri sendiri mereka justru disia-siakan. Bahkan, para TKI sering dijadikan obyek pungutan liar oleh sejumlah petugas, padahal mereka termasuk kelompok "pahlawan devisa". Duh, malangnya nasib TKI.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0708/16/utama/3765859.htm"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-7376988787548641561?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/7376988787548641561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/saya-sudah-digaji-rp-10-juta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/7376988787548641561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/7376988787548641561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/saya-sudah-digaji-rp-10-juta.html' title='Saya Sudah Digaji Rp 10 Juta'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-6818589299695691633</id><published>2009-01-18T00:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T00:28:17.649-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dalam Negeri'/><title type='text'>Tertipu Di Negeri Sendiri</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Terlantar di Gorontalo, Hanya Ingin Uang Kembali Secara Kekeluargaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;SENANG&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; rasanya hati Hendi, Furdi Susilo, Abdul Syukur dan Reza ketika mengetahui Dirut PT Angkasa Jaya Persada (AJP), tersangka Indra Gunawan alias Tomi Saputra alias Roy alias Marwan Thamrin Hamid ditenggarai berada di Gorontalo. Empat korban kasus penipuan dengan modus dijadikan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk ditempatkan di Australia itu hanya menginginkan uang mereka yang berjumlah puluhan jutaan itu kembali dengan menempuh jalur kekeluargaan.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;div class="mosimage" style="width: 410px;" align="center"&gt;&lt;img src="http://www.gorontalopost.info/images/stories/Kaki/08.09.12-Korban%20TKI%20%281%29.jpg" alt="Image" title="Image" border="0" height="300" hspace="6" width="400" /&gt;&lt;div class="mosimage_caption"&gt;Nampak Furdi Susilo salah satu korban penipuan pengadaan TKI yang menunjukkan kasus penipuan yang menimpa mereka itu sebelumnya telah diberitakan di media POS KOTA edisi Jumat 1 Agustus 2008.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mo.Sa. Hadji Ali, - GORONTALO&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah lorong perumahan yang gelap dengan menempuh perjalanan sempit dan berbelok di salah satu kompleks perumahan di Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo, awak Gorontalo Post akhirnya tiba di sebuah rumah bercat putih sederhana. Didepan rumah tersebut ada Masjid kecil yang sedang mengkumandangkan Adzan sholat Isya sekaligus tanda mendekati ibadah sholat Tarawih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di teras rumah, ada empat orang yang sedang duduk melantai beserta hidangan kecil dan sederhana. Mereka Hendi (40), Furdi Susilo (25), Reza (24) dan Abdul Syukur (38) menunggu kedatangan Gorontalo Post yang sudah janjian sebelumnya. "Mari Mas, gimana kabarnya. Maaf kita hanya melantai nich..," ujar Hendi. "Lumayan, sekarang agak mendingan lagi nunggu kabar selanjutnya," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu sudah, sejak Jumat (5/9) pekan lalu, mereka berempat datang ke Gorontalo setelah mendengar kabar bahwa dua rekan 'senasib' mereka, Agus dan Januar telah mendapatakan apa yang mereka buru selama ini. Ya, Agus dan Januar telah mendapatkan kembali uang setoran mereka dari Indra Gunawan alias Tomi Saputra alias Roy alias Marwan Thamrin Hamid Dirut PT AJP yang teridentifikasi fiktif itu senilai Rp 54 juta. "Makanya, saya katakan ma mereka, lho... kenapa gak bilang-bilang? Ya udah.. Kita ketemu di Jakarta dua hari setelah si Agus dan Januar balik dari Gorontalo," ujar Hendi warga Kota Bandung itu. Saat itu juga Furdi dkk langsung tancap gas menuju ke Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat tiba di Gorontalo dan menemukan alamat lengkap Indra Gunawan alias Tomi Saputra alias Roy alias Marwan Thamrin Hamid, secercah harapan itu kembali tertutup kabut setelah pihak keluarga ditenggarai menyembunyikan orang yang telah masuk DPO Polres Jakarta Utara itu. "Kami sangat menyesal, ini 'kan bulan Ramadhan kok bisa-bisanya kami dipersulit kayak gitu oleh Supriono dan Eli Thamrin (Kakak Marwan-red). Isterinya juga si Evi yang tak mau bekerja sama," ujar Hendi yang mengaku menyerahkan uang Rp 32 juta.&lt;br /&gt;Menurut mereka, sebenarnya mereka tak ingin memperpanjang masalah tersebut jika yang bersangkutan mau bekerja sama dengan menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. "Kami sich, kalau uang udah kembali, kita langsung balik pulang aja. Urusan hukumnya terserah polisi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengaku malu kepada keluarganya masing-masing. Kata Furdi Susilo, hampir seluruh anggota keluarga dan tetangganya mengetahui jika dirinya sudah menjadi TKI dan sedang bekerja di perusahaan Ford, Australia. "Wah.. gimana yah soalnya tetangga pada tahu saya udah bekerja," kata warga Palembang ini sembari teman-temannya turut menekankan hal yang sama pula terjadi sama mereka, "Saya malah terlanjur jual rumah saya," kata Hendi.&lt;br /&gt;Kembali ke kasusnya, Abdul Yusuf dan Reza mengatakan modus yang digunakan tersangka Marwan Thamrin Hamid sejak awal pendaftaran hingga nasib mereka menjadi terlantar di Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, mereka mendapatkan pengumuman di koran setempat bahwa sebuah perusahaan menerima tenaga kerja yang akan ditempatkan di perusahaan Ford Australia. "Awalnya saya gak begitu yakin," tutur Abdul Yusuf. Setelah mendaftar dan melihat persyaratannya, para pencari kerja ini langsung mengadakan Medical Check Up (MCU) di kantor yang beralamat di Jalan Agung Niaga nomor 6, Sunter, Jakarta Utara. "Betulan, ada. Alat roungent-nya ada lengkap semua," tegas Hendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, mereka dituntut harus mengurus sejumlah dokumen perjalanan berupa Dokumen Pelaut. Menurut mereka, dokumen itu merupakan persyaratan serta mempermudah untuk mendapatkan visa di kantor Kedutaan Indonesia di negara yang dituju. "Banyak, Sertifikat BST, ATTD, AFB dan masih banyak lagi. Tapi belakangan semuanya palsu," ujar mereka langsung memvonis. Dokumen yang dinilai mereka asli hanyalah Pasport namun saat ini dibawa kabur oleh tersangka. Mereka juga menambahkan, jika benar itu semua palsu, berarti saat ini Marwan Thamrin Hamid juga merupakan DPO dari kantor Keimigrasian. "Iya,, dia memang dicari oleh orang Imigrasi," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun keempat calon pencari kerja ini, sekali lagi, hanya mengharapkan uang mereka dari Rp 7,3 juta dari 48 korban itu dikembalikan. "Inikan bulan puasa, jadi mohon bukakan hati untuk nasib kami. Kami sangat bermohon. Tolong, kami tinggal di Gorontalo juga gak gratis. Ini ada tanggungannya," ucap Hendi sembari mengatakan, setelah dikembalikan, selanjutnya mereka akan kembali pulang ke rumahnya masing-masing serta melupakan kejadian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gorontalopost.info/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=16588&amp;amp;Itemid=87"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-6818589299695691633?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/6818589299695691633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/tertipu-di-negeri-sendiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/6818589299695691633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/6818589299695691633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/tertipu-di-negeri-sendiri.html' title='Tertipu Di Negeri Sendiri'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-6135969866726207824</id><published>2009-01-18T00:11:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T00:13:05.065-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Arab Saudi'/><title type='text'>Jenazah TKI Subang Dipulangkan Ke Indonesia</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; - Rani Eman Kaling meninggal dunia secara mendadak di Arab Saudi. Jenazah TKI asal Subang ini akan diterbangkan dari Arab Saudi ke Indonesia pada 10 September 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenazah Rani dipulangkan ke tanah air dengan pesawat Saudi Arabia Airlines SV 814 dan diperkirakan tiba di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 13.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian rilis yang diterima detikcom dari Migrant CARE pada Rabu (10/9/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga akan meminta jenazah Rani diotopsi untuk mengetahui penyebab kematian Rani. Keluarga juga mengaku hingga kini belum menerima surat resmi tentang penyebab kematian Rani baik PT. Binhasan Maju Sejahtera yang memberangkatkannya maupun Deplu dan KBRI Riyadh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani, warga asal Dusun Bungurgede RT 02 Rw 05 Desa Sukahaji, Ciasem, Subang, Jawa Barat meninggal dunia di Arab Saudi pada tanggal 10 Agustus 2008. Rani bekerja sebagai PRT pada majikan yang bernama  Isa Saud Al Durwais.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2008/09/10/130248/1003747/10/jenazah-tki-asal-subang-dipulangkan-dari-arab-saudi"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-6135969866726207824?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/6135969866726207824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/jenazah-tki-subang-dipulangkan-ke.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/6135969866726207824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/6135969866726207824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/jenazah-tki-subang-dipulangkan-ke.html' title='Jenazah TKI Subang Dipulangkan Ke Indonesia'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-41899843598024059</id><published>2009-01-18T00:07:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T00:11:09.878-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dalam Negeri'/><title type='text'>Derita Suami TKW</title><content type='html'>&lt;div class="illustrasi"&gt;   &lt;img src="http://www.detiknews.com/images/content/2008/09/10/10/TKIdlm.JPG" border="0" hspace="0" vspace="0" /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;strong&gt;    Foto: Tenaga Keraj Indonesia (TKI)  &lt;/strong&gt;   &lt;/div&gt;         &lt;!--&lt;p&gt;--&gt;  &lt;strong&gt;Karawang&lt;/strong&gt; - Memiliki istri yang bekerja di luar negeri mungkin jaminan asap dapur mengepul. Gaji lebih besar dan kesejahteraan terjamin. Tapi ada sesuatu yang hilang, yang dirasakan para pria yang beristrikan TKW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak bertemu bertahun-tahun ada perasaan sedih apalagi pas bulan Ramadan dan lebaran, tidak bisa berkumpul," ujar Rasim (33) yang memiliki istri TKW kepada detikcom, Rabu (10/9/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasim mengaku, hampir 5 tahun dirinya bersama seorang anaknya ditinggal kerja sang istri. "Sejak 2003-2006 bekerja di Suriah, sekarang di Dubai baru pulang tahun depan," jelas laki-laki asal Karawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala sang istri bekerja di luar negeri, Rasmin mengaku sempat ketakutan kalau terjadi sesuatu. "Suatu saat saya ingin berkumpul kembali dengan anak dan istri," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun terpisah jauh, mengobati kerinduan, Rasmin, melakukannya dengan berkomunikasi. "Dalam satu minggu saya suka telepon untuk menanyakan kabar istri di sana," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa mau dikata, walau rindu kerap melanda, sampai sekarang, Rasmin tidak bisa memaksakan istrinya untuk segera pulang. "Saya terus mendoakan agar istri saya tetap sehat dan tidak terjadi sesuatu," harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2008/09/10/235858/1004040/10/jerit-hati-suami-tkw"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-41899843598024059?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/41899843598024059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/derita-suami-tkw.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/41899843598024059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/41899843598024059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/derita-suami-tkw.html' title='Derita Suami TKW'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-7535335906563100055</id><published>2009-01-18T00:05:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T00:07:21.422-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dalam Negeri'/><title type='text'>250 TKI Gresik Di Deportasi</title><content type='html'>Jakarta, BNP2TKI (Selasa, 06/1) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik memperkirakan, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal kabupaten setempat yang dideportasi sepanjang tahun 2008 sedikitnya 250-an orang. "Itu baru yang terpantau," kata Kepala Bidang Penempatan TKI Disnaker Kabupaten Gresik, Ristiyarno Rahardjo, di Gresik, Senin (5/1). &lt;p&gt;Berdasarkan data Balai Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP2TKI), tahun 2006 tercatat 149 TKI yang dipulangkan ke tanah air. Berikutnya, tahun 2007 sebanyak 190 TKI dideportasi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut dia, kecenderungan meningkatnya angka kasus deportasi setiap tahun, menyebabkan masyarakat setempat kurang berminat untuk bekerja di luar negeri. Pada awal tahun 2009 ini, misalnya, belum ada yang mendaftar meski sudah ada formasi untuk pengiriman TKI ke luar negeri. "Padahal, kuotanya tidak terbatas," katanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelumnya, kata dia, pada tahun 2007 tercatat 2.156 TKI yang terdiri atas 1.750 laki-laki dan 406 perempuan. Kemudian pada 2008 turun menjadi 1.982 TKI yang terdiri atas 1.587 laki-laki dan 395 perempuan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di samping kasus deportasi, lanjut dia, tampaknya masyarakat setempat lebih memilih bekerja di Gresik. Apalagi di kabupaten ini terdapat 800-an perusahaan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Banyak perusahaan di Gresik yang masih membutuhkan mereka. Itulah yang menjadikan mereka kurang berminat untuk menjadi TKI, termasuk masyarakat di daerah utara, yang dikenal sebagai kantong calon TKI," katanya. &lt;/p&gt;Ia lantas menyebutkan daerah pemasok calon TKI di Kabupaten Gresik, antara lain Kecamatan Balungpanggang, Ujungpangkah, Bawean, Tambak,dan Sedayu.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bnp2tki.go.id/content/view/814/231/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-7535335906563100055?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/7535335906563100055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/250-tki-gresik-di-deportasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/7535335906563100055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/7535335906563100055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/250-tki-gresik-di-deportasi.html' title='250 TKI Gresik Di Deportasi'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-2663139184491701674</id><published>2009-01-18T00:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T00:05:27.376-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Arab Saudi'/><title type='text'>Lagi, TKI Indonesia Disiksa</title><content type='html'>&lt;img src="http://lh5.ggpht.com/_GXTQMdvjnWs/SWyFEJ7IsoI/AAAAAAAACdk/HL_AyVT9RaY/s144/riyadhdepan.jpg" height="55" width="77" /&gt;  Jakarta, BNP2TKI (13/1) Suniati, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Cilacap, saat tengah berada di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Sumeisyi, Riyadh, Arab Saudi. Menurut Muhammad Sugiarto, Kepala Bidang Ketenagakerjaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh, Suniati hingga kemarin belum bisa ditanyai. &lt;p&gt;"Hari ini sudah bisa duduk dan tidak demam lagi," kata Maria Theresia Jehan Da Gomez, perawat penyelia berkebangsaan Indonesia yang bekerja di RS Sumeisyi, kemarin. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Maria, korban masih menunjukan trauma. "Kalau tidak dibawa kesini, saya khawatir dia bisa sinting," ujarnya &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Luka fisik Suniati menurut Maria amat parah. Seluruh tubuh mengalami luka bakar karena siraman air panas, terdapat pula bekas setrika, cambuk, dan bekas irisan pisau di wajah korban. "Mukanya sudah tidak berbentuk lagi, padahal dari fotonya, ia berparas cantik," kata Maria. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Korban dirawat sejak Rabu (6/4) malam menjelang dinihari waktu setempat. "Majikannya sendiri yang mengantar," kata Sugiarto, "Majikannya kini sudah ditangkap," lanjutnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sugiarto mengungkapkan berdasarkan laporan dari seorang staf kedutaan perempuan yang telah melihat kondisi tubuh Sunaiti secara menyeluruh, kondisi TKW kelahiran Cilacap 37 tahun lalu itu sangat mengenaskan.. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kemaluannya sudah tak berbentuk. Untuk kejelasannya, kami menunggu keterangan tim investigasi," katanya.  &lt;/p&gt;Pihak KBRI, menurut Sugiarto, telah mengirim nota diplomatik pada Kementrian Luar Negeri Arab Saudi untuk meminta klarifikasi, dan meminta pelaku diusut dan dihukum sesuai aturan yang berlaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-2663139184491701674?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/2663139184491701674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/lagi-tki-indonesia-disiksa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/2663139184491701674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/2663139184491701674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/lagi-tki-indonesia-disiksa.html' title='Lagi, TKI Indonesia Disiksa'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_GXTQMdvjnWs/SWyFEJ7IsoI/AAAAAAAACdk/HL_AyVT9RaY/s72-c/riyadhdepan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-1723801090649691922</id><published>2009-01-17T23:56:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T00:00:42.777-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sukses'/><title type='text'>Ali Asegaf Sukses Di Amerika</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SXLhY0RFaII/AAAAAAAAA68/MlsDYMsV8JU/s1600-h/aliasegaf.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SXLhY0RFaII/AAAAAAAAA68/MlsDYMsV8JU/s320/aliasegaf.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292540328577165442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Jakarta, BNP2TKI) Dalam satu menit kita bicara dengan Ali Asegaf (47), selalu terselip bahasa Inggris yang keluar dengan dialek khas Amerikanya. Bukan berarti dia sok ke barat-baratan, tetapi itu lantaran Ali sudah lebih dari 10 tahun tinggal dan bekerja di negara Paman Sam. Kalau kita bicara di telpon dengannya, kita sepertinya akan terkecoh sedang bicara dengan orang bule. &lt;p&gt;Selama 10 tahun berkiprah di Amerika dimanfaatkan betul Ali Assegaf untuk mengembangkan kemampuan diri. Ali yang datang sebagai TKI mandiri ke Amerika Serikat, seperti kebanyakan pendatang di sana, ia terbiasa bekerja serabutan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Apa saja saya lakukan, yang penting halal dan menghasilkan. Saya sangat yakin, bahwa dengan mulai dari bawah jalan sukses akan lebih kuat dibangun," ujarnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pekerjaan mulai dari sopir, kerja pabrik, hingga di restoran pun pernah dilakoninya. Dari pengalaman kerja inilah, Ali Assegaf banyak mengenal masyarakat, termasuk pejabat-pejabat di Konsulat Republik Indonesia di Los Angeles. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena  kemampuan lobi dan pergaulannya yang luas itulah Ali dipercaya untuk menjadi tenaga profesional di &lt;em&gt;Indonesia Tourism Center&lt;/em&gt; selama 5 tahun, yaitu lembaga Promosi Pariwisata di bawah Departemen Pariwisata R.I., yang berada di Konsulat Jenderal R.I. di Los Angeles, California. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain mengurus pariwisata, Ali juga sempat mengelola usaha &lt;em&gt;tiketing &lt;/em&gt;dengan istrinya yangberkebangsaan Filipina. Dari perkawinananya ini, ia dikaruniangi 3 orang anak yang lahir di Los Angeles, dan 1 orang lahir di Indonesia. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hampir semua masyarakat Indonesia di Los Angeles mengenal Mamak, sapaan akrab Ali Asegaf. Dan, Bahkan di tahun 90-an, Ali terhitung orang pertama yang membuka usaha penjualan tiket. Tak heran, mulai dari para pejabat di kantor konsulat jenderal Los Angeles, hingga TKI yang mau pulang ke tanah air, menjadi pelanggannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika memutuskan untuk pulang ke tanah air tahun 2002, Ali telah mengantongi ijin (&lt;em&gt;licence&lt;/em&gt;) bahasa Inggris dari Amerika, yaitu &lt;em&gt;English Language School Center&lt;/em&gt; (ELC). Dengan lisensi itu, Ali bisa membuka dan memberikan ijin kepada siapapun yang akan membuka kursus bahasa Inggris dengan kurikulum standar Amerika. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini sehari-hari Ali mengelola kursus ELC di Jalan Mampang No. 7, Jakarta Selatan. Untuk menjaga kualitas pengajaran bahasa Inggris di lembaga yang dipimpinnya, Ali merekrut tenaga-tenaga ekspatriat dari negara-negara Baratt menjadi pengajarnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pelatihan TKI &lt;/strong&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegundahannya melihat nasib TKI membuat Ali tergugah untuk membuat pelatihan peningkatan karir TKI. Ia berencana untuk membuat 3 modul pelatihan TKI, yaitu pelatihan TKI untuk Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT), pelatihan TKI untuk baby sitter, dan pelatihan TKI untuk terapi kesehatan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"TKI yang sudah bekerja selama 2 tahun di luar negeri sebagai PLRT akan kita didik menjadi baby sitter. Dari baby sitter ini akan kita tingkatkan statusnya menjadi tenaga terapi kesehatan dengan produk-produk herbal dari Indonesia," tutur Ali. &lt;/p&gt;Jadi diharapkan nantinya TKI yang akan dikirim ke luar negeri naik martabatnya, dan tidak selamanya menjadi PLRT. Dengan peningkatan jenjang karir TKI ini, status mereka pun berubah, yaitu mulanya mereka sebagai TKI informal, ketika menjadi baby sitter, mereka sudah menjadi TKI formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bnp2tki.go.id/content/view/660/231/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-1723801090649691922?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/1723801090649691922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/ali-asegaf-sukses-di-amerika.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/1723801090649691922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/1723801090649691922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/ali-asegaf-sukses-di-amerika.html' title='Ali Asegaf Sukses Di Amerika'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SXLhY0RFaII/AAAAAAAAA68/MlsDYMsV8JU/s72-c/aliasegaf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-6179914321200095913</id><published>2009-01-13T03:07:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T03:08:06.659-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Arab Saudi'/><title type='text'>Indonesia Tuntut Warga Saudi Penyiksa TKI</title><content type='html'>Jakarta (ANTARA News) - Menakertrans Erman Suparno menyatakan pemerintah akan menuntut majikan Keni (28 tahun), TKI asal Brebes yang disiksa di Arab Saudi dan akan bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi di Indonesia untuk membahas masalah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Penyiksaan ini melebihi batas-batas kemanusian. Saya akan berkoodinasi dengan Departemen Luar Negeri RI dan KBRI untuk mengambil langkah tegas berupa penuntutan hukum terhadap majikannya," tandas Erman dalam siaran pers Depnakertrans di Jakarta, Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keni adalah warga Desa Losari Lor, Kecamatan Losari, Brebes, Jawa Tengah. Dia disiksa oleh majikan perempuannya di Madinah, Arab Saudi, selama tiga bulan, dan kini sudah berada di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dijenguk Erman di RS Polri Kramat Jati, Keni sudah membaik di mana luka-lukanya mulai mengering dan tampak keloid dibekas lukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua kuping Keni hampir putus dan lidahnya telah diiris pisau sehingga kondisinya sangat memilukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erman berjanji segera bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia guna membahas berbagai masalah, tidak haya Peni, namun juga keselamatan dan perlindungan TKI yang bekerja di Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita harus mencari solusi terbaik agar penyiksaan yang kerap dialami TKI di luar negeri dihentikan secepatnya," kata Erman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri juga akan meminta perusahaan jasa TKI yang menempatkan Keni segera mengurus asuransinya, meskipun biaya perawatan Keni sudah ditanggung pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meringkankan beban Keni, Menakertrans menyarankan Keni tak perlu lagi bekerja di luar negeri sebagai TKI dan menjanjikan pemerintah akan memberi bantuan wirausaha untuknya di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menakertrans juga akan berkoordinasi dengan Departemen Sosial dan Departemen Luar Negeri agar Peni bisa menjalani operasi plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keni, ibu satu anak, meminta Erman menuntut majikannya. "Tolong saya Pak Menteri, tuntut majikan saya agar tidak ada lagi TKI yang bernasib seperti saya," katanya memohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TKI lain bernama Sunaeni, asal Indramayu, dikabarkan juga telah disiksa majikannya. Keduanya mengalami nasib sial pada keempat kalinya bekerja di luar negeri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-6179914321200095913?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/6179914321200095913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/indonesia-tuntut-warga-saudi-penyiksa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/6179914321200095913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/6179914321200095913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/indonesia-tuntut-warga-saudi-penyiksa.html' title='Indonesia Tuntut Warga Saudi Penyiksa TKI'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-8152687198573580874</id><published>2009-01-13T03:06:00.001-08:00</published><updated>2009-01-13T03:06:58.973-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Timur Tengah'/><title type='text'>Keluarga Saodah Diminta Melapor</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 85%; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;Ungaran (Espos)  &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                              &lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 12px;"&gt;Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang menunggu laporan resmi dari keluarga Umi Saodah, 34, TKW asal Tuntang, yang kini ditahan di Gaza, Palestina. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;                                                                                              &lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 12px;"&gt;Kabid Pemberdayaan Kesejahteraan Sosial pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Semarang, Johny Purwanto, mengaku belum menerima laporan mengenai musibah yang dialami Umi Saodah itu. Untuk itu, keluarga Umi diimbau segera melaporkan kasus tersebut ke Dinsosnakertrans agar bisa segera diambil upaya untuk mengembalikan tenaga kerja wanita (TKW) asal Dusun Tlawongan RT 6/RW V, Karang Tengah itu.&lt;br /&gt;Diakui Johny yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Dinsosnakertrans tidak bisa berbuat banyak mengenai hal selain melaporkannya ke Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). “Kalau ada TKI yang terkena kasus itu urusannya BNP2TKI, mereka yang melindungi. Kalau mereka membutuhkan data-data akan kami beri,” ujarnya di Ungaran, Sabtu (10/1).&lt;br /&gt;Johny mengatakan, pihaknya baru bisa melangkah jika BNP2TKI sudah berupaya menyelesaikan kasus tersebut. Apabila orangtua korban ingin agar anaknya segera dipulangkan, maka keluarga TKW itu harus mengajukan surat permohonan yang disampaikan ke Dinsosnakertrans. Johny juga memaparkan, Dinsosnakertrans tidak bisa berbuat apa-apa tatkala penyalur jasa tenaga kerja (PJTKI) yang digunakan Saodah adalah PJTKI illegal.&lt;br /&gt;“Kalau itu PJTKI illegal kami tidak bisa masuk. Yang kami urus itu yang resmi. Kami minta tolong kepada penyalurnya untuk memulangkan TKW yang bersangkutan, kalau ilegal sulit. Meski demikian karena itu warga kami, kami akan tetap membantu,” lanjutnya. - Oleh : &lt;b&gt;kha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.solopos.co.id/zindex_menu.asp?kodehalaman=h31&amp;amp;id=256203"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-8152687198573580874?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/8152687198573580874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/keluarga-saodah-diminta-melapor.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/8152687198573580874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/8152687198573580874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/keluarga-saodah-diminta-melapor.html' title='Keluarga Saodah Diminta Melapor'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-891536467653332084</id><published>2009-01-13T03:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T03:05:31.266-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Arab Saudi'/><title type='text'>Keni Dibakar Oleh Majikan</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Gaji Rp 6 juta yang diterima Keni (28) agaknya tidak akan pernah&lt;br /&gt;sebanding dengan penderitaan yang dialaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keni, tenaga kerja Indonesia asal Desa Losari Lor, Kecamatan Losari,&lt;br /&gt;Brebes, Jawa Tengah, disiksa oleh majikan perempuannya di Madinah,&lt;br /&gt;Arab Saudi, selama tiga bulan. Dia kini dirawat di RS Polri Sukanto,&lt;br /&gt;Kramat Jati, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka-luka Keni memang sudah mulai kering. Namun, keloid yang muncul di&lt;br /&gt;bekas-bekas luka dan bentuk kedua kupingnya yang berubah akan menjadi&lt;br /&gt;tanda sepanjang umur Keni dan orang-orang di sekitarnya atas kekerasan&lt;br /&gt;yang dialami Keni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penuturan Keni, kekerasan yang dilakukan Wafa, majikan&lt;br /&gt;perempuannya, dimulai setelah satu bulan dia bekerja pada keluarga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Majikan marah kalau saya tidak bisa membersihkan ruangan dalam waktu&lt;br /&gt;setengah jam. Padahal ruangannya banyak. Rumahnya saja tiga lantai,"&lt;br /&gt;tutur perempuan yang sudah memiliki satu anak berusia tiga tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap marah, Wafa lalu menarik Keni dan membawanya ke ruang setrika.&lt;br /&gt;Setrikaan yang telah dipanaskan oleh Wafa lalu ditempelkan ke tubuh&lt;br /&gt;Keni. "Setiap kali menyetrika tubuh saya, dia lalu mengobatinya. Dia&lt;br /&gt;punya lemari obat-obatan yang besar. Tetapi besoknya, kalau marah, dia&lt;br /&gt;menyetrika saya lagi," cerita Keni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka bakar yang diderita Keni hampir menutupi seluruh tubuhnya. Kedua&lt;br /&gt;kuping Keni tampak mengerut. Leher, kedua tangan, dada, perut,&lt;br /&gt;punggung, dan kaki, semua tidak luput dari kebengisan Wafa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyetrika, Wafa juga memukul Keni, mencongkel gigi depan Keni,&lt;br /&gt;kemudian memaksa Keni untuk menelannya, dan juga tidak memberi makan&lt;br /&gt;yang cukup bagi Keni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keni mengaku tidak bisa melarikan diri karena rumah majikannya selalu&lt;br /&gt;terkunci. Dia baru bebas ketika majikan laki-lakinya, Khalid Al&lt;br /&gt;Khuraifi, mengetahui perbuatan istrinya. Keni lalu dipulangkan ke&lt;br /&gt;Indonesia. Namun, ketika pulang, Keni dipakaikan baju dan cadar yang&lt;br /&gt;tertutup sehingga luka-luka yang ada di kulitnya tidak ditahui oleh&lt;br /&gt;pihak keamanan di bandara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Keni akan pulang, majikan memberikannya gaji Rp 6 juta.&lt;br /&gt;Padahal, Keni telah bekerja selama 4,5 bulan dan gaji per bulannya Rp&lt;br /&gt;2 juta. "Alasannya, gaji saya dipotong untuk biaya tiket pesawat,"&lt;br /&gt;kata Keni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charmiah (48), ibunda Keni, ketika ditemui di RS Polri terus-menerus&lt;br /&gt;menangis melihat kondisi anak tunggalnya itu. "Anak saya berangkat&lt;br /&gt;cantik, kenapa sekarang bisa begini. Saya minta pelakunya dihukum&lt;br /&gt;setinggi-tingginya," kata perempuan yang sehari-hari berdagang bahan&lt;br /&gt;pokok di Pasar Losari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charmiah mengaku, dia tidak mengizinkan Keni bekerja di luar negeri.&lt;br /&gt;Namun, Keni harus bekerja karena suaminya, Saifudin, tidak memiliki&lt;br /&gt;pekerjaan tetap. Dia lebih sering menganggur daripada bekerja.&lt;br /&gt;Charmiah meminta Keni membantunya berdagang saja. Namun, Keni menolak.&lt;br /&gt;Dia memaksa dengan alasan mencari pengalaman selagi masih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak tahunya pengalaman yang didapat adalah pengalaman buruk,"&lt;br /&gt;tangis Charmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Charmiah, sebelum bekerja kepada Wafa, Keni pernah bekerja dua&lt;br /&gt;tahun di Arab Saudi. Namun, selama dua tahun bekerja, Keni tidak&lt;br /&gt;pernah mengirimkan uang gajinya kepada keluarga. "Tidak tahu uangnya&lt;br /&gt;ke mana. Kata dia, belum dibayar majikannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nirmala Bonat ke-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaluddin, Koordinator Advokasi Serikat Buruh Migran Indonesia&lt;br /&gt;(SBMI), menyayangkan kekerasan yang dialami Keni ini tidak diumumkan&lt;br /&gt;oleh pemerintah. "Keni sudah tiga bulan dirawat di RS Polri dan tidak&lt;br /&gt;sekali pun pemerintah terbuka mengenai masalah ini," kata Jamaluddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menilai pemerintah selalu bertindak lambat dan cenderung menutupi&lt;br /&gt;kejadian yang menimpa warganya yang berada di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kasus Keni menjadi kasus Nirmala Bonat ke-2, TKI yang disiksa di&lt;br /&gt;Malaysia. Kasus Nirmala sendiri membutuhkan waktu empat tahun untuk&lt;br /&gt;memberikan hukuman kepada majikannya," kata Jamaluddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kasus yang menimpa Keni ini, SBMI menuntut Pemerintah Indonesia&lt;br /&gt;mengajukan nota protes diplomatik kepada Pemerintah Arab Saudi dan&lt;br /&gt;mendesak Pemerintah Arab Saudi mengusut tuntas kasus Keni sesuai hukum&lt;br /&gt;yang berlaku di Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Proses pengadilan untuk kasus penyiksaan terhadap TKI sangat&lt;br /&gt;melelahkan. Bahkan, banyak kasus yang terhenti proses penyidikannya,"&lt;br /&gt;tegas Jamaluddin yang bertemu dengan Keni tanpa sengaja di RS Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pengamanan Deputi Perlindungan&lt;br /&gt;Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Komisaris&lt;br /&gt;Besar Yunarlim Munir mengatakan, BNP2TKI telah bekerja sama dengan&lt;br /&gt;perwakilan di luar negeri untuk mengusut tuntas kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Majikannya menyatakan sanggup membiayai pengobatan Keni hingga&lt;br /&gt;sembuh. Namun, kasus hukumnya kami serahkan kepada Pemerintah Arab&lt;br /&gt;Saudi," kata Yunarlim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengatakan, saat ini majikan perempuan Keni telah diperiksa&lt;br /&gt;penyidik. "Proses pemeriksaannya belum selesai. Jadi belum tahu kapan&lt;br /&gt;persoalan ini akan dibawa ke pengadilan," kata Yunarlim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, saat ini ada sekitar enam juta TKI yang bekerja di&lt;br /&gt;luar negeri. Dari jumlah itu, yang mengalami penyiksaan tidak banyak.&lt;br /&gt;"Saya tidak tahu jumlah pastinya, tetapi angkanya kecil hanya 0,0&lt;br /&gt;sekian persen," kata Yunarlim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamaluddin mengatakan, jumlah TKI yang mempunyai masalah di luar&lt;br /&gt;negeri cukup banyak. Dari 1.000 TKI yang pulang setiap hari, sekitar&lt;br /&gt;100 orang mempunyai masalah. Namun, masalahnya beragam&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-891536467653332084?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/891536467653332084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/keni-dibakar-oleh-majikan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/891536467653332084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/891536467653332084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/keni-dibakar-oleh-majikan.html' title='Keni Dibakar Oleh Majikan'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-402210529784114562</id><published>2009-01-10T18:30:00.000-08:00</published><updated>2009-01-10T18:31:03.971-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Timur Tengah'/><title type='text'>”Saodah bukanlah pencuri!”</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;Sidorejo (Espos)  &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 12px;font-size:130%;" &gt;Wajah Muh Yusmin, 58, yang sudah banyak kerutan itu tak menampakkan ekspresi apa-apa. Namun dari sorot matanya yang sudah redup, bisa terbaca kegundahan hatinya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                                 &lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 12px;font-size:130%;" &gt;Bibirnya tak mampu berkata-kata ketika dia mengetahui puterinya, Umi Saodah, 34, yang tengah berjuang menjadi pahlawan devisa di Timur Tengah sebagai tenaga kerja wanita (TKW) dikabarkan dirundung kesulitan. Umi disebut-sebut ditahan atas tuduhan melakukan pencurian. Lebih parah lagi, dia ditahan di sebuah penjara di Gaza, Paletina, sebuah negara yang saat ini sedang menjadi arena perang.&lt;br /&gt;Katinem, 56, isteri Muh Yasmin, mengaku sering jatuh sakit karena memikirkan nasib anak pertamanya. Persoalan ekonomi keluarga dan hilangnya anak ketiganya saat ini sudah membuatnya tertekan. Kabar ditahannya Umi, membuat pikirannya semakin terbebani dengan beban yang dia katakan tak sanggup untuk dipikul.&lt;br /&gt;Tuduhan bahwa puterinya melakukan pencurian, sangat tidak bisa dia terima. Menurut wanita paruh baya ini, saat ditemui di rumahnya yang sangat sederhana di RT 6/RW V Dusun Talwongan Desa Karangtengah Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, anaknya tersebut sejak kecil tidak pernah melakukan tindakan tak terpuji apalagi mencuri.&lt;br /&gt;Umi Saodah menurut dia, Selma ini dikenal sebagai anak yang tahu tata krama dan sopan santun. Itu pasalnya, Katinem langsung membantah tatkala anaknya disebut sebagai pencuri.&lt;br /&gt;Komunikasi terakhir yang dilakukan Saodah melalui telepon sudah sekitar enam bulan lalu, saat menjelang puasa. Saat itu ia menceritakan keinginannya untuk pulang ke kampung halaman. Namun masa berlaku paspornya yang sudah habis memupuskan harapannya.&lt;br /&gt;Menurut Katinem, Saodah sudah berulang kali mengeluhkan soal paspor. Majikannya enggan membuatkannya paspor. Ia pun bahkan akan menggunakan paspor dari negara lain agar bisa pulang. “Saya sering diminta untuk membuatkan paspor, katanya dia sudah ingin pulang, tapi kami tidak memiliki uang,” ujar Katinem sambil menangis.&lt;br /&gt;Memang sejauh ini belum ada laporan yang menyebut Saodah mendapat perlakuan buruk, berupa penganiayaan fisik dari majikannya. Namun, Saodah sering menceritakan bahwa majikannya itu, yakni keluarga Dr Suhaib Kamal, sangat pelit. - Oleh : &lt;b&gt;Kaled Hasby Ashshidiqy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.solopos.co.id/zindex_menu.asp?kodehalaman=h31&amp;amp;id=255960"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-402210529784114562?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/402210529784114562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/saodah-bukanlah-pencuri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/402210529784114562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/402210529784114562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/saodah-bukanlah-pencuri.html' title='”Saodah bukanlah pencuri!”'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-8372388379107517575</id><published>2009-01-10T18:27:00.000-08:00</published><updated>2009-01-10T18:29:57.640-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Timur Tengah'/><title type='text'>Identitas TKW yang ditahan di Palestina terungkap</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;Tuntang (Espos)  &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 12px;font-size:130%;" &gt;Misteri tenaga kerja wanita (TKW) asal Jateng yang dikabarkan ditahan di Gaza, Palestina akhirnya terungkap. Wanita yang sebelumnya disebut-sebut bernama Umi Saadah, warga Salatiga, sebenarnya bernama Umi Saodah, 34, warga Tlawongan RT 6/RW V Desa Karangtengah Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                                                                                                 &lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 12px;font-size:130%;" &gt;Seperti diberitakan SOLOPOS Salatiga Raya (8/1), Duta Besar RI di Kairo, Mesir, Abdurrahman M Fadir, menginformasikan adanya seorang TKW asal Salatiga yang terjebak di kancah agresi Israel ke Palestina. Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Salatiga kesulitan melacak identitas TKW itu.&lt;br /&gt;Kepala Disnakertrans Kota Salatiga, Drs Amien Singgih telah mengklarifikasi tiga PJTKI di wilayahnya namun tak juga memperoleh jawaban memuaskan. Misteri itu terungkap Jumat kemarin. Umi Saodah telah bekerja selama kurang lebih delapan tahun sejak tahun 2000 menggunakan jasa penyalur tenaga kerja asal Jakarta yang diduga ilegal.&lt;br /&gt;Umi merupakan anak pertama dari empat bersaudara hasil pernikahan Muh Yasin, 58, dengan Katinem, 56. Saat ditemui di kediamannya, Jumat (9/1), baik Muh Yasin maupun Katinem yang didampingi seorang kerabatnya, Budi, tak mampu menyembunyikan kesedihan yang mendalam. Orangtua korban awalnya mengetahui informasi anaknya ditahan di Palestina dari omongan tetangga yang melihat dari media elektronik. - Oleh : &lt;b&gt;kha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.solopos.co.id/zindex_menu.asp?kodehalaman=h31&amp;amp;id=255956"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-8372388379107517575?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/8372388379107517575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/identitas-tkw-yang-ditahan-di-palestina.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/8372388379107517575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/8372388379107517575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/identitas-tkw-yang-ditahan-di-palestina.html' title='Identitas TKW yang ditahan di Palestina terungkap'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-5864626764537669892</id><published>2009-01-05T05:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T05:37:05.646-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Malaysia'/><title type='text'>Kisah Tragis TKI Ilegal di Malaysia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kapanlagi.com&lt;/b&gt; - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia yang sempat menjalani masa penahanan di penjara maupun dalam kamp penampungan karena tidak memiliki ijin kerja resmi, meminta perhatian dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Saya mendapat perlakuan yang kurang baik dari petugas selama ditahan di penjara Sungai Buluh, Malaysia. Bahkan semua uang dan barang berharga yang saya miliki disita," kata Sujiono (42), TKI asal Lumajang, Jawa Timur, yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu, bersama dengan147 TKI lainnya yang dideportasi oleh Pemerintah Malaysia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun selama di Malaysia, menurut Sujiono, tidak satu pun petugas KBRI yang datang untuk mengusahakan keadaan yang lebih baik bagi mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat menghadapi persidangan di Malaysia, Sujiono mengaku bertemu dengan beberapa petugas KBRI yang berjanji mengupayakan keringanan hukuman baginya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun saat pengadilan Malaysia memutus hukuman 10 bulan penjara bagi Sujiono sampai akhirnya ia bebas pada Februari 2005, tidak satu pun petugas KBRI yang menjumpainya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sujiono mengaku selama di penjara ia sering dipukuli petugas dengan rotan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahkan, ia juga sering dipukul oleh sesama tahanan lain yang berasal dari Malaysia. Uang sebanyak 1.000 Ringgit Malaysia beserta satu unit telepon genggam miliknya pun disita oleh petugas.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal senada dikatakan pula oleh Hariyanto, TKI asal Surabaya. Selama di penjara maupun setelah dipindah ke kamp penampungan Belantik Kedah, ia mengaku mendapat perlakuan yang kurang baik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Kami seperti tidak ada harga diri selama ditahan di sana. Semua uang dan barang diambil. Terkadang kami dibariskan kemudian dipukul dengan rotan. Kami bahkan dipanggil dengan sebutan `lembu` oleh petugas," tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nasib lebih buruk dialami oleh Sodik, TKI asal Cilacap, Jawa Tengah, yang mengalami gangguan jiwa setelah ditahan selama delapan bulan di kamp Tanah Merah, di daerah Kelantan, Malaysia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejak turun dari KM Samudera Jaya 88 di pelabuhan Tanjung Priok, ia sudah tidak mengenakan alas kaki dan tatapan matanya terlihat kosong.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat petugas menanyakan daerah asal kepadanya, Sodik hanya menunduk sambil memejamkan mata. Seorang rekannya mengisyaratkan kepada petugas bahwa Sodik mengalami gangguan jiwa dengan meletakkan jari tangan di dahinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Ketika bertemu dengan dia, kondisinya memang sudah begitu. Kalau ditanya, dia hanya diam atau menangis. Terkadang dia tidak mau makan sama sekali," ujar Widodo, yang mengenal Sodik selama berada di kamp Tanah Merah selama tiga bulan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Widodo menyatakan jumlah TKI yang mengalami gangguan jiwa di penjara maupun di kamp penampungan cukup banyak, umumnya mereka mengalami stress karena sama sekali tidak memiliki apa-apa lagi setelah bekerja cukup lama di negeri Jiran.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keadaan itu diperparah lagi oleh perlakuan petugas yang kurang baik kepada mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Masih ada ribuan TKI yang ditahan di Malaysia, jumlah yang stress cukup banyak. Kalau saja KBRI mengetahui hal ini dan memberikan pertolongan kepada teman-teman kami yang masih bertahan di sana," ujar Widodo.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah Indonesia menyatakan akan berupaya memberikan perlindungan maksimal bagi TKI ilegal, kendati mereka bersalah karena memasuki Malaysia tanpa dilengkapi dokumen resmi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdihardjo, pada awal Maret 2005 menyatakan pemerintah menyiapkan sepuluh pengacara khusus untuk mendampingi TKI ilegal yang menghadapi persidangan di Malaysia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah masa amnesti bagi pekerja ilegal di negeri jiran tersebut berakhir pada 28 Februari 2005, pemerintah Malaysia menggelar operasi Tegas secara intensif dengan mengerahkan sekitar 160.000 petugas dan relawan untuk memburu sekitar 200.000 pekerja ilegal yang berada di Malaysia. &lt;b&gt;(*/rit)               &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-5864626764537669892?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/5864626764537669892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-tragis-tki-ilegal-di-malaysia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/5864626764537669892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/5864626764537669892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-tragis-tki-ilegal-di-malaysia.html' title='Kisah Tragis TKI Ilegal di Malaysia'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-3949232382282912900</id><published>2009-01-05T05:34:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T05:35:20.580-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Malaysia'/><title type='text'>Kisah Pilu Tak Berakhir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: Dian Auliya, Anggota AlPen Prosa Makassar, Alumnus UNM&lt;br /&gt;(dimuat 27 Juni 2007 di Harian Tribun Timur, SulSel) &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; Memasuki minggu ketiga Juni 2007, pemberitaan media massa kembali diramaikan oleh berita tentang seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berupaya kabur.&lt;br /&gt;TKI yang bernama Ceryati, asal &lt;span style="cursor: pointer;"&gt;Brebes, Jawa Tengah&lt;/span&gt; itu, nekat kabur dari apartemen majikannya yang berada di lantai 15. Dia turun meluncur dari Apartemen Tamarind Sentul, &lt;span style="cursor: pointer;"&gt;Kuala Lumpur,Malaysia&lt;/span&gt; melalui tali yang merupakan sambungan dari kain termasuk celana dalam dan BH, Minggu, 17 Juni 2007.&lt;br /&gt;Ceryati kabur saat majikannya sedang tidak berada di rumah, dan berusaha meluncur dari lantai 15 sebuah apartemen tanpa memperhatikan keselamatannya.&lt;br /&gt;Perbuatan sangat nekat itu dia lakukan karena sudah tidak tahan dengan perilaku kasar dan penganiayaan yang selama ini dia terima dari majikannya. Setelah TKI ini berhasil diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran &lt;span style="cursor: pointer;"&gt;Malaysia&lt;/span&gt;, baru diketahui ternyata pada beberapa bagian tubuhnya, terdapat banyak luka memar akibat pukulan majikannya, di antaranya pada pelupuk mata dan leher.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-16"&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt; Bukan Baru &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, kisah Ceryati bukanlah suatu hal yang baru dalam kisah duka para tenaga kerja (dulu disebut buruh migran) asal negeri ini.&lt;br /&gt;Ceryati juga bukan satu-satunya korban. Ceryati hanya satu di antara puluhan atau bahkan ratusan kisah duka TKI yang mengalami penganiayaan di negeri tempat mereka bekerja.&lt;br /&gt;Selama perjalanan tahun ini saja, Migran Care mencatat sebanyak 28 TKI di luar negeri telah mengalami kekerasan oleh majikan mereka.&lt;br /&gt;Sebanyak 61 TKI dilaporkan telah meninggal dunia. Warga &lt;span style="cursor: pointer;"&gt;Malaysia&lt;/span&gt; dan Arab Saudi, tempat mereka kerja, merupakan yang paling banyak melakukan kekerasan terhadap TKI.&lt;br /&gt;Rata-rata para korban kekerasan mengalami luka-luka memar maupun luka sayatan oleh majikannya. Sementara beberapa TKI yang meninggal juga disebabkan karena sakit dan mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari majikan. Lebih dari 60 persen TKI yang mendapatkan kekerasan dan meninggal adalah tenaga kerja perempuan (&lt;a href="http://metrotvnews.com/" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;metrotvnews.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;Kisah penganiayaan &lt;span style="cursor: pointer;"&gt;ala&lt;/span&gt; majikan Ceryati, pelecehan seksual, dan berbagai bentuk penganiayaan lain terus juga membayangi nasib para TKI di luar negeri.&lt;br /&gt;Bahkan mereka juga dihantui oleh beban kerja yang over time, ada juga sebagian namun gaji mereka terkadang tak dibayar oleh majikannya.&lt;br /&gt;Perlakuan seperti ini di antaranya dialami oleh Siti Zubaidah, TKI dari Kabupaten &lt;span style="cursor: pointer;"&gt;Madiun, Jawa Timur&lt;/span&gt;. Siti bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di &lt;span style="cursor: pointer;"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;, namun kemudian dipulangkan setelah dikabarkan mengalami kecelakaan di tempat kerja (jatuh dari lantai tujuh apartemen tempatnya kerja).&lt;br /&gt;Belakangan diketahui kalau Siti dipaksa bekerja selama 15 jam per hari untuk membersihkan ruangan di 11 rumah milik majikan dan kerabatnya (&lt;a href="http://metrotvnews.com/" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;metrotvnews.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;Ceryati dan Siti juga tidak sendiri. Karena di ’seantero’ negara yang menjadi tujuan pengiriman TKI, ada banyak kasus serupa yang menimpa mereka. Dari &lt;span style="cursor: pointer;"&gt;Malaysia&lt;/span&gt; hingga Timur Tengah, Hongkong, &lt;span style="cursor: pointer;"&gt;Taiwan&lt;/span&gt;, bahkan Amerika pun, mempunyai sejarah kelam bagi para TKI.&lt;br /&gt;Masih banyak di antara TKI yang mengalami nasib yang sama dengan Ceryati dan Siti tetapi mereka tidak melaporkan dan tidak terungkap di media.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; Problem Klasik &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Munculnya fenomena berbondong-bondongnya tenaga kerja asal &lt;span style="cursor: pointer;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; untuk pergi menjemput rezki ke luar negeri, tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi di dalam negeri.&lt;br /&gt;Kemiskinan yang terstruktur dan semakin mencekik leher masyarakat di negeri ini telah pasti membuat hidup semakin susah. Sementara akibat kemiskian itu, otomatis tidak ada jaminan untuk hidup sejahtera bagi masyarakat.&lt;br /&gt;Kondisi itu ditambah lagi dengan sempitnya lapangan pekerjaan yang disediakan oleh pemerintah hingga menyebabkan jumlah pengangguran kian ‘bertumpuk’ dari masa ke masa. Kalau pun ada lapangan kerja, upahnya juga sangat murah dan tak sesuai harapan.&lt;br /&gt;Itulah beberapa faktor yang telah memicu banyak orang berhijrah ke negara lain untuk mengadu nasib mencari pekerjaan demi mendapatkan rezeki untuk menyambung hidup. Mungkin dalam bahasa para TKI, “daripada harus tetap bertahan di dalam negeri, namun berada dalam kelaparan dan kemiskinan, lebih baik menjadi TKI saja.”&lt;br /&gt;Menjadi TKI adalah solusi bagi mereka untuk bertahan hidup. Namun, ironisnya, maksud hati ingin mencari pekerjaan yang nyaman, tapi ternyata justru penganiayaan yang mereka peroleh di luar negeri, seperti yang dialami oleh sebagian TKI; Ceryati dan kawan-kawan.&lt;br /&gt;Selain hal di atas, nasib buruk para TKI juga disebabkan oleh kelemahan birokrasi dalam pengiriman TKI dengan sistem yang buruk &lt;span style="cursor: pointer;"&gt;pula&lt;/span&gt;. Banyak perusahaan ilegal yang mengirim para TKI dengan iming-iming akan dipekerjakan di tempat ini-itu.&lt;br /&gt;Setelah sampai, mereka terkadang tidak mendapatkan apa yang sudah dijanjikan, padahal untuk berangkat saja mereka sudah membayar mahal. Sehingga, ibaratnya, para TKI dijadikan sebagai sapi perahan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, yang terlibat dalam ‘bisnis’ TKI. Mereka justru mencari keuntungan di tengah himpitan penderitaan orang lain.&lt;br /&gt;Kalau pun ada perusahaan yang resmi untuk mengirim tenaga kerja, namun tak bisa diingkari, banyak &lt;span style="cursor: pointer;"&gt;pula&lt;/span&gt; dokumen yang dipalsukan seperti soal umur, dan lain-lain. Lokasi pengiriman TKI juga sering tidak sesuai tujuan yang dijanjikan. Akibatnya, ini &lt;span style="cursor: pointer;"&gt;pula&lt;/span&gt; yang menjadi faktor tersendiri akan pemicu semakin panjangnya daftar penderitaan para TKI.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; Peran Pemerintah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, boleh jadi, rakyat negeri ini tidak akan begitu tergiur untuk menjadi TKI, jika kemiskinan terstruktur yang ‘diciptakan’ negara tidak demikian kejam melanda masyarakat.&lt;br /&gt;Tidak akan terjadi kelaparan dan kemiskinan di dalam negeri sendiri jika tersedia lapangan kerja yang memungkinkan setiap orang untuk mencari nafkah hingga pengangguran tidak terus bertambah.&lt;br /&gt;Masalah TKI ini juga tidak akan terjadi jika saja kesejahteraan hidup terjamin di dalam negeri. Sayangnya, semua ini seakan masih di awang-awang dan sulit dijangkau oleh masyarakat.&lt;br /&gt;Atas berbagai faktor itulah, maka peran pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab untuk menangani urusan rakyat, sangat dituntut keseriusannya. Yang dimaksud adalah tanggung jawab yang maksimal dalam mengurus berbagai problematika masyarakat, terutama mengatasi pengangguran.&lt;br /&gt;Juga dibutuhkan keseriusan pemerintah dalam menangani penderitaan yang dialami oleh para TKI yang ada di berbagai negara. Setelah ada masalah yang terkait dengan TKI, yang menjadi tanggung jawab dan tugas pemerintah adalah menyelesaikan termasuk mendampingi korban dalam proses hukum.&lt;br /&gt;TKI juga warga &lt;span style="cursor: pointer;"&gt;negara Indonesia&lt;/span&gt; yang berhak mendapatkan pelayanan negara secara memuaskan, apa pun statusnya. Mereka adalah warga negeri ini yang berjuang mendulang devisa. (&lt;em&gt;***&lt;/em&gt;) &lt;a href="http://www.tribun-timur.com/" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;www.tribun-timur.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-3949232382282912900?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/3949232382282912900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-pilu-tak-berakhir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/3949232382282912900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/3949232382282912900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-pilu-tak-berakhir.html' title='Kisah Pilu Tak Berakhir'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-2442294874971036426</id><published>2009-01-05T05:32:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T05:34:27.358-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Jepang'/><title type='text'>Kisah Pilu TKI</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Richard Soesilo&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Seorang pekerja magang Indonesia datang kepada saya, mengeluh, bekerja di sebuah perusahaan Jepang tidak dapat uang lembur. Bahkan, pada saat sebuah jari tangan kirinya putus, kecelakaan akibat mesin pemotong di pabrik tempat kerjanya, dia hanya diberikan obat merah dan dibalut, tanpa dibawa ke rumah sakit. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dia sendiri pekerja ilegal di Jepang, tidak memiliki asuransi dan pemilik perusahaan tak mau ketahuan mempekerjakan tenaga kerja ilegal sehingga tak berani membawa ke rumah sakit. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pekerja lain dari Indonesia mengeluh, paspornya ditahan lembaga penyalur tenaga kerja Jepang, IMM Japan. Hal ini, misalnya, pernah ditulis Sonoko Kawakami, aktivis lembaga swadaya masyarakat JANNI. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;"Semua pemagang dipaksa menandatangani pernyataan yang meminta paspor mereka boleh ditahan IMM Japan," begitulah tulis Kawakami. Induk perusahaan lembaga penyalur tenaga kerja ini, KSD, Oktober 2000 juga terlibat skandal akunting yang tidak wajar serta skandal keterlibatan penyogokan partai politik besar di Jepang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Bahkan, bos IMM Japan, Koseki, sempat ditahan polisi karena terlibat utang bisnis insentif yang berjumlah 30 juta yen per tahun, demikian tulis Kawakami, yang juga diberitakan berbagai media massa di Jepang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;IMM Japan sendiri hingga kini telah memasok sekitar 20.000 tenaga pemagang Indonesia ke Jepang. Lembaga ini mirip lembaga amakudari (pensiunan pejabat tinggi Pemerintah Jepang masuk ke IMM Japan). Hal ini karena KSD, induk perusahaan IMM Japan, sangat dekat dengan beberapa senior politisi Partai Demokrat Liberal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;WNI dipenjarakan  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Apakah benar bekerja di Jepang sangat sulit dan seperti masuk neraka saja? Sampai saat ini semakin banyak orang Indonesia yang ingin ke Jepang. Bahkan, 400-an warga Indonesia ada di penjara Jepang saat ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Membicarakan tenaga kerja Indonesia ke Jepang, perlu dibagi dua antara wanita dan laki-laki. Hampir semua tenaga kerja Indonesia (TKI), khususnya wanita muda, apalagi cantik, dipastikan akhirnya memasuki dunia hitam. Awalnya dijanjikan bekerja di restoran, bekerja di spa, penari, dan lainnya. Setelah sebulan atau lebih, akan diminta mendampingi om-om dan memasuki dunia prostitusi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Urusan dunia hitam&lt;/strong&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Apalagi kalau paspornya ditahan oleh si penjamin di Jepang, mereka dimintai satu juta yen untuk menebus paspor. Uang sedemikian besar hanya bisa segera diperoleh kalau melakukan prostitusi. Apabila mereka tetap memaksa ingin pulang, tak mendapat paspor, biasanya lari ke Kedutaan Besar Republik Indonesia dengan segala alasan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Penjamin tempat hiburan di Jepang umumnya terkait dunia hitam. Urusan dunia hitam di Jepang tidak mudah karena sudah pasti dilindungi organisasi kejahatan Jepang (Yakuza), baik Yamaguchigumi maupun kelompok lain. Bahkan, ada wanita Indonesia yang menikah dengan anggota Yakuza tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Lalu, bagaimana pekerja lelaki Indonesia? Cukup banyak tenaga kerja lelaki Indonesia yang ilegal, saat ini sekitar 5.000 orang. Paspor mereka sudah habis, tidak diperpanjang; visa mereka sudah mati, tidak diperpanjang. Mereka ingin bekerja di Jepang, tetapi tak ada penjamin perusahaan Jepang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Kerepotan yang mereka hadapi adalah tidak dapat berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Jepang. Mereka juga tidak belajar budaya Jepang sehingga jalan pikiran orang Jepang tidak pas atau tidak cocok dengan orang asing. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Apabila kita dapat berbahasa Jepang dan belajar memahami serta menerapkan budaya Jepang, semua orang pasti akan membantu kita. Apalagi kalau kita berprestasi, semakin banyak dukungan, tidak peduli dia berkulit hitam putih, kuning, coklat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Apabila kita mau melihat persoalan diskriminasi di Jepang, bukanlah pada warna kulit, tetapi pada uang yang didewakan orang Jepang. Jangan heran jika belum lama ada seorang ibu beserta putrinya yang masih berusia sekitar setahun meninggal di emperan toko di Ikebukuro, Tokyo, karena kelaparan. Tragis dan sangat ironis sekali terjadi di ibu kota industri Jepang. Peminta-minta di Jepang pasti tak akan digubris siapa pun, tak akan memperoleh uang apa pun hanya dengan minta-minta. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Diskriminasi uang di Jepang sangat kuat. Tak punya uang, kita disingkirkan. Homeless atau peminta-minta Jepang kelihatan semakin banyak di Tokyo. Diskriminasi uang akan sangat kelihatan karena manusia Negeri Sakura sangat memuja uang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Tidak semua orang Indonesia di Jepang gagal. Tidak semua orang Eropa di Jepang gagal. Seorang Indonesia asal Medan berhasil menjadi miliuner di Jepang, menduduki posisi wakil presiden direktur sebuah perusahaan internet. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Orang Eropa yang berhasil di Jepang adalah Carlos Ghosn, orang Perancis yang memimpin Nissan Motor dan orang asing pertama dalam sejarah Jepang yang mendapat penghargaan tertinggi bidang bisnis dari Pemerintah Jepang dan Keidanren. Dia berhasil mengangkat Nissan Motor yang hampir bangkrut dalam kurun waktu satu tahun dan kini Nissan menduduki peringkat kedua setelah Toyota Motor. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dengan demikian, pekerjaan dan kehidupan di Jepang sebenarnya kembali kepada kita sendiri. Berada dan bekerja di Jepang sudah pasti harus dapat berbahasa Jepang dan cobalah mengenal dan memahami lebih dalam lagi budaya Jepang ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Ketentuan hukum yang ada di Jepang sangat mudah. Apabila kita diterima di sebuah perusahaan, biasanya perusahaan itu akan menjadi penjamin kita dan akan menguruskan visa kerja orang asing. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;(Penulis adalah Koordinator Forum Ekonomi Jepang-Indonesia (JIEF) dan President Office Promosi Ltd, Tokyo) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-2442294874971036426?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/2442294874971036426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-pilu-tki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/2442294874971036426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/2442294874971036426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-pilu-tki.html' title='Kisah Pilu TKI'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-3225747967021246333</id><published>2009-01-05T05:31:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T05:32:04.469-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Timur Tengah'/><title type='text'>Kisah Pilu TKI yang Dituduh Menyihir Anak Majikan</title><content type='html'>&lt;h5 style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA -&lt;/strong&gt; Ruminih binti Surtim (25) dan Tari binti Tarsim (27) tidak pernah menyangka, pilihannya untuk mencari nafkah sebagai pembantu rumah tangga di luar negeri justru berbuah derita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/03/04/1/88918/2-tkw-korban-penyiksaan-di-arab-dipulangkan"&gt;Kedua TKW&lt;/a&gt; ini harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat mengalami penyiksaan oleh sang majikan yang menuduh keduanya menyihir anaknya sehingga tiba-tiba jatuh sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruminih asal Desa Awilea Karang Sari RT 02/01 Kecamatan Angsana Pandeglang, dan Tari asal Desa Rawagempol Wetan RT 21/08 Kecamatan Cilamaya Kabupaten Karawang itu menderita luka-luka memar akibat dicambuk majikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Migrant CARE dalam rilisnya mengatakan, saat keduanya dibesuk oleh Konsuler bersama staf Atnaker KBRI Riyadh dan kepolisian Alfaj pada 8 Agustus 2007, keduanya dikabarkan nampak trauma dan lemah. Dokter Rumah Sakit Alfaz tempat keduanya dirawat mengatakan keduanya akan membaik dan dalam beberapa hari dapat keluar dari ruang ICU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari kesempatan itu, Ruminih dan Tari sempat menceritakan kronologis penyiksaan yang dilakukan majikannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya mengaku, penganiayaan dilakukan oleh 7 orang anggota keluarga di mana seorang diantaranya adalah anggota tentara. Mereka menyiksa dengan cara memukul, menendang, dan mencambuk menggunakan tambang, kabel dan igal (ikat kepala sorban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penganiayaan dilakukan mulai pukul 22.00-00.10 dan kemudian dilanjutkan dari pukul 02.00 dini hari hingga matahari terbit. Penganiayaan tersebut dilanjutkan kembali pada pagi hari sampai sekitar pukul 13.00. Keempat korban dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 15.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruminih dan Tari mengaku penyiksaan itu dilakukan karena sang majikan menyalahkan mereka lantaran salah seorang anaknya tiba-tiba sakit. Keluarga majikan menuduh Ruminih dan Tari serta kedua TKI lainnya melakukan sihir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat penyiksaan itu, Ruminih dan Tari dilarikan ke rumah sakit. Sementara dua TKI lainnya, Susmiyati binti Mat Rabu asal Pati dan Siti Tarwiyah binti Slamet Dimyati asal Ngawi meninggal dunia. Ruminih dan Tari pun sempat dipenjara di tahanan perempuan Malaz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada indikasi bahwa para pelaku hendak menimpakan kesalahan pada satu orang anggota kelompok majikan yang masih berumur sekitar 18 tahun dengan dalih perbuatannya dilakukan secara tidak sadar. Tapi dokter RS Alfaj menyatakan bahwa pemuda tersebut telah diperiksa kesehatan mentalnya oleh tim medis dan dinyatakan tidak mengalami gangguan jiwa&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-3225747967021246333?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/3225747967021246333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-pilu-tki-yang-dituduh-menyihir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/3225747967021246333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/3225747967021246333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-pilu-tki-yang-dituduh-menyihir.html' title='Kisah Pilu TKI yang Dituduh Menyihir Anak Majikan'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-7594216875063743086</id><published>2009-01-05T05:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T05:26:24.125-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Hongkong'/><title type='text'>DUA MINGGU DALAM SEKAPAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah kisah yang sangat mengharukan dari seorang TKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By : Nera Andiyanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Sebenarnya aku enggan mengulang menceritakan kisah penyiksaan yang pernah aku alami. Sudah terlalu sering orang memintaku untuk bercerita lagi peristiwa itu. Bukan hanya dari keluarga sendiri, tapi juga tetangga. Bahkan wartawan dari media cetakpun pernah meminta untuk runtut bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Kisah yang membuat ragaku babak belur dan membuat batinku terluka hingga saat ini. Bahkan aku sempat terserang trauma akan kejadian yang mungkin bisa terulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Kejadian itu bermula, ketika aku telah tiba di Hongkong. Di akhir tahun 2002. Negara yang kata banyak orang menjanjikan masa depan. Karena memang melihat kesuksesan tetanggaku yang mampu menopang ekonomi keluarga aku bulatkan tekad untuk mengikuti jejak mereka. Kebanyakan orang mengatakan kerja di Hongkong itu enak. Bisa dapat duit banyak dan pengalaman yang banyak pula. Bermodal tekat aku akhirnya berangkat ke sebuah PJTKI di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Setelah empat bulan di penampungan aku mendapat kabar visaku telah turun. Dengan hati yang penuh mimpi aku akhirnya berangkat ke Hongkong. Tak ada bayangan buruk yang mungkin akan kuhadapi. Aku bekerja pada sebuah keluarga yang bermukim di komlpek perumahan Tsing Yi Garden. Ketika aku tiba, keluarga yang beranggotakan lima orang bersikap biasa saja. Tuan, Nyonya, dua anak laki-laki dan satu orang wanita tua. Wanita tua itu dipanggil Bobo. Yang berarti ibu dari Nyonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Seminggu awal aku bekerja, penghuni rumah masih bersikap wajar padaku. Nyonya yang sering mengajariku bagaimana menggunakan alat-alat elektronik seperti vacuum cleaner, mesin cuci juga rice cooker. Sedang Bobo lebih sering mengajariku bagaimana memasak sayur ala china. Karena cara memasak sayur di Hongkong sama sekali beda dengan cara yang digunakan di Indonesia, terlebih bumbunya yang tak jauh dari jahe, bawang putih, garam dan arak putih. Aku juga mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan para majikanku. Karena bahasa Cantonese yang pernah aku pelajari semasa di penampungan, sama sekali beda logatnya dengan bahasa asli yang mereka gunakan. Kadang satu kata bisa untuk mewakili banyak maksud. Dan ternyata hanya intonasi yang membedakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Di minggu ke dua. Aku mulai merasakkan perubahan sikap majikanku. Terlebih Bobo dan nyonya. Kedua orang itu tak segan menampar atau menyiramku dengan air kalau apa yang kukerjaan dianggap salah. Bahkan kedua anak laki-lakinya pun tak jarang main tendang. Mereka berteriak-teriak seperti orang kesetanan ketika akan memulai aksinya. Walau tak paham maksudnya tapi aku tahu itu makian. Dan hatiku akan serasa terajam ketakutan kalau sudah demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Hari-hari berikutnya yang aku dapatkan semakin menjadi. Dan inilah rentetan siksaan sadis itu mulai merajam jiwa ragaku. Bahkan aku jarang diberi jatah makan. Hanya ampas sop saja yang kadang diberikan sebagai menuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Pernah suatu ketika aku salah menyeterika kemeja kerja tuan. Entah mungkin setrika itu sedikit kepanasan sehingga mengakibatkan kemeja dari bahan sutra itu mengkilap di bagian leher. Begitu mengetahuinya, nyonya langsung marah bukan kepalang. Tanpa kuduga dia merebut setrika dari tanganku dan tanpa sempat aku mengelak dia tekan setrika panas itu di punggung tanganku. Aku merasakan panas yang tak terkira sampai perutku merasakan mulas dan sakit. Aku menjerit memohon ampun, tapi semakin aku menjerit nyonya semakin kuat menekan setrika. Akhirnya hanya kegelapan yang aku rasakan. Aku pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Begitu tersadar aku dapati diriku masih tergeletak di lantai di mana aku menyeterika sebelumnya. Meski dengan kondisi tangan melepuh, aku tetap harus bekerja seperti biasa. Hanya menyentuh makanan saja yang tak harus kukerjakan. Mencuci menggunakan tangan, membersihkan beberapa perabot rumah dengan obat-obatan anti kuman. Semua kukerjakan tanpa menggunakan sarung tangan. Sehingga bahan-bahan itu justru membuat lukaku makin parah. Kulit tanganku mengelupas dan melepuh menjijikkan. Tak ada belas kasihan dari mereka. Terlebih upaya untuk memberikan pertolongan atau pengobatan. Mereka benar-benar tak berperasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Suatu malam ketika selesai mencuci piring. Aku nekat menaburkan garam ke atas lukaku. Tentunya dengan harapan luka itu cepat mengering. Tapi tiba-tiba Bobo telah berdiri di belakangku tanpa kutahu kapan datangnya. Dia merasa tak suka dengan apa yang aku lakukan. Seperti biasa aku akan di dampratnya habis-habisan. Aku sudah siapkan diri untuk menerima umpatanya. Tapi ternyata tak cukup di situ. Tiba- tiba dia menyambar telenan tebal dari kayu yang biasa dipakai untuk memotong ayam atau daging bertulang lainya. Tanpa kuduga bogem itu di layangkan ke keningku. Dan darah segar mengucur deras dari pelipis kananku. Aku merasakan seperti ada bongkahan batu besar menghantam kepalaku hingga apa yang kulihat berputar hebat. Dan…... lagi-lagi kegelapan yang aku rasa sebelum sempat aku seka darah segarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Hari sudah menjelang tengah malam ketika aku sadar dari pingsan yang ke dua kalinya selama dua minggu bekerja di rumah itu. Kali itu, aku dapati diriku tergeletak di lantai ruang tamu dengan beralaskan koran. Dengan kepala pening dan perut mual aku coba untuk bangun. Pandangan mataku masih buram berkunang kunang. Dan aku menangkap wajah-wajah yang memandangku sinis tengah duduk santai di atas sofa. Begitu aku berhasil duduk, segera suara Bobo menggelagar membuat jantungku berpacu seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           “Sei tak meia, faiti geisan coyea. Pan sai ye (sudah mati belum, cepat bangun. Dasar pura-pura saja)¨ Kata-kata kasar itu tak sekali aku dengar. Aku paksakan tubuhku yang tanpa daya untuk bangun. Segera aku ke dapur untuk mencari jatah makanku yang belum sempat kusentuh. Lagi-lagi sebuah suara menghardikku dari belakang. Kali itu suara nyonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dia bilang aku tak usah makan malam itu. Karena jatahku telah dibuangnya. Malah dia menyuruhku minum air kran saja bila tak kuat menahan lapar. Seketika air mataku jatuh tanpa kupinta. Bukan aku menangisi karena tak diberi makan, tapi karena aku merasakan hatiku begitu pedih dan nelangsa. Aku tak terima atas apa yang mereka lakukan padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah itu aku dianggap hina. Bahkan lebih hina dari pada binatang yang menjijikkan. Aku disekap tanpa diperbolehkan mengenal dunia luar. Jarang diberi makan. Dan tidur pun aku ditempatkan di gudang beralaskan Koran. Hanya selembar handuk yang kugunakan sebagai selimut. Waktu tidur pun di atas jam dua dini hari. Dan sudah harus bangun jam empat untuk mencuci baju. Hampir tiap malam aku tak bisa terpejam. Karena aku tak tahan dengan udara dingin. Untuk merebahkan tubuhku di lantai saja aku tak kuat. Karenanya aku hanya tidur sambil duduk. Itu pun tak bisa lama. Sebagai orang Indonesia yang tak pernah merasakan musim dingin, aku tak tahan dengan suhu 8derajad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi majikanku memang tak punya perasaan. Mereka membiarkan aku menderita. Bahkan dengan sengaja menambah penderitaanku. Malam hari setelah pelipisku bocor itu, aku menangis sepanjang malam. Aku benar-benar tak kuat lagi dengan kenyataan yang aku hadapi. Aku berdoa dan beristighfar tak henti-hentinya. Aku berharap esok hari ada keajaiban yang menolongku. Tapi siapakah manusia yang bisa membantuku?. Sedang keluar rumah pun aku tak diizinkan sama sekali. Kecuali untuk membuang sampah di depan pintu. Itu pun dengan pengawasan. Hanya dari Allah SWT saja aku berharap. Karena meski aku di sekap dan tak diizinkan sholat, tapi hatiku dan lidahku selalu menyebut-Nya. Aku sholat dalam hati meski ragaku pontang panting bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi sekali seisi rumah gaduh. Aku tak menyangka ternyata pagi itu awal dari terkabulnya doaku. Anak laki-laki yang sulung demam dan muntah-muntah. Dari pagi jam lima anak remaja itu tak henti-hentinya memuntahkan cairan kuning dari perutnya. Akhirnya mereka sepakat untuk melarikan anaknya ke Yanchai Hospital yang letaknya tak jauh dari Tsing Yi. Tuan dan nyonya yang mengantar ke rumah sakit. Sedang nenek mengantarkan si bungsu ke sekolah. Suasana hati mereka terlihat resah dengan keadaan si sulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semua telah turun, aku coba periksa pintu. Apakah dikunci daril uar seperti biasa atau tidak. Karena sebelum keluar kulihat rona kepanikan di wajah nenek. Alhamdulillah..., Doaku benar-benar mendapat signal dari Allah. Pintu tidak terkunci! Segera aku berlari turun lewat tangga. Aku tak ingin menggunnakan lift dan harus menunggu lama. Aku tak mau buang-buang waktu. Dengan beberapa putaran, akhirnya aku telah meninggalkan lantai 4 flat tempatku dipekerjakan. Meski dengan perut kosong dari kemarin, tapi sebuah kekuatan menyeret semangat dan langkahku untuk segera mengambil tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di tempat securiti aku masih terengah. Nafasku hampir putus rasanya. Penjaga yang tengah bertugas sangat terkejut melihat kehadiranku yang tak pernah dia lihat sebelumnya. Dengan mata bengkak menghitam, pelipis masih berdarah, dan tangan melepuh juga tubuhku yang kurus kering. Pasti semua orang akan menyamakan aku dengan monster. Serta merta penjaga itu memberiku segelas air minum. Setelah kutegak hingga kandas, dan sedikit mengatur nafas, kuceritakan hal yang terjadi padanya. Dengan bahasa inggris yang terbata akhirnya penjaga itu bisa memahami penjelasanku. Tanpa kuminta dia menyodorkan telphon dinding. Aku tahu harus bagaimana. Segera aku tekan 999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima menit kemudian suara sirine mobil ambulan datang. Dan empat orang laki-laki berseragam polisi turun dengan sigap. Keempatnya menghambur padaku yang tengah berbincang dengan satpam blok itu. Setelah mendapat penjelasan dari satpam, dua polisi naik lewat lift. Aku tahu mereka pasti akan menseteril rumah majikanku. Sementara satu orang masuk ke mobil dan membawakan aku selembar selimut tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit aku duduk sambil berbincang dengan kedua polisi juga satpam yang menolongku. Tak berapa lama pintu gerbang blok terbuka. Muncul wajah yang sangat kukenal. Wajah nenek. Dia nampak terkejut mendapati aku di dalam pengawalan polisi. Wajahnya pucat. Seketika keringat merembes dari keningnya. Mungkin dia sudah merasa bahwa itu adalah awal bencana bagi keluarganya. Dan benar saja. Itulah akhir dari penyiksaan atas diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui proses panjang, akhirnya aku sembuh dari luka-luka di tubuhku. Tanpa kuperjuangkanpun, polisi telah memproses kasusku. Karena kasus penganiayaan atas diriku itu memang telah terbukti dengan keadaan tubuhku yang babak belur. Walau tanpa aku tuntut, akhirnya di depan pengadilan majikanku mengakui semua kesalahan dan bersedia memberikan ganti rugi juga biaya perawatanku selama di rumah sakit. Dan di pengadilan itu pula, baru aku tahu bahwa tak sekali majikanku menganiaya pembantu rumah tangga. Akhirnya bobo dan nyonya di vonis hukuman penjara dengan beberapa keringanan. Aku lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan karena aku mendapat ganti rugi atau sakit hatiku terbalaskan. Lebih karena aku merasa mendapat keadilan. Meski aku menang tapi luka yang aku rasakan sangat sulit aku terima. Di dalam hatiku pun luka itu tak mungkin sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya ke tanah air, aku sempat trauma sebentar. Tapi begitu badanku pulih, semangat untuk berusaha itu membangkitkan gairahku lagi. Aku ingin ibuku bahagia!. Itu dan itu terus yang mendongkrak semangatku. Dan itu sanggup mengalahkan traumaku. Beberapa bulan di rumah aku putuskan untuk proses lagi kerja Hongkong. Berbekal pengalaman kemarin aku ingin memperbaiki kwalitas kerjaku. Aku sadar menguasai bahasa Cantonese adalah sarana vital agar aku mudah berinteraksi dengan orang Hongkong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita. Dengan modal release letter baik dari imigrasi Hongkong, akhirnya aku bisa kembali lagi ke negara Jacky Chan. Aku mendapat majikan yang sangat baik. Dan ketika aku menuturkan kisahku kali ini, aku telah tiga tahun bekerja lagi. Aku bersyukur dapat menebus kekalahan nasibku dulu. Aku sangat yakin Allah telah menggariskan nasibku demikian. Karenanyalah aku tak putus asa. Dan aku sangat menikmati kesengsaraan yang kini telah menbawa kenikmatan bagiku. Aku yakin tak ada kesabaran yang sia-sia.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-7594216875063743086?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/7594216875063743086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/dua-minggu-dalam-sekapan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/7594216875063743086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/7594216875063743086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/dua-minggu-dalam-sekapan.html' title='DUA MINGGU DALAM SEKAPAN'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-80180717225604258</id><published>2009-01-05T05:22:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T05:32:25.265-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Timur Tengah'/><title type='text'>Kisah TKI di Irak</title><content type='html'>&lt;span class="date"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--X-Subject-Header-End--&gt;&lt;!--X-Head-of-Message--&gt; &lt;!--X-Head-of-Message-End--&gt; &lt;!--X-Head-Body-Sep-Begin--&gt;  &lt;!--X-Head-Body-Sep-End--&gt; &lt;!--X-Body-of-Message--&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!-- google_ad_client = "pub-7266757337600734"; google_hints = "indonesia-online, Kisah Sedih TKI di Irak dan &amp;quot;kebaikan hati&amp;quot; para pejabat KBRI di Timur Tengah"; google_alternate_ad_url = "http://www.mail-archive.com/blank.png"; google_ad_width = 336; google_ad_height = 280; google_ad_format = "336x280_as"; google_ad_type = "text_image"; google_ad_channel = "5629109116+6771450170+2275486144"; google_color_border = "FFFFFF"; google_color_bg = "FFFFFF"; google_color_link = "006792"; google_color_url = "006792"; google_color_text = "000000"; //--&gt; &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt; &lt;/script&gt;&lt;script src="http://googleads.g.doubleclick.net/pagead/test_domain.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script&gt;window.google_render_ad();&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Tiap Malam Mendengar Suara Bom dan Letusan Senapan&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, CyberNews. Entah bagaimana rasanya, mengais&lt;br /&gt;rezeki di negara yang sedang dilanda peperangan&lt;br /&gt;seperti di Negeri Seribu Satu Malam Irak. Alih-alih&lt;br /&gt;bukan gelimang dinar ataun dolar yang didapat, namun&lt;br /&gt;nyawa bisa jadi taruhannya. Dalam tulisan ini, akan&lt;br /&gt;mengulas pengalaman salah satu Tenaga kerja Indonesia&lt;br /&gt;(TKI) 'alumnus' Irak. Nasibnya cukup beruntung, bila&lt;br /&gt;dinbandingkan dengan sekitar 60-an TKI yang kabarnya&lt;br /&gt;kini masih berada di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elli Anita, menceritakan, tanggal 22 Oktober 2006,&lt;br /&gt;dirinya rela meninggalkan keluarganya di Jember,&lt;br /&gt;menuju Timur Tengah atau tepatnya Dubai, Uni Emirat&lt;br /&gt;Arab (UEA), karena tawaran kerja yang cukup&lt;br /&gt;menjanjikan, sebagai Sekretaris di sebuah agensi&lt;br /&gt;penempatan tenga kerja Naswan Labour Supplay. Namun,&lt;br /&gt;cerita manis tersebut kemudian berubah ketika agennya&lt;br /&gt;mulai melakukan pelecehan seksual kepadanya, seperti&lt;br /&gt;memeluk dan memgangnya ketika sedang bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meresa diperlakukan tidak senonoh, Elli meminta pindah&lt;br /&gt;kerja, namun ditolak oleh agennya. Permintaan tersebut&lt;br /&gt;dapat diluluskan bila dirinya bersedia tidur dengan&lt;br /&gt;sang agen, yang langsung ditolaknya mentah-mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bulan kemudian, permohonan tersebut diloloskan,&lt;br /&gt;dengan konsekuensi tidak mendapatkan gaji, selama&lt;br /&gt;bekerja di Dubai. Tanggal 18 Desember 2006, Elli&lt;br /&gt;dijanjikan agensinya, diperkerjakan di hotel atau&lt;br /&gt;retoran yang terdapat di negara yang sedang&lt;br /&gt;berkembang, dekat Italia. Namun, perasaan lega lepas&lt;br /&gt;dari bayangan pelecehan, tidak membuat hidupnya lebih&lt;br /&gt;baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bukan, negara dekat Italia yang ditujunya,&lt;br /&gt;dia malah diperkerjakan sebagai pembantu rumah tangga&lt;br /&gt;di daerah Kurdistan, Irak. ''Saya tidak tahu kalau itu&lt;br /&gt;Irak. Seminggu setelah sampai disana saya baru 'ngeh'&lt;br /&gt;itu Irak. Saya bekerja di rumah majikan seorang&lt;br /&gt;pejabat di sana,'' ujar Elli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja di negara yang menjadi arena peperangan&lt;br /&gt;mencuatkan perasaan kawatir di benaknya. Elli mengaku,&lt;br /&gt;suara bom dan senapan, menemaninya tiap malam. Tidak&lt;br /&gt;hanya itu serpihan daging manusia menjadi pemandangan&lt;br /&gt;yang biasa dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan berada di Irak, pihaknya lantas menghubungi&lt;br /&gt;Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dubai.&lt;br /&gt;Pasalnya dirinya sadar, sebagai TKI yang pernah&lt;br /&gt;bekerja di Dubai, data-datanya pasti masih tercatat di&lt;br /&gt;sana. Pejabat KBRI di Dubai yang khusus menangani TKI&lt;br /&gt;ilegal dan trafficking, Dede Ahmad Rifai, yang&lt;br /&gt;berhasil dihubunginya, tidak banyak membantunya. bukan&lt;br /&gt;jalan keluar yang ditawarkannya, namun malah&lt;br /&gt;menyalahkan dia, karena bekerja di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Dia (Dede) bilang tidak bisa bantu, karena saya&lt;br /&gt;berada di Irak, kalau berada di Dubai dia mengatakan&lt;br /&gt;baru bisa bantu. Kalau saya di Dubai, saya kan pasti&lt;br /&gt;tidak minta bantuan kepadanya,'' serita Elli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu, dia mengaku masih cukup beruntung,&lt;br /&gt;pasalnya di tempat majikannya, terdapat layanan&lt;br /&gt;internet yang dapat digunakannya, tentunya dengan&lt;br /&gt;mencuri-curi waktu saat malam tiba. Melalui internet,&lt;br /&gt;pihaknya menceritakan nasibnya yang ingin keluar dari&lt;br /&gt;Irak. Kemudian, datang respon dari tanah air, yakni&lt;br /&gt;Police Analyst Migrant Care, Wahyu susilo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui adik kandung aktivis yang juga penyair buruh&lt;br /&gt;Wiji Tukul, yang hilang sesaat sebelum reformasi ini,&lt;br /&gt;Elli mendapatkan nomor kontak Direktur Perlindungan&lt;br /&gt;WNI dan Badan Hukum Indonesia Departemen luar Negeri&lt;br /&gt;(Deplu) Teguh Wardoyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat Teguh, dia meminta bantuan agar segera&lt;br /&gt;dikeluarkan dari Irak. Tidak berbeda dengan sat&lt;br /&gt;menghubungi Dede Ahmad Rifai, pejabat Deplu tersebut&lt;br /&gt;hanya menyuruhny untuk sabar menunggu bantuan. Setelah&lt;br /&gt;ditunggu beberapa lama, nasibnya tidak kunjung jelas,&lt;br /&gt;Elli bercerita kemudian menghubungi pihak KBRI di Aman&lt;br /&gt;Yordania, dan Walid Getek, pejabat di kedutaan&lt;br /&gt;Indonesia di Baghdat Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Pak Arya dari KBRI di Aman, kalau dihubungi&lt;br /&gt;jawabannya sangat menjanjikan, menurutnya tiket sudah&lt;br /&gt;diurus, dan tiga minggu lagi dapat keluar dari Irak.&lt;br /&gt;Tapi semuanya tidak bisa dipercaya,'' ungkap Elli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasibnya yang tidak jelas, lantas membuat Elli kembali&lt;br /&gt;menghubungi Teguh, yang juga membuatnya kecewa.&lt;br /&gt;''Bilangnya dia, pemerintah Indonesia sudah kirim&lt;br /&gt;tentara, untuk membantunya, namunkatanya tertembak&lt;br /&gt;tentara Amerika. Saya disuruh menunggu sebentar lagi,&lt;br /&gt;pokonya alasannya sangat tidak masuk akal.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Teguh sempat memberi alternatif lain kepadanya&lt;br /&gt;untuk menghubungi International Organization for&lt;br /&gt;Migrant (IOM). Lantas bersama ketiga temannya,&lt;br /&gt;pihaknya mencari alamat IOM tersebut. Sebelumnya&lt;br /&gt;pihaknya, sempat meminta kepada majikannya untuk&lt;br /&gt;mengembalikannya ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan tersebut tentu ditolak sang majikan telah&lt;br /&gt;mengeluarkan ribuan dolar untuk mengambilnya dari&lt;br /&gt;agensinya yang juga mengambilnya dari, Naswan Labour&lt;br /&gt;Supplay, Bruska. Namun, untuk meluluhkan hati&lt;br /&gt;majikannya, dirinya bersedia tidak makan dan minum&lt;br /&gt;selama beberapa hari. Untungnya, di saat yang&lt;br /&gt;bersamaan, majikannya tersebut mendapatkan&lt;br /&gt;penggantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sang majikan, lanjut Elli, kemudian dirinya&lt;br /&gt;dikirim kembali ke Bruska. Namun, bersama ketiga&lt;br /&gt;temannya dirinya berhasil kabur dari agensi tersebut.&lt;br /&gt;Setelah berhasil lolos, dia yang kini bersama dengan&lt;br /&gt;teman-temannya, yakni Custini, Siti Julaeha, dan Aan&lt;br /&gt;Fatonah, melanjutkan pencarian kantor IOM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan, tiga hari, tiga malam untuk&lt;br /&gt;menemukan tempat yang ditujunya, bukan berarti mereka&lt;br /&gt;dapat lega. IOM hanya dapat membantu dengan syarat dia&lt;br /&gt;bersama ketiga temannya dapat menunjukkan dokumen&lt;br /&gt;resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Mereka mengtakan seperti itu. Mendengar itu, kami&lt;br /&gt;lemas dan memohon untuk setidaknya dapat tidur di&lt;br /&gt;tempat IOM, karena kalau kembali ke agen Bruska, kami&lt;br /&gt;kawatir dihajar. kemudian kami harus kembali ke&lt;br /&gt;Bruska, namun mereka tidak mau memberikan paspor,&lt;br /&gt;karena menurut mereka telah membeli kami dengan harga&lt;br /&gt;2.500 dolar AS dari Agen Naswan,'' kenang Elli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat bantuan IOM, akhirnya pada tanggal 7 November&lt;br /&gt;2007, pihaknya dapat diterbangkan ke tanah air.&lt;br /&gt;''Ketika di bandara Soekarno Hatta, saya dijemput Ibu&lt;br /&gt;Meutia Hatta (Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan),&lt;br /&gt;dari pihak Mabes Polri, IOM, Migrant Care, dan banyak&lt;br /&gt;lagi,'' katanya dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di tanah air, pihaknya kemudian bergabung&lt;br /&gt;dengan Migrant Care, karena pengalamannya menjadi&lt;br /&gt;korban sehingga tidak ingin hal itu etrus terulang TKI&lt;br /&gt;yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Wahyu Wijayanto /CN09)&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-80180717225604258?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/80180717225604258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-tki-di-irak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/80180717225604258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/80180717225604258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-tki-di-irak.html' title='Kisah TKI di Irak'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-8749197432728735278</id><published>2009-01-05T05:20:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T05:21:04.096-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Malaysia'/><title type='text'>Kisah TKI Cici, “Malaysia Seperti Rumah Sendiri”</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;b&gt;TEMPO &lt;i&gt;Interaktif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;Beribu kisah ada ada di balik kedatangan tenaga kerja Indonesia yang mengadu nasib ke negeri jiran Malaysia. Salah satunya, kisah Cici (32 tahun) yang sudah menetap di Malaysia selama delapan tahun. Bahkan suaminya, Sutomo (37 tahun) yang sudah terlebih dahulu berada di Malaysia, sudah mendapatkan kewarganegaraan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cici datang pertama kali ke Malaysia pada delapan tahun lalu. Kedua anaknya, Saharta dan Aa Kurnaepi, dititipkan Cici kepada mertuanya di Probolinggo, Jawa Timur. Ketika itu, suaminya, Sutomo, sudah dua tahun berada di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutomo bekerja sebagai buruh bangunan lepas yang selalu berpindah &lt;i&gt;toke&lt;/i&gt;. Penghasilan sebagai buruh bangunan yang diterima suaminya sebesar 50 ringgit per harinya. Penghasilan itu pun tidak tetap. Tergantung pada ada atau tidaknya pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan Cici mau pergi ke Malaysia mengadu peruntungan. "Dulu rencananya mau kerja," katanya, saat ditemui Tempo di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dua tahun pertama, Cici tinggal di Kuala Lumpur. Bersama suami, dia menyewa kamar berukuran 2,5 X 3 meter seharga 250 ringgit perbulannya. Namun karena tidak tahan dengan besarnya biaya hidup di Kuala Lumpur, pasangan suami istri ini memutuskan untuk pindah ke Trenggano karena diajak majikan suaminya mengerjakan pembangunan sebuah perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana, Cici diperlakukan baik oleh tetangganya. Setelah sempat menyewa sebesar 150 ringgit per bulan, Cici pun ditawari tinggal gratis di rumah salah seorang tetangganya yang bernama Mohsu Nisah. "Dibagi duduk sama orang sana," kata Cici dalam logat melayu Malaysia yang kental. Karena tidak mau merepotkan, Cici kemudian memutuskan untuk membangun rumah sendiri di atas tanah milik tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah kecil dari kayu dengan satu kamar pun dibangun di samping rumah Mohsu yang baik. Tanah milik Mohsu, sementara kayunya diberi oleh seorang toke bangunan keturunan Cina. "Kita cuma beli seng," ujarnya yang didampingi putra bungsunya M Hendri (6 tahun) yang lahir di Kuala Lumpur. Semua itu menurut Cici, karena mereka kasihan dengan kondisi keluarganya. Rumah inilah yang ditempati Cici, Sutomo, dan Hendri selama 4 tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di Malaysia, Cici mengaku diperlakukan baik oleh warganya, terutama daerah Besut, Trenggano, tempat ia tinggal. Satu-satunya yang mengganjal adalah bila ketemu polisi. Cici mengaku takut bila berpapasan dengan polisi, karena dia sadar bahwa dia adalah penghuni ilegal di Malaysia. Paspor yang dulu digunakan untuk masuk Malaysia pun sudah kadaluarsa. Cici menuturkan, dia mau pulang ke Indonesia karena ada program balik murah dari pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cici pulang ke Indonesia bersama Hendri, sementara suaminya masih berada di Malaysia. Hendri sendiri sempat mengecap pendidikan selama dua tahun di Simpang Tiga, Tembila, Malaysia. Bahkan gurunya di sekolah, kata Cici, berharap Hendri tidak ikut ke Indonesia. "Cikgurunya minta dia tetap di Malaysia," tuturnya. Hendri sendiri sudah didaftarkan di Sekolah Dasar di Trenggano, tetapi harus dibatalkan karena pulang ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kepulangan suaminya, Cici mengaku belum tahu. Karena pada dasarnya, suaminya tidak ada masalah berhubung sudah mendapatkan KTP Malaysia. "Mungkin pas Hari Raya Haji," katanya. Cici sendiri mengaku tidak akan kembali lagi ke Malaysia. Dia berencana untuk tinggal di Indonesia, menemani ketiga anaknya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-8749197432728735278?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/8749197432728735278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-tki-cici-malaysia-seperti-rumah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/8749197432728735278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/8749197432728735278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-tki-cici-malaysia-seperti-rumah.html' title='Kisah TKI Cici, “Malaysia Seperti Rumah Sendiri”'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-7578934538215726026</id><published>2009-01-05T05:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T05:20:03.418-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Malaysia'/><title type='text'>Kisah TKI Ilegal Saat Kembali ke Kampung Halaman</title><content type='html'>Laporan: Anita Anggrainy [Perbatasan Indonesia-Malaysia]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;NASIB TKI ilegal di Malaysia memang memprihatinkan. Seibarat pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Tidak sedikit yang hidupnya menderita. setelah itu mereka diuber-uber dan sebagian atau malah semua pendapatannya diambil oleh petugas. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"SIAPA yang uangnya diambil Polis?" "Saya, Pak. Saya, Pak!" Beberapa orang TKI mengacungkan jari menjawab pertanyaan M Hasan Basri, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kabupaten Nunukan. Ada yang mengaku dihadang polis (polisi Kerajaan Malaysia, red) dan diambil uangnya 60 ringgit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya Pak, satu ratus ringgit uang saya diambil," ujar Dedy, TKI ilegal asal Jawa Barat. Yang dimaksud Deddy uangnya sebesar 100 Ringgit lenyap di tangan aparat Malaysia itu karena tak lengkap dokumen ketika akan pulang ke Indonesia melalui Tawau. 100 Ringgit sama dengan Rp230 ribu. Berdasarkan kurs mata uang, satu ringgit sama dengan Rp2400.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedy pun menjadi narasumber yang pelit kepada Fajar gara-gara uangnya dirampas polis Diraja Malaysia. "Lima ringgitlah kalau mau wawancara," katanya. Wajar saja, 5 ringgit atau setara Rp12 ribu, bagi Dedy sangat berarti. Sebab, saat itu&lt;br /&gt;tak satu sen pun uang di kantonginya untuk pulang ke kampung di Jawa Barat. Deddy bukan satu-satunya yang naas. Ada ratusan TKI Ilegal yang menderita karena buruknya penanganan mereka meskipun akan pulang karena mengikuti amnesti (pengampunan) sejak tanggal 29 September hingga 14 November nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 43 TKI asal perkebunan Sawit di Sandakan, punya cerita penderitaan yang berbeda. Mulai dari harus berjalan kaki selama tiga hari untuk tiba di Tawau dan menuju Nunukan, hingga pulang tak berbekal uang se-sen pun di kantong. M Ma'rifat, TKI asal Masamba, Kota Palopo Sulsel, bertutur tentang gajinya yang tak diterima selama sembilan bulan sejak dia bekerja di perkebunan sawit sejak 11 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak di gaji selama sembilan bulan karena harus membayar uang masuk saya dari kontrak," tutur Ma' rifat. Dia harus membayar 200 ringgit kepada kontrak (orang atau agen) yang membawa Ma' rifat ke perkebunan sawit itu. Semula dia dijanji akan mendapat upah sebesar 12 ringgit per hari. "Tapi, saya tak pernah melihat upah saya itu," ujarnya kepada Fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan Ma'rifat, dia datang dengan paspor lawatan, bukan dokumen resmi sebagai TKI legal dari PJTKI. Akibatnya Ma'rifat pun menderita. Sejumlah temannya mengalami hal yang sama. Paspor lawatan yang mereka gunakan dirampas oleh majikan dan tak pernah kembali. Kenyataan sedih ini dialami oleh Kasman. Karena tak paham dengan bahasa Inggris yang tertera di paspor, dia dibohongi majikan dan paspornya pun melayang. "Paspor saya ditahan. Saya tak paham bahasa Inggris di paspor&lt;br /&gt;itu,"keluhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, paspor TKI ilegal ini kemudian hari digunakan oleh para majikannya bila ada lagi TKI ilegal lainnya yang masuk dan membutuhkan paspor. "Jadi, fotonya saja yang dicopot sedangkan namanya tetap mengikuti paspor yang dirampas itu," ujar&lt;br /&gt;Soedirman, Deputi Menko Kesra RI yang ikut melepas 43 TKI yang dikembalikan ke kampung halamannya, Kamis, 4 November. Itu sebabnya, dalam salah satu MoU-nya pemerintah Indonesia meminta pemerintah Kerajaan Malaysia untuk mengembalikan semua paspor warga Indonesia yang dinyatakan hilang di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami minta pemerintah Malaysia untuk mengembalikan paspor yang hilang ke KBRI agar tidak disalahgunakan," tandas Soedirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Soedirman, diperkirakan ada 160-180 ribu TKI yang akan menggunakan amnesti dari pemerintah Kerajaan Malaysia untuk mereka kembali ke Indonesia. Dari jumlah tersebut memang tidak semuanya ilegal. Namun, jelas tak sedikit yang bermasalah.&lt;br /&gt;Soedirman sendiri berharap para TKI ini diterima dan diperlakukan dengan manusiawi ketika akan tiba di Nunukan. "Kalau memungkinkan mereka kembali ke Malaysia, mari kita bantu," ujarnya. Diakui Soedirman, selama ini Indonesia masih kesulitan untuk menyerap tenaga kerja di Indonesia sendiri. Tentu saja, kata dia, tak mungkin bagi pemerintah Indonesia untuk menahan warganya yang ingin bekerja di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martinus Yenes, Ketua Komisi V DPRD Kaltim, mengatakan sesungguhnya Malaysia pun membutuhkan TKI ini untuk mengelola perkebunan mereka. "Bayangkan saja kalau kita menahan TKI untuk kembali, Malaysia bisa kolaps, karena tak ada yang menggarap perkebunan mereka, " tandasnya dalam pertemuan dengan satuan tugas TKI Kabupaten Nunukan. Namun, kata dia, cara ini tentu akan merusak hubungan bilateral kedua negara, Indonesia dan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Kaltim sendiri bukan tak menyadari kondisi ini. Di Kabupaten Nunukan, pemerintahnya membuat program untuk membuka Kebun Sejuta Hektar. Menurut Wakil Bupati Nunukan, pemerintahnya mengeluarkan kebijakan untuk membuka lahan&lt;br /&gt;perkebunan sebesar 150 ribu hektar untuk bisa menampung tenaga kerja kita di daerah sendiri. Namun, saat ini pemerintah baru membuka 40 hektar. "Kami membuka lahan ini dengan tujuan agar bisa menyerap TKI, daripada mereka terlantar di negeri sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat senada pun dilontarkan oleh Sabar Sinaga, Wakil Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kaltim. Menurut Sinaga, sebenarnya pemerintah bisa menangani masalah TKI ini bila mau bekerja dengan ikhlas. "Tidak cukup dengan komitmen,&lt;br /&gt;tetapi harus ada realisasi, " kata Sinaga kepada Fajar di Bandara Juata, Tarakan sesaat sebelum bertolak ke Nunukan, Kamis, 5 November.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sinaga, lebih banyak TKI kita yang menderita di negeri orang. Mulai dari pemerasan yang dilakukan oleh agen hingga aparat polisi di Malaysia. Namun imbalan gaji hingga 600 ringgit, bila tak bermasalah, tak bisa dipungkiri membuat TKI berebutan mencari nafkah.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=1137"&gt;http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=1137&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-7578934538215726026?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/7578934538215726026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-tki-ilegal-saat-kembali-ke.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/7578934538215726026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/7578934538215726026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-tki-ilegal-saat-kembali-ke.html' title='Kisah TKI Ilegal Saat Kembali ke Kampung Halaman'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-1493717710327959296</id><published>2009-01-05T05:17:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T05:18:42.909-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Arab Saudi'/><title type='text'>TKI menjadi Penipu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PAM Daker Makkah Pindahkan Penipu Jemaah Haji ke Konjen RI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Makkah (ANTARA News) - Satuan Pengamanan Daerah Kerja (PAM Daker) Makkah, pada Selasa memindahkan Zuhri bin Warnali, pria asal Brebes, Jawa Tengah, yang sebelumnya mendekam di tahanan Daker setempat lantaran berbagai kasus penipuan dan pemerasan terhadap jemaah haji Indonesia ke Konsulat Jenderal RI di Jeddah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Kepala satuan pengamanan (PAM) Makkah, AKBP Agus Purwoto, di ruang kerjanya mengatakan bahwa pihaknya memindahkan Zuhri ke Konjen RI di Jeddah guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Namun, ia tak menjelaskan apakah nanti pelaku dibawa ke Indonesia atau diserahkan ke polisi di Saudi Arabia. Pelaku yang mengenakan baju batik, jaket hitam, sebelum digiring ke Konjen RI Jeddah terlihat melakukan shalat di ruang sel pinjaman milik ruang rawat inap penyakit jiwa Daker Makkah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Ia terlihat lemas, namun sorot matanya terlihat tajam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; "Ah, ini yang rusak nama bangsa," ujar soerang petugas di Daker Makkah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Dari hasil pemeriksaan di PAM Daker Makkah, tersangka mengakui melakukan pemerasan, penipuan dan pemalsuan identitas diri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Agus sebelumnya mengatakan, tak ingin cepat-cepat menyerahkan Zuhri ke polisi Arab Saudi di Makkah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; "Kita masih ingin mengembangkan lagi," ujar Agus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Zuhri, yang lahir di Brebes pada19 Maret 1979, dan selama ini mengaku bermukim di Sulaimaniah, Makkah, bersama tujuh orang rekannya telah banyak melakukan tindakan tercela.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Dari hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP), menurut AKBP Agus Purwoto, pria lajang tersebut sudah beberapa kali melakukan penipuan. Zuhri pun tertangkap di pintu Marwah, Masjidil Haram, Makkah, tatkala tengah mencari mangsa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Ketika itu, Zuhri tengah duduk di teras. Saat itu salah seorang PAM Mekkah curiga lantaran gelang yang digunakan berbeda dengan jemaah Indonesia lainnya. Saat didekati, dan dimintai secara persuasif, yang bersangkutan mengaku mengenai keberadaannya, sehingga akhirnya dibawa ke pos khusus Masjidil Haram.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Dari hasil pemeriksaan, Zuhri mengaku pernah melakukan penipuan dengan pura-pura sebagai petugas dan menunjukkan jalan bagi jemaah yang tersesat ke pemondokan. Di tengah jalan, ia mengakui, meminta imbalan, dan jemaah yang tersesat ditinggal di jalan begitu saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Dari pura-pura membantu jemaah tersesat, Zuhri biasanya meminta imbalan hingga 200 real. Kasus serupa, diakuinya, sering pula dilakukan ketika berada di Madinah, dan pura-pura membantu jemaah sesat kemudian meminta imbalan 100 real. Pada 1 Desember 2007, ia mengaku, mencuri 1.000 real, dan total ia meraup mencapai 1.800.000 real.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Selain itu, dia pun mengakui, mengambil jasa dari jemaah yang akan melaksanakan umroh sebesar 3.122 real, serta dana dam 70 real.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Menurut Agus Purwoto, tersangka dalam melaksanakan aktivitasnya mengenakan identitas atas nama Syahrudin, rekan sepemondokan. Identitas rekannya itu diganti fotonya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Dari hasil pemeriksaan, pihak PAM telah mendapati barang bukti uang 4.922 real, gelang identitas tahun 2003 atas nama Kait bin Thalib, dua buah handphone, igoma (KTP) setempat, kartu telepon seluler (sim card), dompet dan tasbih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Tersangka juga diduga melakukan penipuan sebagai "joki" bagi jemaah untuk mencium Hajar Asward. Untuk kasus ini, pihak PAM Daker Makkah masih terus mendalaminya, sehingga Zuhri dibawa ke Jeddah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Menjelang puncak pelaksanaan haji, banyak orang menawarkan kemudahan jasa kemudahan mencium Hajar Aswad. Mereka bergerak secara berkelompok dan meminta imbalan uang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-1493717710327959296?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/1493717710327959296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/tki-menjadi-penipu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/1493717710327959296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/1493717710327959296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/tki-menjadi-penipu.html' title='TKI menjadi Penipu'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-2189360808567762415</id><published>2009-01-05T05:16:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T05:17:41.904-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TKI Arab Saudi'/><title type='text'>Kisah TKI Sukses Siti Musrofa</title><content type='html'>Indramayu (SIB)&lt;br /&gt;Siti Musrofa (41) bisa dibilang TKI yang sukses. Selama 2 tahun mengadu nasib di Arab Saudi, perempuan asal Indramayu ini mampu membeli 2 rumah elit dan 4 mobil.&lt;span id="more-41165"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan detikcom, rumah Siti tampak mencolok dibandingkan rumah milik tetangganya. Rumah Siti berlantai 2 dan bangunannya setaraf dengan rumah-rumah elit di kawasan Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;Mobil milik Siti terlihat diparkir berjejer di halaman rumahnya. “Alhamdulillah dari hasil kerja saya di luar sudah bisa membangun rumah dan membeli 4 mobil travel,” kata Siti kepada wartawan di kediamannya, Jalan Mawar, Sukareja Balongan, Indramayu, Kamis (11/9).&lt;br /&gt;Wartawan mendapat kesempatan ikut BNP2TKI keliling Pulau Jawa sejak Selasa 9 hingga 19 September 2008.&lt;br /&gt;Siti mengaku bekerja di Arab Saudi sejak tahun 1984-1986. Uang hasil keringatnya pun dikumpulkan. “Pada saat itu gaji saya Rp 250.000 per bulan. Alhamdulillah sudah bisa menyekolahkan anak saya” kata ibu 2 anak ini.&lt;br /&gt;Siti pun banting stir membuka usaha setelah berhenti menjadi TKI. Dia membuka usaha untuk memberangkatkan TKI sejak tahun 1994-1995. “Saya setiap bulan bisa memberangkatkan 150 TKI,” ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-2189360808567762415?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/2189360808567762415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-tki-sukses-siti-musrofa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/2189360808567762415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/2189360808567762415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-tki-sukses-siti-musrofa.html' title='Kisah TKI Sukses Siti Musrofa'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-1255543397621801531</id><published>2009-01-05T05:10:00.001-08:00</published><updated>2009-01-05T05:13:21.615-08:00</updated><title type='text'>Siang Mencari Nafkah, Malam Tidur di Hutan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;BANYAK kisah TKI ilegal yang memilukan jika dikenang kemudian. Perasaan&lt;br /&gt;malu&lt;br /&gt;untuk pulang ke kampung halaman selalu mengganjal dalam hati.&lt;br /&gt;Berkumpul bersama di tengah keluarga yang sudah lama menunggu&lt;br /&gt;sepertinya&lt;br /&gt;sangatlah bertentangan dengan tuntutan batin.&lt;br /&gt;Pulang tanpa membawa hasil adalah persoalan utama yang harus dihadapi.&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;karena itu, Ningsih, TKI asal sebuah desa di Semarang, Jawa Tengah,&lt;br /&gt;sempat&lt;br /&gt;membatalkan niatnya untuk pulang ke rumahnya. Harga dirinya membentang&lt;br /&gt;lebar, kerinduan harus ditepis.&lt;br /&gt;Namun Ningsih harus pulang sesuai dengan ketentuan Pemerintah Malaysia.&lt;br /&gt;Tapi, dia sengaja tinggal di Medan karena dilanda rasa malu pada&lt;br /&gt;keluarga&lt;br /&gt;yang sangat mengharapkannya.&lt;br /&gt;"Suka-duka selama berada di negeri tetangga itu sampai saat ini belum&lt;br /&gt;terlupakan bagiku. Diperkosa majikan dan tidur di dalam hutan, bersama&lt;br /&gt;pendatang gelap asal Indonesia sudah pernah kurasakan," cerita Ningsih&lt;br /&gt;kepada Pembaruan di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (1/11) lalu.&lt;br /&gt;Ningsih mengaku, mempunyai banyak harapan saat berangkat untuk bekerja&lt;br /&gt;di&lt;br /&gt;Negeri Ringgit itu, sekitar tiga tahun lalu. Berbekal doa dari keluarga&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;dicintai, wanita beranak satu ini pun berangkat dengan niat mengubah&lt;br /&gt;nasib&lt;br /&gt;keluarga.&lt;br /&gt;Namun, apa yang diharapkannya sama sekali bertolak belakang dengan yang&lt;br /&gt;diimpikan. Ningsih diberangkatkan bersama TKI lain lewat tengah malam,&lt;br /&gt;melalui sebuah kapal yang sudah dipersiapkan dari perairan di&lt;br /&gt;Pekanbaru,&lt;br /&gt;Riau.&lt;br /&gt;Setibanya di sana, ia dibawa oleh orang yang sudah menunggunya. Wanita&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;sudah ditinggal suami ini, ditempatkan di sebuah rumah yang lumayan&lt;br /&gt;besar.&lt;br /&gt;Di tempat itu ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga oleh orang yang&lt;br /&gt;mengambilnya.&lt;br /&gt;Awalnya ia merasa senang begitu langsung dipekerjakan. Namun, musibah&lt;br /&gt;datang&lt;br /&gt;beberapa bulan kemudian. "Saat rumah sepi, saya dipaksa sang majikan&lt;br /&gt;untuk&lt;br /&gt;melayaninya," Ningsih mengaku.&lt;br /&gt;Sejak saat itu, dia dijadikan budak untuk melayani majikan bila&lt;br /&gt;membutuhkannya. Hal itu terpaksa dilakukan Ningsih karena diancam akan&lt;br /&gt;diserahkan kepada aparat. Saat itu aparat keamanan di Malaysia begitu&lt;br /&gt;gencar&lt;br /&gt;menyiksa para pendatang gelap bila berhasil ditangkap.&lt;br /&gt;"Setahun lebih saya hidup di bawah tekanan. Gajiku tidak dibayar,&lt;br /&gt;mereka&lt;br /&gt;bilang sudah diambil oleh orang yang mengirimku dulu. Bantuan seorang&lt;br /&gt;teman&lt;br /&gt;yang juga pendatang gelap akhirnya membuatku berani pergi meninggalkan&lt;br /&gt;tempat kerja," katanya.&lt;br /&gt;Lepas dari belenggu kejahatan majikan, Ningsih kembali mendapatkan&lt;br /&gt;musibah&lt;br /&gt;baru. Keadaan yang terpaksa akhirnya membawanya berkumpul bersama&lt;br /&gt;pendatang&lt;br /&gt;gelap lain dan tidur bersama dalam hutan.&lt;br /&gt;"Dulunya, aparat di Malaysia begitu gencar melakukan operasi mencari&lt;br /&gt;para&lt;br /&gt;pendatang gelap setiap malam hari. Oleh karena itu saya terpaksa tidur&lt;br /&gt;dalam&lt;br /&gt;hutan. Pagi harinya kami keluar mencari nafkah," sebut Ningsih lagi.&lt;br /&gt;Pekerjaan yang dilakukan wanita ini kurang menjanjikan. Terkadang,&lt;br /&gt;untuk&lt;br /&gt;mengisi perut, ia harus bekerja seharian mencuci piring di sebuah rumah&lt;br /&gt;makan. Imbalan dari bekerja tidaklah besar, tapi ia terpaksa melakukan&lt;br /&gt;hal&lt;br /&gt;itu.&lt;br /&gt;Sekian lama "main kucing-kucingan" dengan aparat, Ningsih akhirnya&lt;br /&gt;tertangkap juga. Ia akhirnya dikembalikan dan tiba melalui Pelabuhan&lt;br /&gt;Belawan. Saat ini ia mencari lapangan pekerjaan, di Medan.&lt;br /&gt;Lebih Memuaskan&lt;br /&gt;Banyak cerita di balik kisah perjalanan para pendatang gelap saat&lt;br /&gt;berada di&lt;br /&gt;Malaysia. Bagi Dedi Setiadi, warga asal Tebing Tinggi, bekerja di&lt;br /&gt;negeri&lt;br /&gt;seberang belum tentu lebih memuaskan ketimbang di negeri sendiri.&lt;br /&gt;"Bagi mereka yang didatangkan secara resmi saja belum tentu mendapatkan&lt;br /&gt;perlakuan yang baik oleh majikan. Apalagi yang didatangkan secara&lt;br /&gt;gelap.&lt;br /&gt;Tapi tidak semua majikan berkelakuan buruk. Banyak juga yang TKI yang&lt;br /&gt;berhasil," jelasnya.&lt;br /&gt;Dedi sama dengan Ningsih. Baru-baru ini dia dibawa paksa oleh&lt;br /&gt;Pemerintah&lt;br /&gt;Malaysia untuk dipulangkan ke Indonesia. Ia pulang tanpa membawa hasil,&lt;br /&gt;kini&lt;br /&gt;harus menelan kepahitan dari pengalamannya saat bekerja di Malaysia.&lt;br /&gt;"Pengalaman adalah guru yang terbaik. Meski tidak membawa hasil dari&lt;br /&gt;perantauan di negeri orang, setidaknya pahit yang kutelan dapat&lt;br /&gt;kujadikan&lt;br /&gt;pelajaran. Lebih baik mencari lapangan pekerjaan di sini saja, atau&lt;br /&gt;buka&lt;br /&gt;usaha," Dedi merasa kapok.&lt;br /&gt;Selama berada di Malaysia, Dedi, Ningsih, Suryadi, maupun David Sitorus&lt;br /&gt;menjalani kehidupan yang sama. Mereka saling mengenal ketika&lt;br /&gt;dipulangkan dan&lt;br /&gt;tiba di Kota Medan.&lt;br /&gt;"Kalau siang, kami bekerja sebagai buruh bangunan. Malam harinya&lt;br /&gt;terpaksa&lt;br /&gt;tidur dalam hutan. Hal ini tidak dapat dihindari akibat dari ulah&lt;br /&gt;saudara-saudara kita sendiri, menipu dengan menjual diri warga&lt;br /&gt;negaranya&lt;br /&gt;sendiri demi keuntungan," kesal Suryadi.&lt;br /&gt;Penderitaan selama berada di Negeri Ringgit itu cukuplah untuk&lt;br /&gt;dirasakan.&lt;br /&gt;Masyarakat lain diharapkan jangan mudah percaya atas bujukan&lt;br /&gt;pihak-pihak&lt;br /&gt;lain, membangga-banggakan penghasilan dari bekerja di Malaysia. "Bisa&lt;br /&gt;saja&lt;br /&gt;itu penipuan," imbau Dedi.&lt;br /&gt;Imbalan dari bekerja di Malaysia, menurutnya, hasilnya tidak jauh&lt;br /&gt;berbeda&lt;br /&gt;dengan di daerah tempat tinggalnya, asal mau berusaha. Di Malaysia,&lt;br /&gt;untuk&lt;br /&gt;pendatang gelap gajinya kurang lebih dari 1.500 ringgit. Menurutnya,&lt;br /&gt;imbalan&lt;br /&gt;itu sudah lumayan dibandingkan bila tidak bekerja.&lt;br /&gt;"Yang tidak dapat kulupakan saat terserang penyakit malaria akibat&lt;br /&gt;tidur&lt;br /&gt;dalam hutan. Begitulah risiko yang harus ditanggung. Beruntung ada&lt;br /&gt;rekan&lt;br /&gt;yang mau memberikan pertolongan, merawatku hingga bisa kembali ke&lt;br /&gt;sini,"&lt;br /&gt;sebut Dedi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-1255543397621801531?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/1255543397621801531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/siang-mencari-nafkah-malam-tidur-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/1255543397621801531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/1255543397621801531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/siang-mencari-nafkah-malam-tidur-di.html' title='Siang Mencari Nafkah, Malam Tidur di Hutan'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-8280548508894419093</id><published>2009-01-03T21:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T21:37:36.870-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fakta'/><title type='text'>Empat TKI Kediri Tewas Selama 2008</title><content type='html'>&lt;p&gt;Jakarta, BNP2TKI (Jumat, 02/1) Empat orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Kediri, Jatim, diketahui tewas saat bekerja, selama kurun waktu satu tahun terakhir 2008, lebih kecil ketimbang tahun 2007 yang tercatat lima kasus TKI meninggal. "Jumlah itu yang masuk ke kantor kami, data secara resmi, tapi yang tidak resmi kami tidak tahu," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri, Dwi Bratawahyana, Jumat (02/1). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengaku, tidak tahu persis TKI ilegal yang meninggal di luar negeri. Sebab, data mereka yang masuk ke dinas adalah pekerja dengan jalur resmi. Pihaknya memperkirakan, jumlah TKI yang meninggal karena masuk tidak resmi lebih dari itu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Jalur mereka tidak secara resmi, sehingga kami tidak dapat memantau. Tentunya, kami kesulitan untuk melakukan cek, tapi kemungkinan lebih besar," katanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menyebutkan, empat TKI yang meninggal dunia selama tahun 2008 itu adalah Anisah Suryatin, TKI asal Desa Tugu, Kecamatan Purwoasri, yang meninggal di Malaysia karena sakit. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara TKI kedua adalah Suratin, warga Desa Duwet, Kecamatan Wates, yang meninggal dunia saat bekerja di Taiwan, ketiga adalah Agus Susanto, warga Dusun Wonorejo, Desa Kampungbaru, Kecamatan Kepung, yang tewas di Malaysia, dan terakhir adalah Yuni Rahmawati, asal Dusun Dawung, Desa Bedug, Kecamatan Ngadiluwih, yang tewas di Singapura. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menjelaskan, kasus kematian terakhir TKI yang menimpa Yuni, terjadi pada 18 Desember 2008 lalu. Ironisnya, dia baru saja berangkat bekerja, tepatnya 2 Desember 2008. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut berkas dari Singapura, korban diketahui bunug diri dengan cara gantung diri di dalam rumah majikannya, Wong Poh Tze, yang beralamat di Jalan 30 Pulasan Road Singapore 424400, Singapura. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak jelas, penyebab korban nekat bunuh diri dengan cara yang tidak wajar tersebut. Bahkan, pihak dinas juga mengaku tidak tahu menahu penyebabnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Tapi, jika ada laporan keluarga terjadi kematian yang tidak wajar, diharapkan mereka melaporkan dan kami akan berusaha untuk mencari penyebabnya," katanya berjanji. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walaupun begitu, pihaknya tidak dapat menjamin dapat mengetahui penyebab pastinya korban meninggal dunia. Ia mengaku, hanya dapat mengupayakan untuk mencari informasi dan mengupayakan memberikan santunan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Dari Pemkab Kediri sudah memberikan anggaran untuk santunan. Kami akan memberikannya, tapi dipastikan dulu dia mengikuti jalur secara resmi, jika tidak resmi atau ilegal, kami tidak dapat mengupayakan. Bagaimana dengan pertanggungjawabannya," katanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut dia, pihaknya selalu mengupayakan agar warga yang bekerja ke luar negeri mengikuti jalur secara resmi. Sehingga, jika terjadi masalah, pihaknya dapat membantuk untuk mencari jalan keluar, termasuk meminta pertanggungjawaban PJTKI terkait dan juga majikan bersangkutan. (Ant)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.bnp2tki.go.id/content/view/801/231/"&gt;http://www.bnp2tki.go.id/content/view/801/231/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-8280548508894419093?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/8280548508894419093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/empat-tki-kediri-tewas-selama-2008.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/8280548508894419093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/8280548508894419093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/empat-tki-kediri-tewas-selama-2008.html' title='Empat TKI Kediri Tewas Selama 2008'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9133070923882161571.post-4460493763846114039</id><published>2009-01-03T21:31:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T21:35:07.249-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain Lain'/><title type='text'>Kisah TKI Taiwan Jadi Inspirasi Novel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SWBKg378Y8I/AAAAAAAAA4M/P0_zPSHIz1k/s1600-h/15394988_1b983674d5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 270px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SWBKg378Y8I/AAAAAAAAA4M/P0_zPSHIz1k/s400/15394988_1b983674d5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287307891164603330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Taipei (ANTARA News) - Bagi penulis kelahiran Jawa Timur yang kini bermukim di Taipei, Taiwan, Deyantono (Dede C), tenaga kerja Indonesia (TKI) menjadi inspirasi untuk novelnya yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novelnya yang pertama berjudul Aku Terjebak Di Taipei City terjual 2000 buku di kalangan para pahlawan devisa di Taiwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sambutan TKI terhadap buku saya cukup menggembirakan, setidaknya 2000 buku laku di sini (Taiwan), tahun ini saya harapkan novel yang kedua selesai," katanya ketika di temui ANTARA News di Toko miliknya Indojaya, yang terletak di Taipei, Taiwan, Selasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia mengatakan, saat ini transkrip novel yang tengah dikerjakannya baru 50 persen. "Dan masih banyak yang harus dikerjakan," katanya di tokonya yang terletak di samping Masjid Besar Taiwan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dede, demikian lelaki itu disapa, tertarik dengan kisah TKI di Taiwan karena para pahlawan devisa ini menurutnya memiliki beragam problema kehidupan. "Ada yang sering kabur dari majikannya karena disiksa, atau kabur karena nggak senang, juga ada yang jadi pelacur, macam-macam ceritanya," katanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apalagi menurut dia, kios yang saat ini dimilikinya menjadi tempat pertemuan para pahlawan devisa tersebut untuk saling berbagi. Sehingga hal ini, menurut dia, menjadi sumber cerita untuk menulis novelnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain itu, menurut lelaki lulusan Universitas Pendidikan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur dan pernah belajar di Fu Jen University Taipei tersebut pengalaman TKI yang dituangkan dalam majalah Intai (Indonesia-Taiwan) yang dikelolanya juga menjadi sumber inspirasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Intai sebagai majalah yang memang ditujukan bagi pasar para TKI, menjadi sumber lain yang sangat berguna untuk menulis novel," kata Pria yang baru saja menikah tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara itu, ia mengatakan potensi TKI membaca novel terkait masalah ketenagakerjaan di negeri Pulau Formosa itu cukup tinggi. Saat ini diperkirakan TKI di Taiwan mencapai 120.000 orang. Sementara total warga negara yang ada di Taiwan diperkirakan mencapai 200 ribu orang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Saya berharap lebih baik dari novel sebelumnya," katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9133070923882161571-4460493763846114039?l=tki-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tki-stories.blogspot.com/feeds/4460493763846114039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-tki-taiwan-jadi-inspirasi-novel.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/4460493763846114039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9133070923882161571/posts/default/4460493763846114039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tki-stories.blogspot.com/2009/01/kisah-tki-taiwan-jadi-inspirasi-novel.html' title='Kisah TKI Taiwan Jadi Inspirasi Novel'/><author><name>clark</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04777486219814279007</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_d0fTvwzN1rQ/SGiNFN8Bz2I/AAAAAAAAABw/Co3EPdLU4dI/S220/Superman+blue.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d0fTvwzN1rQ/SWBKg378Y8I/AAAAAAAAA4M/P0_zPSHIz1k/s72-c/15394988_1b983674d5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
